LAPORAN KEUANGAN (Bagian Ketiga)

Laporan Laba Rugi Komprehensif (Statement of Comprehensif Income)

PSAK 1 memperkenalkan laporan laba rugi komprehensif yaitu laporan memberikan informasi mengenai kinerja entitas yang menimbulkan perubahan pada jumlah ekuitas entitas, yang bukan berasal dari transaksi dengan atau kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, misalnya setoran modal atau pembagian deviden.

Laba rugi komprehensif terdiri dari :

  • Laba rugi
  • Penghasilan komprehensif lainnya

Laba Rugi

Laba rugi memberikan informasi mengenai pendapatan, beban, dan laba rugi suatu entitas selama suatu periode tertentu. Laporan ini memberikan informasi mengenai hasil bersih entitas, sama dengan jumlah laba bersih yang dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi yang selama ini dikenal.

Tanggungjawab atas Laporan Keuangan

PSAK 1 paragraf 14a menyebutkan bahwa manajemen bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas.

Pernyataan tersebut adalah sejalan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 seperti tersebut pada :

Pasal 67

  • Laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) ditandatangani oleh semua anggota Direksi dan semua anggota Dewan Komisaris yang menjabat pada tahun buku yang bersangkutan dan disediakan oleh kantor Perseroan sejak tanggal panggilan RUPS untuk dapat diperiksa oleh pemegang saham
  • Dalam hal terdapat anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang tidak ditandatangani laporan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang bersangkutan alasannya secara tertulis, atau alas an tersebut dinyatakan oleh Direksi dalam surat tersendiri yang dilekatkan dalam laporan tahunan
  • Dalam hal terdapat anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang tidak menandatangani laporan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan tidak memberikan alas an secara tertulis, yang bersangkutan dianggap telah menyetujui isi laporan tahunan.

Pasal 69

  • Dalam hal laporan keuangan yang disediakan ternyata tidak benar dan/atau menyesatkan, anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng bertanggungjawab terhadap pihak yang dirugikan.

Materialitas dan Penggabungan

PSAK 1 paragraf 29 menyebutkan :

“Entitas menyajikan secara tersendiri setiap kelas pos serupa yang material. Entitas menyajikan secara tersendiri pos yang memiliki sifat atau fungsi tidak serupa kecuali pos tersebut tidak material”.

Selanjutnya PSAK 1 mendefinisikan materian sebagai :

Kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama, dapat mempengaruhi keputusan ekonomik pengguna laporan keuangan. Materialitas bergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atay kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memperhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan keuangan tersebut, atau gabungan dari keduanya dapat menjadi faktor penentu.

Periode Laporan Keuangan Interim yang Harus Disajikan

Agar laporan laba rugi komprehensif interim lebih informative dan lebih berdaya guna untuk evaluasi dan prediksi, perlu diperbandingkan dengan periode sebelumnya. Perbandingan dengan periode mana akan memberikan makna informasi yang berbeda. PSAK 3 mengatur periode perbandingan untuk laporan keuangan interim sebagai berikut:

Jika entitas menyajikan laporan keuangan interim kuartal pertama tahun 2015 (Jan-Mar 2015), maka periode yang disajikan adalah sebagai berikut :

Jika entitas menyajikan laporan keuangan interim untuk semester pertama 2015 (Jan-Jun 2015), maka periode yang disajikan adalah sebagai berikut :

Sedangkan jika entitas menyajikan laporan keuangan interim untuk kuartal kedua 2015 (Apr-Jun 2015), maka periode yang disajikan adalah sebagai berikut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *