E-commerce jadi sumber baru penggerak ekonomi di era pandemi

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Pandemi Covid-19 semakin mengubah pola konsumsi masyarakat ke sektor digital, yakni berbelanja secara daring. Transaksi e-commerce tahun ini pun bakal moncer dan bisa jadi sumber baru penggerak ekonomi.

Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, nilai transaksi e-commerce tahun ini mencapai Rp 395 triliun. Angka ini melonjak 48,4% year on year (yoy), dan lebih tinggi dibanding proyeksi BI sebelumnya sebesar Rp 370 triliun.

“Meningkatnya prediksi ini seiring dengan peningkatan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring. Hal ini bisa meningkatkan transaksi ekonomi dan keuangan digital, kata dia, Kamis (22/7) lalu. 

Perry menambahkan, proyeksi yang lebih tinggi itu juga sejalan dengan pencapaian manis penjualan e-commerce pada semester I 2021. BI mencatat, nilai transaksi e-commerce di paruh pertama tahun ini sebesar Rp 186,75 triliun atau melesat 63,36% yoy. 

Penjualan e-commerce memang meningkat pesat dari tahun ke tahun. Mengutip data BI, lonjakan transaksi e-commerce mulai 2017 lalu.

Tahun 2017, transaksi e-commerce tercatat Rp 42,2 triliun. Lalu, melejit 150,24% yoy menjadi Rp 105,6 triliun pada 2018. Lantas, angkanya jadi Rp 266 triliun di 2020.

Kenaikan transaksi di platform digital tak lepas dari digitalisasi sistem pembayaran serta peningkatan preferensi dan akseptasi masyarakat atas teknologi digital.

Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) optimistis, nilai transaksi e-commerce di 2021 bisa melejit sesuai perkiraan BI. Ketua Umum IdEA Bima Laga mengatakan, hal ini seiring dengan preferensi masyarakat yang lebih tinggi untuk belanja daring.

“Kami yakin sudah terjadi peralihan ke belanja online selama ini, ujarnya, Jumat (23/7). 

Meski begitu, Bima tak menampik, perubahan perekonomian masyarakat terlihat. Terutama, karena ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlanjut ke PPKM Level 4. Kebijakan ini menggerus daya beli konsumen. 

Makanya, dia berharap, PPKM Level 4 benar-benar bisa segera berakhir dan efektif dalam menurunkan kasus harian Covid-19. Sehingga, kesehatan dan perekonomian masyarakat kembali pulih.

Jadi momentum

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy melihat, pandemi Covid-19 jadi momentum bagi sektor e-commerce untuk mendongkrak transaksi. Walaupun di sisi lain, butuh waktu lima hingga 10 tahun agar kontribusi sektor e-commerce ke produk domestik bruto (PDB) makin besar.

Meski begitu, saat ini, keberadaan e-commerce cukup membantu pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air. “Dengan demikian, secara tidak langsung e-commerce turut menggerakkan perekonomian dalam negeri,” kata Yusuf.

Sumber: Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *