Jika PPKM Darurat diperpanjang, ini dampaknya bagi ekonomi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terhadap perekonomian, tidak lebih dalam jika dibandingkan dengan dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun 2021. 

Sebab, beberapa sektor esensial yang diperbolehkan untuk beroperasi dengan protokol kesehatan.

Selain itu, dari sisi penanganan kesehatan dengan didukung akselerasi program vaksinasi dan penguatan testing, tracing, dan treatment (3T), Josua berharap akan mendorong untuk melandaikan kasus harian Covid-19 dan menekan kasus aktif. 

Dari sisi jaring pengaman sosial, pemerintah juga melakukan perpanjangan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), perpanjangan stimulus program ketengalistrikan, percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, percepatan penyaluran  Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako yang diharapkan akan membatasi penurunan konsumsi masyarakat. 

Di sisi lain, meskipun insentif usaha merupakan salah satu bagian yang dikurangi proporsinya untuk kesehatan dan bantuan sosial, kata Josua pemerintah perlu mengakselerasi penyerapan dari insentif usaha di kuartal III-2021. Tujuannya agar pelaku usaha tidak terdampak lebih jauh dan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang signifikan.

“Sektor-sektor yang sangat terdampak dari kebijakan ini di antaranya adalah pariwisata, ritel, hingga transportasi udara,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Sabtu (17/7).

Josua mengingatkan perluasan cakupan PPKM darurat di luar pulau Jawa-Bali diperkirakan dampaknya akan jauh lebih signifikan terhadap ekonomi setempat. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah perlu lebih serius dan ketat dalam penanganan PPKM darurat agar wabah tidak meluas ke daerah lain.

Di sisi lain, apabila pemerintah dapat melandaikan kasus harian Covid-19 nasional sesuai dengan jadwal awal yakni 3-20 Juli, maka pemulihan ekonomi diperkirakan akan lebih cepat terealisasi. 

Namun demikian, apabila kasus harian belum juga menurun signifikan dalam periode tersebut, maka pemerintah dimungkinkan untuk memperpanjang masa PPKM Darurat hingga 6 pekan. 

Apabila PPKM darurat diputuskan untuk diperpanjang hingga 6 pekan dari jadwal awal 18 hari, maka diharapkan kasus COVID-19 akan lebih terkelola dan penurunan kasus akan lebih signifikan. 

Josua memproyeksikan, apabila perpanjangan PPKM Darurat hingga 6 minggu akan mendorong penurunan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun 2021 sebesar 0,5%-1% dari proyeksi baseline

“Namun jika penanganan Covid -19 belum cukup optimal hingga 6 minggu, maka PPKM Darurat berpotensi untuk diperpanjang lebih lama dari 6 minggu. Dengan demikian, akan berdampak pada perlambatan ekonomi yang lebih signifikan lagi pada tahun 2021 ini,” kata Josua.

Sumber: Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *