LAPORAN KEUANGAN (Bagian Pertama)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang :

  1. Tujuan dan ruang lingkup PSAK 1 (revisi 2013) Penyajian Laporan Keuangan
  2. Beberapa definisi peristilahan akuntansi
  3. Tujuan Laporan Keuangan
  4. Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
  5. Karakteristik Umum Laporan Keuangan
  6. Komponen Laporan Keuangan Lengkap
  7. Laporan Keuangan Intern
  8. Laporan Keuangan Perusahaan dalam Pengembangan, dan
  9. Perbedaan PSAK dan IFRS mengenai Penyajian Laporan Keuangan

Rujukan

  • PSAK 1 (2014) Penyajian Laporan Keuangan
  • PSAK 2 (2014) Laporan Arus KAs
  • PSAK 3 (2014) Laporan Keuangan Intern
  • PSAK 25 (2014) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
  • ISAK 17 (2014) Laporan Keuangan Intern dan Penurunan Nilai
  • Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7 Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik
  • Peraturan Bapepam dan LK No. X.K.2 Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik

Setelah membahas teknis penyusunan laporan keuangan, pada Bab ini akan dibahas cara penyajian laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Pembahasan terutama didasarkan pada PSAK 1 (2014) Penyajian Laporan Keuangan, serta peraturan yang terkait.

IAS 1 Presentation of Financial Statements (2012)

Pada bulan September 2007 IASB telah merevisi IAS 1 dan mulai efektif berlaku untuk tahun buku dimulai 1 Januari 2009 atau lebih dini dengan penjelasan. Pertimbangan merevisi IAS 1 adalah sebagai berikut :

  1. Mengelompokkan informasi berdasarkan persamaan karakter.
  2. Mengadaptasi FASB Statement No. 130 Statement of Comprehensive Income.
  3. Menyempurnakan dan menata ulang IAS 1 agar lebih mudah dipahami.

Pertimbangan pertama khususnya berkaitan dengan perubahan ekuitas atau aset neto, yaitu memisahkan secara jelas perubahan ekuitas yang semata-mata disebabkan karena transaksi entitas dengan pemilik (owners) dan yang berkaitan dengan hasil usaha. Pemisahan secara jelas tersebut memang semakin diperlukan mengingat peran pasar modal semakin penting dalam kehidupan ekonomi global, informasi yang transparan dan tidak menyesatkan semakin diperlukan. Pertimbangan kedua menunjukkan bahwa dalam rangka konvergensi terhadap IAS/IFRS, pengaruh US-GAAP sangat dominan terhadap IAS/IFRS. Sedangkan pertimbangan ketiga menunjukkan suatu usaha untuk mencapai salah satu kualitas yang harus dipenuhi laporan keuangan yaitu “dapat dipahami” (understandability).

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka telah dilakukan beberapa revisi penting atas IAS 1 yang intinya diuraikan dibawah ini. Perubahan ekuitas atau aset neto pada dasarnya berasal dari dua sebab utama, yaitu yang berkaitan dengan pemilik (owners), dan yang sehubungan  dengan kegiatan usaha. Kedua sebab perubahan ekuitas tersebut masing-masing harus dilaporkan dalam laporan terpisah.

Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 1 (Revisi 2013) Penyajian Laporan Keuangan

Selain Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (selanjutnya disebut Kerangka Dasar), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ini, PSAK 1 merupakan dasar utama yang harus diacu untuk menyusun   laporan keuangan untuk entitas yang sarat akuntabilitas publik. Berdasarkan Kerangka Dasar, PSAK 1 memberikan rujukan dan penjelasan lebih rinci untuk diaplikasikan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan secara wajar, transparan dan tidak menyesatkan.

Tujuan PSAK 1

Menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements), yaitu untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan, agar dapat diperbandingkan antar periode, atau dengan entitas lain. Serta memberikan pengaturan mengenai persyaratan penyajian, struktur, dan komponen minimal isi dan struktur laporan keuangan.

Ruang Lingkup PSAK 1

PSAK 1 berlaku untuk semua entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, termasuk entitas yang menyajikan laporan keuangan konsolidasi sebagaimana diatur dalam PSAK 65 Laporan Keuangan Konsolidasian.

PSAK ini tidak wajib bagi entitas tanpa akuntabilitas publik(ETAP). Untuk ETAP, DSAK-IAI telah menerbitkan secara khusus SAK ETAP yang menjadi dasar penyajian dan penyusunan Laporan Keuangan ETAP. Namun, jika suatu ETAP memilih untuk menerapkan pengaturan dalam PSAK, maka ETAP tersebut harus menerapkan PSAK secara keseluruhan, termasuk menerapkan PSAK 1 sebagai dasar untuk penyajian dan penyusunan laporan keuangannya.

PSAK ini tidak berlaku bagi entitas syariah. Untuk entitas syariah, DSAS-IAI telah menerbitkan SAK Syariah, termasuk PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

PSAK 1 ini juga berlaku untuk perusahaan yang masih dalam tahap pengembangan. Pada saat berlakunya PSAK 1 ini, sekaligus juga menggantikan PSAK 6 Akuntansi dan Pelaporan bagi Perusahaan dalam Tahap Pengembangan.

Gambar 4-1 Ruang Lingkup PSAK 1

(Bersambung …)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *