SIKLUS AKUNTANSI (Bagian Kedua)

Persamaan Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi diatas menjelaskan bahwa aset merupakan sumberdaya yang dimiliki atau di investasikan entitas, sedangkan liabilitas dan ekuitas merupakan sumber pendanaan atas aset tersebut. Mirip dengan dua sisi dari satu mata uang, dimana nilai aset yang dimiliki atau di investasikan tentu harus sama pula dengan nilai total sumber pendanaannya.

Misalnya anda ingin berusaha sebagai konsultan manajemen, dan untuk itu anda memerlukan modal kerja sebesar Rp. 100.000.000. Bila untuk membelanjai modal kerja tersebut, anda menyetor tunai dari uang tabungan sendiri sejumlah Rp. 70.000.000, dan sisanya Rp. 30.000.000 dari pinjaman Bank, maka penyetoran modal awal tersebut dapat digambarkan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut.

Bila ternyata selama bulan pertama Anda dapat menghasilkan honorarium konsultasi sejumlah Rp. 80.000.000 dan mengeluarkan biaya operasi sejumlah Rp. 30.000.000, maka anda telah menghasilkan laba usaha selama bulan pertama sebesar Rp. 50.000.000. Bila laba tersebut anda tidak mengambilnya untuk dikonsumsi, dan disimpan dalam kantor konsultan anda, maka akan menambah modal usaha sebesar Rp. 50.000.000.

Persamaan dasar diatas yang semula hanya memuat tiga unsur neraca : aset, liabilitas, dan ekuitas, dapat diperluas dengan memasukkan dua unsure laporan laba rugi yakni pendapatan (revenue atau income)  dan beban (expense). Dengan demikian persamaan dasar akuntansi dapat dimodifikasi menjadi sebagai berikut:

Bila kita lengkapi persamaan akuntansi dalam kasus diatas maka akan tampak sebagai berikut:

Tata Buku Berpasangan (Double Entry Bookkeeping)

Ilusfrasi di atas adalah yang paling sederhana. Dalam kenyataan dunia  usaha, jumlah transaksi dan kejadian lazimnya adalah sangat banyak dan sangat kompleks. Pencatatan, pembukuan, dan perhitungan tentunya menjadi sangat kompleks dan rumit. Untuk mengatasi kerumitan tersebut, kemudian ditemukan metode tata buku berpasangan (double entry bookkeeping).

Penemuan metode tata buku berpasangan sering dipersamakan dengan penemuan “0” dalam ilmu berhitung, dianggap berperan sangat besar dalam memajukan peradaban manusia. Tata buku berpasangan berlandaskan pada pemberian pengertian pasangan Debit dan Kredit. Memang pasangan “debit” dan “kredit” telah memudahkan dan menyederhanakan pencatatan setiap transaksi dan kejadian dan dampaknya atas kelima unsure laporan keuangan yaitu : aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.

Debit dan Kredit

Metode tata buku berpasangan terancang berdasarkan atas perjanjian atau konvensi penggunaan symbol debit dan kredit. Penjelasan tentang debit dan kredit dapat didasarkan atas persamaan dasar akuntansi yang telah kita kenal.

GAMBAR : ARUS PENYARINGAN DATA MENJADI LAPORAN KEUANGAN

GAMBAR : SIKLUS AKUNTANSI

Bersambung Bagian Ketiga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *