Pemerintah debt switch 10 surat utang senilai Rp 2,12 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaksanakan lelang pembelian kembali Surat Utang Negara (SUN) dengan cara penukaran (debt switch).

Dengan mekanisme Many to Many dengan menggunakan fasilitas MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System) trading platform, pemerintah memenangkan Rp 2,12 triliun dari debt switch tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menyebut, peserta lelang menawarkan sepuluh dari obligasi negara dari sebelas seri yang ditawarkan oleh pemerintah. Jumlah penawaran yang disampaikan peserta lelang sebesar Rp 4,77 triliun.

“Dalam rangka pengelolaan portofolio SUN dan memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif pasca pengumuman penurunan Fed  fund rate, pemerintah melakukan debt switch ini,” terang Luky dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Minggu (22/9).

DJPPR menjelaskan, ada beberapa hal positif dari pelaksanaan debt switch tersebut. Pertama, terdapat perpanjangan tenor seri SUN yang ditukar dari 2,68 tahun menjadi 7,99 tahun dengan rata-rata perpanjangan tenor sebesar 5,13 tahun.

Kedua, terdapat penurunan rata-rata tertimbang kupon dari 10,37% menjadi 6,6% dari total seri SUN yang dimenangkan.

Ketiga, terdapat pengurangan seri-seri yang kurang likuid di pasar SUN melalui penukaran dengan seri-seri yang lebih likuid sebesar Rp 2,12 triliun.

Terdapat delapan SUN yang ditukarkan (source bonds) yaitu FR0031 yang jatuh tempo pada 15 November 2020, FR0034 dan FR0053 yang jatuh tempo pada 2021, serta FR0035, FR0043, dan FR0061 yang jatuh tempo pada 2022.

Ada juga FR0046 yang jatuh tempo pada 2023, serta FR0044 ang jatuh tempo pada 2024.

Kedelapan SUN tersebut ditukar dengan obligasi penukar (destination bonds) pada tiga seri yaitu FR0081 jatuh tempo 2025, FR0082 jatuh tempo 2030, dan FR0076 jatuh tempo 2048.

“Setelmen hasil pelaksanaan lelang akan dilaksanakan pada tanggal 24 September 2019 sesuai dengan peraturan yang berlaku.” terang DJPPR.

Berdasarkan penelusuran Kontan.co.id, secara rata-rata utang pemerintah yang memiliki jatuh tempo (debt maturity) 2019-2024 mencapai Rp 333,4 triliun.

Debt switching biasanya menjadi strategi pemerintah mengantisipasi risiko refinancing, lantaran mengurangi porsi utang jatuh tempo dalam 1 dan 5 tahun melalui perpanjangan durasi (lengthening duration).

“Pelaksanaan debt switch direncanakan untuk dilaksanakan secara aktif (lebih sering) di tahun 2019 untuk mendukung strategi lengthening duration,” terang DJPPR dalam laporan Debt Portoflio Review kuartal I-2019.

Di kuartal I-2019, DJPPR telah melakukan lelang debt switch dengan penawaran sebesar Rp 8,45 triliun dan yang dimenangkan sebesar Rp 4,75 triliun. Pemerintah berhasil memindahkan seri-seri SUN yang jatuh tempo antara 2020-2023 ke tahun 2029-2048.

Sumber: Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *