OJK Klaim Pasar Keuangan di Indonesia Masih Aman

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Otoritas Jasa Keuangan menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan dan kondisi likuiditas di pasar keuangan Indonesia hingga akhir April 2018 masih dalam kondisi terjaga.

Keterangan pers OJK yang diterima di Jakarta, Rabu, menyatakan berbagai tekanan yang terjadi di pasar keuangan lebih dipicu oleh sentimen global.

Faktor eksternal tersebut terkait dengan normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan lebih agresif dan direspon dengan kenaikan imbal hasil di pasar surat utang AS.

Imbal hasil untuk obligasi AS (US Treasury) sempat mencapai 3,11 persen atau level tertinggi sejak 2011, yang mendorong investor untuk melakukan penyesuaian investasi di negara berkembang termasuk Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, investor non residen melakukan “net sell” baik di pasar saham maupun pasar surat utang negara.

Seiring dengan tren penurunan indeks saham di beberapa negara berkembang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir April 2018 ditutup terkoreksi menjadi 5.994,6.

Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), “yield” SBN tenor jangka pendek, menengah dan panjang masing-masing naik sebesar 42,2 bps, 28,7 bps, dan 14,2 bps atau rata-rata meningkat lima bps pada Maret 2018.

Di sisi intermediasi, sampai April 2018, kinerja sektor jasa keuangan masih tercatat positif, yang terlihat dari pertumbuhan kredit perbankan dan piutang pembiayaan masing-masing sebesar 8,94 persen dan 6,36 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,06 persen. Premi asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi juga tercatat tumbuh tinggi masing-masing sebesar 38,44 persen dan 18,61 persen.

Penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp49,6 triliun, atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp45,1 triliun, dengan terdapat tambahan 10 emiten baru.

Source : Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *