LAPORAN KEUANGAN (Bagian Kedua)

Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan dapat diakatakan sebagai suatu penyajian yang terstruktur tentang posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.

Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam membuat keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga merupakan wujud pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka dalam mengelola suatu entitas. Dengan demikian laporan keuangan tidak dimaksudkan untuk tujuan khusus, misalnya dalam rangka likuiditas entitas atau menentukan nilai wajar entitas untuk tujuan merger dan akuisisi. Juga tidak disusun khusus untuk memenuhi kepentingan suatu pihak tertentu saja misalnya pemilik mayoritas. Pemilik adalah pemegang instrument yang diklarifikasikan sebagai ekuitas.

Continue reading “LAPORAN KEUANGAN (Bagian Kedua)”

LAPORAN KEUANGAN (Bagian Pertama)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang :

  1. Tujuan dan ruang lingkup PSAK 1 (revisi 2013) Penyajian Laporan Keuangan
  2. Beberapa definisi peristilahan akuntansi
  3. Tujuan Laporan Keuangan
  4. Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
  5. Karakteristik Umum Laporan Keuangan
  6. Komponen Laporan Keuangan Lengkap
  7. Laporan Keuangan Intern
  8. Laporan Keuangan Perusahaan dalam Pengembangan, dan
  9. Perbedaan PSAK dan IFRS mengenai Penyajian Laporan Keuangan

Rujukan

  • PSAK 1 (2014) Penyajian Laporan Keuangan
  • PSAK 2 (2014) Laporan Arus KAs
  • PSAK 3 (2014) Laporan Keuangan Intern
  • PSAK 25 (2014) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
  • ISAK 17 (2014) Laporan Keuangan Intern dan Penurunan Nilai
  • Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7 Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik
  • Peraturan Bapepam dan LK No. X.K.2 Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik

Setelah membahas teknis penyusunan laporan keuangan, pada Bab ini akan dibahas cara penyajian laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Pembahasan terutama didasarkan pada PSAK 1 (2014) Penyajian Laporan Keuangan, serta peraturan yang terkait.

Continue reading “LAPORAN KEUANGAN (Bagian Pertama)”

Kurs Pajak Pekan Ini, 21Agustus-27Agustus 2019

Bisnis.com, JAKARTA — Kurs pajak untuk periode 21 Agustus-27 Agustus 2019 sebagian besar mata uang mengalami penurunan dibandingkan pekan lalu.

Namun nilai kurs pajak terhadap dolar Amerika Serikat tercatat naik Rp2 per dolar AS dibandingkan dengan pekan lalu, menjadi Rp14.255 per dolar AS.

Selain terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan kurs juga terjadi terhadap poundsterling, yakni menjadi Rp17.252,01 per poundsterling.

Sementara itu, kurs pajak terhadap Euro ditetapkan senilai Rp15.850,77 per euro. Kurs pajak tersebut turun Rp109,17 per euro dibandingkan pekan lalu yang berada di level Rp15.959,94 per euro.

Kurs pajak terhadap dolar Singapura juga tercatat turun Rp20,40 per dolar Singapura, menjadi Rp10.282,92 per dolar Singapura.

Ketentuan kurs pajak tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 37/MK.10/2019 tertanggal 20 Agustus 2019.

Continue reading “Kurs Pajak Pekan Ini, 21Agustus-27Agustus 2019”

Menakar efektifitas OSS sebagai obat masalah perizinan investasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah sudah membentuk sistem perizinan terpadu dalam jaringan Online Single Submission (OSS) sebagai jurus pemangkas masalah perizinan investasi.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Leidy Novanda mengatakan sejak 9 Juli 2018 sampai 12 Agustus 2019, kinerja OSS cukup positif.

Adapun Izin yang tercatat dalam OSS di periode tersebut mencakup penerbitan Nomor Induk Bisnis (NIB) sebanyak 540.000, izin usaha mencapai lebih dari 495.000, dan izin operasional atau komersial lebih dari 395.000.

Leidy bilang melihat jumlah pengguna OSS semakin bertambah, masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki, khususnya dalam hal pengembangan sistem OSS untuk melayani pelaku usaha.

“Kami akan terus meningkatkan efektifitas pelayanan OSS, terbaru BKPM mengembangkan sistem menuju OSS versi 1.1,” kata Leidy kepada Kontan.co.id, Selasa (13/8).

Di sisi lain, Kepala BKPM Thomas Lembong menilai salah satu keluhan yang coba diperbaiki adalah menumpuknya antrian layanan OSS di PTSP Pusat BKPM yang seharusnya dengan adanya sistem online tidak perlu datang langsung ke BKPM.

Continue reading “Menakar efektifitas OSS sebagai obat masalah perizinan investasi”

SIKLUS AKUNTANSI (Bagian Kedua)

Persamaan Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi diatas menjelaskan bahwa aset merupakan sumberdaya yang dimiliki atau di investasikan entitas, sedangkan liabilitas dan ekuitas merupakan sumber pendanaan atas aset tersebut. Mirip dengan dua sisi dari satu mata uang, dimana nilai aset yang dimiliki atau di investasikan tentu harus sama pula dengan nilai total sumber pendanaannya.

Misalnya anda ingin berusaha sebagai konsultan manajemen, dan untuk itu anda memerlukan modal kerja sebesar Rp. 100.000.000. Bila untuk membelanjai modal kerja tersebut, anda menyetor tunai dari uang tabungan sendiri sejumlah Rp. 70.000.000, dan sisanya Rp. 30.000.000 dari pinjaman Bank, maka penyetoran modal awal tersebut dapat digambarkan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut.

Continue reading “SIKLUS AKUNTANSI (Bagian Kedua)”

SIKLUS AKUNTANSI (Bagian Pertama)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan mahasiswa dapat :

  1. Persamaan akuntansi (accounting equation)
  2. Tata buku berpasangan (double entry bookkeeping)
  3. Siklus akuntansi (accounting cycle)
  4. Transaksi dan kejadian (transactions and events)
  5. Ayat jurnal (journal entries)
  6. Fungsi dan peran buku besar (ledger)
  7. Penyusunan neraca percobaan (trial balance)
  8. Fungsi ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries)
  9. Fungsi kertas kerja (worksheet)
  10. Fungsi ayat jurnal penutup (closing entries) dan
  11. Fungsi ayat jurnal balik (reversing entries)

Rujukan

PSAK 1 (2014) penyajian Laporan Keuangan

Pendahuluan

Akuntansi sebagai sistem yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang relevan bagi berbagai pihak yang berkepentingan, mempunyai disiplin tersendiri yang harus dipahami dengan baik, untuk dapat memproses data menjadi informasi akuntansi secara efektif dan efisien.

Akuntansi sebagai suatu sistem informasi keuangan sebagaimana kelaziman suatu sistem, mempunyai tujuan, unsur-unsur yang terkelola menurut tata cara tertentu untuk mencapai tujuan tersebut. Unsur-unsur tersebut antara lain meliputi konsep, prinsip, standar, peristilahan teknis, dokumen, media, prosedur dan proses yang terkoordinasi dan tertata secara tertib.

Bab ini akan menjelaskan pengetahuan dasar proses akuntansi, yang dimulai dari bukti dasar pembukuan, proses pengolahan data sehingga menghasilkan laporan keuangan. Proses ini seringkali disebut sebagai siklus akuntansi (accounting cycle), yaitu suatu siklus proses yang berjalan dari suatu periode akuntansi ke periode akuntansi berikutnya. Mulai dari neraca awal, dilanjutkan dengan pembukuan atau pencatatan transaksi dan kejadian selama suatu periode sampai dengan penyusunan laporan keuangan akhir periode, dan kemudian mulai lagi dengan periode akuntansi berikutnya.

Proses ini dapat dikerjakan secara manual atau dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga lebih cepat dan akurat. Saat ini, hamper semua entitas telah menggunakan perangkat lunak akuntansi, mulai dari sangat kompleks dengan berbagai fungsionalitas hingga yang masih sederhana. Namun, jika dilihat dari proses akuntansinya, pada dasarnya sama saja. Bab ini akan menjelaskan proses akuntansi tersebut, sehingga dapat diperoleh pemahaman, apa yang dilakukan oleh suatu perangkat lunak akuntansi.

Continue reading “SIKLUS AKUNTANSI (Bagian Pertama)”

KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN) Bagian Ketiga

Posisi Keuangan

Posisi keuangan suatu entitas menggambarkan sumber daya yang dikuasainya pada suatu waktu tertentu. Komposisi dan jumlah sumber daya yang dimiliki dan kewajiban yang ada pada suatu waktu mencerminkan kemampuan entitas dalam membelanjai usahanya. Parameter untuk mengevaluasi kemampuan tersebut lazimnya dikenal dengan menghitung  dan menilai likuiditas dan solvabilitas. Likuiditas merupakan ketersediaan kas dan setara kas jangka pendek dimasa depan, setelah memperhitungkan komitmen yang ada.

Solvabilitas merupakan ketersediaan kas dan setara kas jangka panjang untuk memenuhi komitmen pada saat jatuh tempo. Posisi keuangan dilaporkan dalam laporan posisi keuangan (neraca).

Continue reading “KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN) Bagian Ketiga”

KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN) Bagian Kedua

Tujuan dan Peran Kerangka Dasar

Kerangka dasar bertujuan dan berperan sebagai acuan untuk digunakan bagi :

  1. Badan penyusun standar akuntansi (accounting standard setting body), yaitu misalnya : Dewan Standar akuntansi Keuangan-Ikatan akuntan Indonesia (DSAK-IAI), financial Accounting Standards Board (FASB) Amerika Serika, Accounting Negara atau regional serta International Accounting Standards Committee (IASC)
  2. Penyusun laporan keuangan, dalam menghadapi sesuai kasus yang belum atau tidak jelas diatur dalam suatu standar akuntansi yang berlaku
  3. Auditor dalam menentukan audit opini atas laporan keuangan
  4. Para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum

Kerangka Dasar Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Indonesia

Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan (IAI) berisi dan menjelaskan kosep dasar tentang :

  1. Tujuan laporan keuangan
  2. Asumsi dasar
  3. Karakteristik kualitatif laporan keuangan
  4. Definisi, pengakuan, pengukuran unsur laporan keuangan
  5. Konsep tentang modal dan pemeliharaan modal

Kerangka dasar bukanlah suatu standar akuntansi. Maka dalam praktik, standar keuangan mengungguli kerangka konseptual. Kerangka dasar dianalogikan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) dan standar akuntansi sepadan dengan Undang-Undang (UU). Walaupun penyusunan suatu Undang-Undang harus berlandaskan dan tidak bertentangan dengan UUD, namun tidak berarti bahwa dalam melakukan tindakan hukum orang dapat langsung berpegang pada pasal dalam UUD. Seperti halnya UUD, kerangka dasar hanya menjelaskan konsep dasar dan tidak mengatur suatu permasalahan akuntansi secara khusus dan rinci. Sebab itu dalam keadaan terjadi pertentangan atau selisih penafsiran antar suatu stadar akuntansi keuangan dengan kerangka dasar, standar akuntansi harus mengungguli kerangka dasar.

Continue reading “KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN) Bagian Kedua”

KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN)

Setelah mempelajari bab ini, diharapkan pembaca dapat :

  1. Memahami pengertian tentang kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, laporan keuangan syariah, dan laporan keuangan berbasis ETAP
  2. Memahami tujuan laporan keuangan
  3. Memahami asumsi dasar laporan keuangan
  4. Memahami karakteristik kualitatif laporan keuangan
  5. Memahami unsur-unsur laporan keuangan
  6. Memahami konsep modal dan pemeliharaan ekuitas modal dan
  7. Mengetahui isu terakhir tentang kerangka dasar

Rujukan :

  • Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan IAI
  • Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statement IASC/IASB

Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa aspek dalam kerangka dasar belum disesuaikan dengan perkembangan standar akuntansi keuangan terbaru. Misalnya konsep penghasilan komprehensif lain dan laporan laba rugi komprehensif yang belum dikenal dalam kerangka dasar yang akan dibahas pada bab-bab sebelumnya. Sehubungan dengan itu materi pembahasan pada bab ini lebih banyak merujuk dan mengutip langsung pengertian yang digariskan kerangka dasar dan sebaiknya dibaca sebagai satu kesatuan dengan bab-bab lainnya yang memberikan penjelasan tentang perubahan standar akuntansi keuangan terbaru.

Sejak 1994 dalam rangka merevisi prinsip akuntansi Indonesia (PAI) menjadi pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK), Indonesia telah memiliki kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan (KDPPLK) dengan mengadopsi secara utuh Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statement yang disusun oleh International Accounting Standards (IAS) dan sekarang International Financial Reporting Standards (IFRS). Pemahaman Kerangka Konseptual (Dasar) adalah sangat penting dalam mempelajari maupun mempraktikan akuntansi keuangan.

Pada saat penulisan ini, DSAK-IAI telah memiliki rencana untuk mengadopsi Conceptual Frameworks IASB versi tahun 2010 yang akan menggantikan KDPPLK Tahun 1994.

Pengertian Kerangka Dasar

Suatu Negara perlu memiliki Undang Undang Dasar atau konstitusi sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan suatu Negara, dan sebagai acuan pokok penyusunan peraturan perundangan yang berlaku. Begitupun profesi akuntansi memerlukan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Kerangka Dasar) yang berisikan konsep dasar penyusunan standar akuntansi yang harus diikuti dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya pihak diluar manajemen. Karena itu sering disebut juga sebagai kerangka dasar konseptual (Conceptual Framework).

Financial Accounting Standards Board (FASB) Amerika Serikat mendefinisikan kerangka dasar konseptual sebagai berikut :

“a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that can lead to consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of financial accounting and financial statements” (Suatu sistem pemahaman tentang beberapa tujuan dan landasan terpadu yang mampu merintis standar yang konsisten, menjelaskan sifat, fungsi, dan batasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan).

Sedangkan dalam Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements, yang telah diadopsi penuh oleh Komite PAI/DSAK_IAI, IASB tidak memberikan perumusan khusus tentang framework, kecuali sebagai kalimat pembuka disebutkan bahwa : “Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pengguna eksternal”.

Bersambung Bagian Kedua