KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN) Bagian Ketiga

Posisi Keuangan

Posisi keuangan suatu entitas menggambarkan sumber daya yang dikuasainya pada suatu waktu tertentu. Komposisi dan jumlah sumber daya yang dimiliki dan kewajiban yang ada pada suatu waktu mencerminkan kemampuan entitas dalam membelanjai usahanya. Parameter untuk mengevaluasi kemampuan tersebut lazimnya dikenal dengan menghitung  dan menilai likuiditas dan solvabilitas. Likuiditas merupakan ketersediaan kas dan setara kas jangka pendek dimasa depan, setelah memperhitungkan komitmen yang ada.

Solvabilitas merupakan ketersediaan kas dan setara kas jangka panjang untuk memenuhi komitmen pada saat jatuh tempo. Posisi keuangan dilaporkan dalam laporan posisi keuangan (neraca).

Kinerja

Informasi kinerja entitas, terutama profibilitas, menunjukkan berapa efektif dan efisien entitas dalam mendayagunakan sumberdaya entitas. Informasi tersebut diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumberdaya ekonomi yang mungkin dikendalikan dikemudian hari serta kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas dan sumber daya. Informasi tentang kinerja dilaporkan dalam laporan laba rugi dan laporan arus kas.

Perubahan Posisi Keuangan

Informasi perubahan posisi keuangan entitas diperlukan untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi entitas selama periode pelaporan. Informasi tersebut diperlukan untuk memahami  bagaimana  manajemen  selama  ini  memanfaatkan kas dan setara kas, serta menilai kemampuan entitas menghasilkan sumber daya tersebut. Dalam penyusunan laporan perubahan posisi keuangan, dana (fund) dapat didefinisikan sebagai seluruh sumber daya keuangan (all financial resources) modal kerja (working capital), aset likuid (liquid assets), atau kas (cash). Kerangka konseptual tidak mendefinisikan dana secara spesifik. Informasi tentang perubahan posisi keuangan disajikan dalam laporan tersendiri sesuai dengan makna dana yang dimaksud. PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan menyebutkan sebagai salah satu unsur Komponen Laporan Keuangan Lengkap adalah Laporan Arus Kas.

Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan komponen laporan keuangan yang menampung catatan, skedul tambahan, dan informasi lainnya yang dianggap relevan. Unsur-unsur yang disajikan dalam neraca (laporan posisi keuangan),   laporan laba rugi (laporan pendapatan komprehensif), dan laporan perubahan posisi keuangan (laporan arus kas) sering kali perlu didukung lebih lanjut dengan rincian dan atau penjelasan, agar lebih informative dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Perlu diungkapkan antara lain tentang kebijakan akuntansi, risiko, dan ketidakpastian yang mempengaruhi entitas dan setiap sumber daya dan kewajiban yang tidak tersajikan dalam neraca (off balance sheet). Informasi tersebut misalnya sehubungan dengan cadangan mineral entitas pertambangan, informasi segmen industri, atau informasi geografis, dan lain-lain informasi yang relevan.

Setiap komponen laporan keuangan masing-masing berfungsi untuk menyajikan informasi tertentu, dan dalam menggunakan informasi untuk melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan seharusnya mengaitkan informasi yang disajikan pada semua komponen laporan keuangan sebagai satu kesatuan. Misalnya untuk melakukan evaluasi kinerja manajemen, laba rugi yang dilaporkan pada laporan laba rugi harus dikaitkan dengan jumlah aset atau sumber daya yang digunakan dan juga dengan modal yang di investasikan.

Asumsi Dasar

Asumsi dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah dasar akrual (accrual basis) dan kelangsungan usaha (going concern).

Dasar Akrual

Dasar akrual berarti sesuatu transaksi atau kejadian dibukukan dan dilaporkan pada saat terjadinya dan mempunyai dampak atas sumberdaya dan atau kewajiban suatu entitas, dan tidak semata-mata  berdasarkan saat terjadinya penerimaan atau pengeluaran kas atau setara kas. Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang menimbulkan penerimaan dan pembayaran kas, tapi juga kewajiban pembayaran kas dimasa depan serta sumberdaya yang merepresentasikan kas yang akan diterima di masa depan.

Suatu pembelian kredit harus segera dibukukan dan tidak menunggu saat pelunasan. Suatu beban yang telah timbul pada saat penutupan buku tapi belum dibayar, harus dibukukan sebagai beban dan utang beban yang bersangkutan. Begitupun bila terjadi penjualan kredit, harus segera dibukukan terjadinya penjualan tersebut dan hak atas piutang usaha yang ditimbulkan. Dengan diaplikasikannnya dasar akrual ini maka neraca dan laporan laba rugi lebih akurat menggambarkan posisi keuangan dan hasil usaha suatu entitas.

Tentunya penyusunan laporan arus kas, sesuai dengan fungsinya tidak menurut dasar akrual, melainkan harus berdasarkan dasar kas (cash basis).

Kelangsungan Usaha

Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha entitas (going concern) dan akan melanjutkan usahanya dimasa depan. Entitas diasumsikan tidak akan dilikuidasi atau dikurangi secara signifikan skala usahanya. Jika timbul maksud tersebut, laporan keuangan mungkin akan disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh entitas.

Liabilitas merupakan kewajiban entitas masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi.

Ekuitas adalah hal residual atas aset entitas setelah dikurangi semua liabilitas.

Kerangka dasar paragraph 67 menyebutkan :

“jumlah ekuitas yang ditampilkan dalam neraca tergantung pada pengukuran aktiva (baca aset) dan kewajiban (baca liabilitas). Biasanya hanya karena faktor kebetulan kalau jumlah ekuitas agregat sama dengan jumlah nilai pasar keseluruhan (aggregate market value) dari saham perusahaan atau jumlah yang dapat diperoleh dengan seluruh aktiva (baca aset) bersih perusahaan baik satu persatu (liquidating value) atau secara keseluruhan dalam kondisi kelangsungan usaha (going concern value)”.

Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal meningkat.

Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi, dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban, yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

Aset diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

Liabilitas diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi, akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur engan andal.

Penghasilan diakui dalam suatu laporan laba rugi, kalau kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aset atau penurunan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.

Beban diakui dalam laporan laba rugi kalau penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.

Referensi :

  • Akuntansi Keuangan Berdasarkan SAK Berbasis IFRS,Edisi Kedua Buku 1, Hans Kartika,Rosita Uli Sinaga,Merliyana Syamsul, Sylvia Veronica Siregar, Ersa Tri Wahyuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *