SIKLUS AKUNTANSI (Bagian Pertama)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan mahasiswa dapat :

  1. Persamaan akuntansi (accounting equation)
  2. Tata buku berpasangan (double entry bookkeeping)
  3. Siklus akuntansi (accounting cycle)
  4. Transaksi dan kejadian (transactions and events)
  5. Ayat jurnal (journal entries)
  6. Fungsi dan peran buku besar (ledger)
  7. Penyusunan neraca percobaan (trial balance)
  8. Fungsi ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries)
  9. Fungsi kertas kerja (worksheet)
  10. Fungsi ayat jurnal penutup (closing entries) dan
  11. Fungsi ayat jurnal balik (reversing entries)

Rujukan

PSAK 1 (2014) penyajian Laporan Keuangan

Pendahuluan

Akuntansi sebagai sistem yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang relevan bagi berbagai pihak yang berkepentingan, mempunyai disiplin tersendiri yang harus dipahami dengan baik, untuk dapat memproses data menjadi informasi akuntansi secara efektif dan efisien.

Akuntansi sebagai suatu sistem informasi keuangan sebagaimana kelaziman suatu sistem, mempunyai tujuan, unsur-unsur yang terkelola menurut tata cara tertentu untuk mencapai tujuan tersebut. Unsur-unsur tersebut antara lain meliputi konsep, prinsip, standar, peristilahan teknis, dokumen, media, prosedur dan proses yang terkoordinasi dan tertata secara tertib.

Bab ini akan menjelaskan pengetahuan dasar proses akuntansi, yang dimulai dari bukti dasar pembukuan, proses pengolahan data sehingga menghasilkan laporan keuangan. Proses ini seringkali disebut sebagai siklus akuntansi (accounting cycle), yaitu suatu siklus proses yang berjalan dari suatu periode akuntansi ke periode akuntansi berikutnya. Mulai dari neraca awal, dilanjutkan dengan pembukuan atau pencatatan transaksi dan kejadian selama suatu periode sampai dengan penyusunan laporan keuangan akhir periode, dan kemudian mulai lagi dengan periode akuntansi berikutnya.

Proses ini dapat dikerjakan secara manual atau dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga lebih cepat dan akurat. Saat ini, hamper semua entitas telah menggunakan perangkat lunak akuntansi, mulai dari sangat kompleks dengan berbagai fungsionalitas hingga yang masih sederhana. Namun, jika dilihat dari proses akuntansinya, pada dasarnya sama saja. Bab ini akan menjelaskan proses akuntansi tersebut, sehingga dapat diperoleh pemahaman, apa yang dilakukan oleh suatu perangkat lunak akuntansi.

Terminologi Dasar Proses Akuntansi

Sebagai persyaratan pokok untuk dapat mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan, seni, ketrampilan, maupun keahlian, pertama-tama tentu harus memahami dengan baik terminology dasar yang lazim digunakan dalam objek pelajaran. Beberapa terminologi dasar akuntansi yang perlu dipahami dengan baik adalah seperti dijelaskan berikut ini:

Entitas (Entity) : Entitas atau entitas akuntansi adalah unit pelaporan, yang menyusun laporan akuntansi, yaitu suatu  obyek yang menjadi pusat suatu laporan akuntansi disusun. Entitas akuntansi dapat merupakan suatu perusahaan, anak perusahaan, cabang, unit kegiatan, proyek, maupun organisasi nirlaba.

Transaksi (Transaction) : adalah kejadian yang melibatkan dua atau lebih pihak yang mempunyai dampak ekonomi dan keuangan. Misalnya jual-beli, pinjam-meminjam, sewa-menyewa, mengikat kontrak perjanjian, menerima dan membayar, dan lain-lain. Untuk tujuan proses akuntansi, transaksi digolongkan atas beberapa kegiatan usaha yang lazim terjadi pada suatu jenis usaha tertentu. Misalnya untuk suatu perusahaan dagang, kegiatan pokok yang berdampak keuangan yang menjadi obyek proses akuntansi adalah sebagai berikut:

  • Penerimaan uang
  • Pengeluaran uang
  • Penjualan
  • Pembelian
  • Lain-lain

Kejadian (Event): adalah peristiwa yang terjadi dalam internal entitas yang mempunyai dampak ekonomi dan keuangan bagi entitas. Misalnya proses produksi, turunnya nilai suatu aset karena susut, rusak, atau usang, perubahan kurs valuta asing, kebakaran, kebanjiran, gempa bumi, dan lain-lain.

Akun (Account): adalah wadah untuk mencatat dampak setiap transaksi dan kejadian atas rincian setiap unsur aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Akun tersusun dan diberikan kode secara sistematis dalam suatu daftar perkiraan atau daftar akun (chart of accounts). Akun dapat dikatakan merupakan sel yang membentuk organ laporan akuntansi. Beberapa contoh akun yang paling sering dikenal dalam sistem dan laporan akuntansi suatu perusahaan : kas, piutang usaha, persediaan, liabilitas, modal saham, pendapatan usaha, gaji karyawan, dan lain sebagainya.

Akun Posisi Keuangan/Neraca (Financial Position/Balance Sheet/Real Account): adalah akun-akun yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan (neraca) yakni: aset, liabilitas, dan ekuitas.

Akun Laba Rugi (Income Statement/Nominal Account): adalah akun yang dilaporkan dalam laporan laba rugi yaitu pendapatan dan beban,termasuk keuntungan dan kerugian.

Akun laba rugi komprehensif (Comprehensife Income Account): adalah akun yang dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif, yang meliputi akun laba rugi dan akun penghasilan komprehensif lain.

Akun penghasilan komprehensif lain (Other Comprehensife Income Account): adalah akun yang dilaporkan sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain, yaitu kenaikan dan penurunan ekuitas yang tidak dilaporkan dalam laba rugi, yang meliputi akun selisih surplus revaluasi aset tetap, keuntungan dan kerugian aktuarial, selisih translasi laporan keuangan, bagian efektif lindung nilai arus kas dan selisih penilaian aset keuangan tersedia untuk dijual.

Ayat Jurnal (Journal Entries): adalah pembukuan paling dasar yang dilakukan atas suatu transaksi atau kejadian. Dalam tata buku berpasangan, jurnal dilakukan dengan mendebit dan mengkredit pasangan akun dalam keseimbangan jumlah debit dan kredit.

Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries): adalah ayat jurnal yang dilakukan ketika penutupan buku untuk memutahirkan data atau pembukuan agar laporan keuangan dapat tersusun lebih akurat sesuai dengan keadaan untuk periode dan pada tanggal pelaporan.

Ayat Jurnal Koreksi (Correcting Entries): adalah ayat jurnal yang dilakukan untuk memperbaiki sesuatu kesalahan pembukuan yang telah dilakukan.

Ayat Jurnal Penutup (Closing Entries):  adalah ayat jurnal yang dilakukan untuk menutup semua akun laba rugi dalam proses perhitungan laba rugi selama suatu periode tertentu. Dengan demikian, semua akun laba rugi untuk periode yang bersangkutan akan bersaldo nihil, dan siap untuk mulai membukukan pendapatan dan beban untuk periode usaha yang baru.

Ayat Jurnal Balik (Reversing Entries): adalah ayat jurnal yang dilakukan untuk mengembalikan ayat jurnal penyesuaian yang telah dilakukan ketika penutupan buku. Ayat jurnal balik, tidak mutlak perlu dilakukan dan hanya dilakukan dalam keadaan tertentu bila dipandang perlu setelah selesainya penyusunan laporan keuangan.

Jurnal (Journal): sering juga disebut sebagai Buku Harian, yaitu wadah dimana setiap kejadian atau transaksi pertama-tama dibukukan. Ikhtisar pembukuan jurnal kemudian diteruskan (di-posting) ke buku besar dan buku tambahan.

Posting: adalah pemindahan data pembukuan dari jurnal ke buku besar dan atau buku tambahan.

Buku Besar (Ledger/General Ledger): adalah kumpulan akun aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban, baik berbentuk buku, kumpulan kartu, atau cetakan computer (computer print-out).

Buku Tambahan (Subsidiary Ledger/Subledger): adalah media berbentuk buku, kumpulan kartu, atau cetakan computer (computer print-out) untuk memperinci suatu akun tertentu dari buku besar. Akun yang dirinci sering juga disebut sebagai akun control (controlling account). Contohnya: piutang usaha dibuku besar (sebagai controlling account), di rinci lebih lanjut dalam buku tambahan Piutang Usaha atas masingmasing debitur: A, B, C, dan seterusnya.

Neraca Percobaan (Trial Balance): Pengertian neraca disini sebenarnya dimaksudkan sebagai lajur keseimbangan. Neraca percobaan adalah suatu kertas kerja dengan lajur berpasangan, debit dan kredit, untuk menguji keseimbangan pembukuan yang telah dilakukan selama suatu periode tertentu. Neraca percobaan disusun berdasarkan nilai (angka) yang diambil dari akun buku besar.

Neraca Percobaan Setelah Disesuaikan (Adjusted Trial Balance): adalah neraca percobaan yang disusun kembali setelah dimasukkan juga ayat jurnal penyesuaian.

Neraca Percobaan Setelah Ayat Jurnal Penutup (Post Closing Trial Balance): adalah neraca percobaan yang disusun setelah dilakukan ayat jurnal penutup. Neraca percobaan ini disusun untuk menguji kebenaran keseimbangan debit dan kredit neraca dan laporan laba rugi yang akan disusun.

Laporan Keuangan (Financial Statements): adalah laporan utama yang dihasilkan dari suatu proses akuntansi yang terdiri atas : laporan posisi keuangan (neraca), laporan laba rugi komprehensif, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, catatan atas laporan keuangan, dan laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif, penyajian kembali atau mereklasifikasi pos-pos dalam laporanĀ  keuangan.

Bersambung Bagian Kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *