BI: Cadangan devisa Desember 2019 lebih dari US$ 127 miliar, apa kata ekonom?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan posisi cadangan devisa (cadev) akan meningkat pada Desember 2019. Bahkan, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut posisi cadev bisa lebih tinggi dari US$ 127 miliar.

Sejalan dengan BI, Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja juga memprediksi cadev berpotensi meningkat lebih tinggi ke US$ 127 miliar. Menurutnya, ini disebabkan oleh adanya aliran arus modal asing yang cukup deras pada bulan Desember 2019.

“Serta pembayaran utang luar negeri (ULN) yang cenderung turun pada akhir tahun,” jelas Enrico pada Kontan.co.id, Jumat (3/1).

Selain Enrico, Direktur Riset Center on Reform of Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah juga yakin bahwa cadev pada Desember 2019 bisa lebih dari US$ 127 miliar.

Menurutnya, ini didorong oleh nilai rupiah yang stabil sepanjang tahun 2019 dan cenderung menguat. Hal ini juga terlihat dari rupiah yang mengalami apresiasi sebesar 2,68% di sepanjang tahun 2019. Bahkan, di akhir tahun, rupiah pun ditutup di bawah Rp 13.900, atau lebih rinci di Rp 13.880.

Melihat rupiah yang stabil pada tahun 2019, Piter pun melihat bahwa BI tidak perlu menggunakan cadev untuk menstabilkan nilai rupiah.

“Artinya, pengeluaran cadev tidak terlalu besar dan hanya terbatas untuk pembayaran pokok dan bunga utang pemerintah sehingga akhirnya cadev terakumulasi lebih tinggi selama bulan Desember 2019,” tandasnya.

Sumber: Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *