PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Kedua)

Definisi Instrumen Keuangan

Aset Keuangan

Menurut PSAK 50, aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk:

1.        Kas, seperti mata uang lokal dan asing dan deposito dibank;

2.        Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain, seperti investasi saham pada entitas yang terdaftar di bursa;

3.        Hak kontraktual;

  • Untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain, seperti piutang usaha dan wesel tagih; atau
  • Untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut, seperti obligasi konversi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversi obligasi tersebut dengan kepemilikan saham pada entitas penerbit obligasi dan sebaliknya menimbulkan kewajiban kontraktual bagi penerbit obligasi untuk menyerahkan saham kepada pemegang obligasi; atau

4.        Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrument ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:

  • Nonderivatif dimana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas, seperti kontrak untuk menerima jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas entitas yang setara dengan 10 kg emas; atau
  • Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.  Untuk tujuan ini, instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk instrument yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut dimasa depan.

Kas adalah bagian dari aset keuangan, sebab kas merupakan alat tukar dan dasar bagi pengakuan dan pengukuran seluruh transaksi dalam laporan keuangan. Setoran tunai pada bank atau institusi serupa juga merupakan aset keuangan, sebab setoran tunai memberikan hak kontraktual bagi deposan untuk memperoleh kas dari institusi tersebut atau melakukan penarikan melalui cek atau instrument serupa untuk melunasi liabilitas keuangannya kepada kreditur.

Aset keuangan yang mencerminkan hak kontraktual untuk menerima atau mempertukarkan sejumlah kas atau aset keuangan lainnya dimasa depan, antara lain adalah piutang usaha, wesel tagih, pinjaman yang diberikan, investasi dalam obligasi, Aset derivatif, dan investasi saham.

Beberapa aset keuangan memenuhi definisi aset keuangan berdasarkan PSAK 50 tetapi pengakuan dan pengukurannya tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 55 yaitu antara lain saham yang diterbitkan entitas, aset dan liabilitas yang timbul dari kontrak sewa, investasi saham pada anak entitas, investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, aset yang timbul dari program imbalan kerja (employee benefit plans), aset yang timbul dari transaksi pembayaran berbasis saham, aset yang timbul dari kontrak asuransi dan lain-lain. Ada beberapa aset dan liabilitas yang pengakuan dan pengukurannya tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 55 tetapi dalam hal pengungkapannya mengikuti aturan PSAK 60 seperti aset dan liabilitias yang timbul dari kontrak sew).

Liabilitas Keuangan

Menurut PSAK 50, liabilitas keuangan adalah setiap liabilitas yang berupa:

  1. Liabilitas kontraktual:
  2. Untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain, seperti utang dagang dan pinjaman yang diterima; atau
  3. Untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas tersebut, seperti opsi tertulis;
  4. Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu :
  5. Nonderivatif dimana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas. Contoh : Sebuah kontrak untuk membeli 1.000 ton emas yang diselesaikan dengan menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas yang setara dengan 1.000 ton emas; atau
  6. Derivative yang akan diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrument ekuitas yang diterbitkan entitas. Contoh: Kewajiban entitas dibawah kontrak forward untuk membeli kembali sejumlah sahamnya sendiri yang setara dengan Rp. 1 miliar.

Tabel 7-1 Reklasifikasi Instrumen Keuangan

Gambar 7-2 Evaluasi Penurunan Nilai

Tabel 7-2 Reklasifikasi Instrumen Keuangan

Gambar 7-3 Skema Penghentian Pengakuan

Tabel 7-3 Peristiwa yang Tidak Memenuhi Kriteria Penghentian Pengakuan

Gambar 7-4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *