ASET TETAP (Bagian Kedua)

Harga Pembelian

Harga pembelian adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset tetap pada saat perolehan atau konstruksi. Dengan demikian, harga pembelian adalah jumlah yang dibayarkan untuk mendapatkan aset tetap, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan­potongan lain.

Pada pembelian aset tetap secara tunai, mudah untuk menentukan harga pembelian. Namun jika pembayaran kasnya ditangguhkan, maka harga perolehan adalah harga tunai aset pada tanggal pembelian. Perbedaan antara nilai tunai dan pembayaran diakui sebagai beban bunga pada saat pembayaran dilakukan, kecuali biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi jika memenuhi pengaturan dan persyaratan dalam PSAK 26 Biaya Pinjaman.

Ilustrasi 10-2 Biaya yang Dapat Diatribusikan secara Langsung

Ilustrasi10-3·Biaya Pelatihan Karyawan

Ilustrasi 10-4 Biaya Pembongkaran Gedung Lama

Gambar 10-3 Estimasi Biaya Pembongkaran Aset Tetap

Jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :

Gambar 10-5 Periode Kapitalisasi Jika Ada Penghentian Sementara

Ilustrasi 10-6 Biaya Bunga Dikapitalisasi

PT Panca Indonesia membangun gedung bertingkat yang nantinya akan dijadikan kantor utama tempat operasional perusahaan. Pembangunan gedung tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga perusahaan meminjam sejumlah dana pada Bank, dan atas pinjaman tersebut perusahaan harus membayar biaya bunga sebesar 100.000 per bulannya.

Ilustrasi 10-8 Kapitalisasi Biaya Bunga – Pinjaman Umum

Ilustrasi 10-9 Biaya Pembangunan Abnormal

Table 10-1 Nilai Wajar untuk Pertukaran Aset Tetap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *