DJP imbau WP Badan segera lapor reinvestasi PPh dividen agar dibebaskan dari pajak

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau agar wajib pajak (WP) badan segera melaporkan reinvestasi pajak penghasilan (PPh) dividen supaya dibebaskan dari pungutan jenis pajak terkait. 

Adapun batas waktu pelaporannya yakni hingga 30 April 2021 atau bertepatan dengan batas akhir pelaporan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh WP Badan tahun pajak 2020.

Hal tersebut mengingat sebagaimana telah diundangkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.03/2021 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di Bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, serta Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, dengan ini kami sampaikan informasi berikut: 

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Neilmaldrin Noor mengatakan wajib pajak badan yang menerima atau memperoleh penghasilan berupa dividen yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri, penghasilan setelah pajak dari Bentuk Usaha Tetap (BUT) di luar negeri, atau penghasilan dari luar negeri tidak melalui BUT, wajib melakukan investasi di Indonesia dan menyampaikan laporan realisasi investasi agar penghasilan tersebut mendapat pengecualian sebagai objek Pajak Penghasilan (PPh). Terkecuali bagi WP Badan yang menerima atau memperoleh dividen dari dalam negeri tanpa syarat harus diinvestasikan.

Oleh karena itu, dalam Pengumuman Nomor PENG-5/PJ.09/2021, Neilmaldrin mengimbau wajib pajak untuk segera merealisasikan investasinya dan menyampaikan laporan realisasi investasi. Adapun tatacaranya adalah sebagai berikut: 

Laporan realisasi investasi tersebut disampaikan melalui www.pajak.go.id. Wajib pajak melakukan login pada laman tersebut, lalu melakukan aktivasi vitur layanan melalui tab “Profil”, kemudian mencentang eReporting Insentif Covid-19, selanjutnya klik tombol Ubah Fitur Layanan. 

Kemudian, wajib pajak akan secara otomatis logout, kemudian dapat melakukan login kembali, lalu memilih tab Layanan, dan selanjutnya memilih eReporting Insentif Covid-19.

“Apabila wajib pajak menyampaikan laporan realisasi investasi melewati batas waktu, maka dividen atau penghasilan lain tersebut akan dikenai pajak sejak diterima atau diperoleh,” ujar Neilmaldrin sebagaimana Pengumuman Nomor PENG-5/PJ.09/2021.

Neilmaldrin menegaskan batas waktu pelaporan yakni 31 Maret 2021 dan 30 April 2021 tersebut tidak dapat diperpanjang karena adanya hari libur nasional atau hari Sabtu dan Minggu, mengingat pelaporan tersebut dapat dilakukan secara daring (online).

Sumber: Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *