BI catat rata-rata bunga deposito naik 15 bps

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sepanjang tahun ini, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 100 bps dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah. Akibatnya, bunga deposito pun naik.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, meski demikian, kenaikan bunga deposito itu tidak terlalu banyak.

“Kami track perkembangan rata-rata bunga deposito 1 bulan. Sejak April 2018 yang 5,56% ke Juli 2018 yang 5,71%, ada kenaikan 15 bps. Ini bagus. Naiknya tidak terlalu banyak,” kata Mirza di Gedung BI, Jumat (27/7).

Selain bunga deposito, bunga kredit modal kerja juga tercatat naik dari 11,97% pada April 2018 ke Juli 2018 yang sebesar 12,13% atau naik 16 bps.

Mirza mengatakan, dengan kenaikan suku bunga acuan 100 bps, kenaikan bunga deposito dan bunga kredit modal kerja ini tidak membuat resah BI. Continue reading “BI catat rata-rata bunga deposito naik 15 bps”

OJK menilai positif langkah rights issue Bukopin

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelaksanaan rights issue Bank Bukopin sudah sesuai dengan arahan yang telah direncanakan. Dari hasil hajatan tersebut, Bukopin bisa meraup dana segar Rp 1,46 trilliun pada Jumat (27/7).

“Tahapan proses rights issue ini akan berdampak positif dalam memperkuat permodalan dan mendukung perkembangan bisnis Bank Bukopin, serta mengindikasikan masih tingginya kepercayaan pelaku pasar internasional terhadap perbankan di Indonesia,” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo dalam pernyataan resmi Jumat (27/7).

Dengan masuknya Kookmin Bank sebagai standby buyer, usai melakukan right issue, bank tersebut akan menguasai 22% saham Bank Bukopin. Pihak Kookmin Bank sendiri sudah berkomitmen untuk bisa mengembangkan sektor UMKM dan basis teknologi di Indonesia.

Apalagi salah satu bank terbesar di Korea Selatan tersebut punya core business dan segmen UMKM yang kuat, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan bisnis Bank Bukopin. Yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penyaluran kredit ke sektor UMKM.

Source : Klik Disini

Bank Bukopin mendapat dana segar Rp 1,46 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Bukopin dapat sedikit bernafas lega. Baru saja, bank milik Grup Bosowa ini meraih dana segar dari hasil penerbitan saham kembali atau rights issue pada pekan ini.

Dari aksi tersebut Bukopin mendapat dana sebesar Rp 1,46 triliun. Alhasil, modal tersebut akan meningkatkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) menjadi sekitar 13,5%.

Eko Rachmansyah Gindo, Direktur Utama Bank Bukopin berharap besar pada rights issue ini. “Setelah mendapatkan tambahan modal dari proses rights issue ini, Bukopin akan memacu pertumbuhan di semester kedua,” katanya, Jumat (27/7).

Bank berkode saham BBKP ini telah menyiapkan sederet strategi untuk meningkatkan kinerja. Di antaranya, akan meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income, mendorong efisiensi dan menjaga aset yang berkualitas. Continue reading “Bank Bukopin mendapat dana segar Rp 1,46 triliun”

Bankir waspadai kenaikan suku bunga kredit valas

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bankir mewaspadai kenaikan suku bunga kredit valas seiring dengan kenaikan bunga acuan The Fed AS.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan, risiko kenaikan bunga The Fed diperkirakan masih akan terjadi pada September 2018 dan Desember 2018.

“Diperkirakan tahun depan akan naik lagi,” kata Jahja dalam paparan, Kamis (26/7) sore.

Dengan kenaikan bunga acuan The Fed maka mau tidak mau bunga kredit valas akan ikut naik.

Pada tahun depan, Jahja bilang ada risiko kenaikan bunga The Fed sampai dua atau tiga kali. Bisa dibilang kenaikan bunga The Fed ini dilakukan secara marathon.

Nah, setelah 2019, The Fed menurut BCA juga tidak ada jaminan menahan suku bunga acuannya. Bisa saja, nantinya kenaikan ini bisa terus berlanjut. Continue reading “Bankir waspadai kenaikan suku bunga kredit valas”

Bank Muamalat jual aset ke Dubai Group

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kamis (26/7) malam, sepucuk surat mampir ke KONTAN. Surat itu berasal dari Asosiasi Pemegang Saham Muamalat asal Indonesia. Surat yang ditujukan ke manajemen Bank Muamalat ini berisi permintaan analisis lebih dalam terkait asset swap bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

Dalam surat tertanggal 14 Juni 2018 yang KONTAN terima, Muamalat melakukan asset swap plan dengan tiga perusahaan bernama Dubai Group, yakni Dubai Trust, Dubai Investor dan Dubai Corporation. Arranger aksi ini adalah Djamal Attamimi. Berdasarkan peneluran KONTAN, Djamal menjabat Managing Partners Lynx Asia Partners dan Komisaris PT Toba Bara Sejahtra Tbk

Surat itu menyebutkan, berdasarkan presentasi Attamimi ke pemegang saham Muamalat, ada tiga transaksi terkait asset swap. Pertama, Muamalat menjual non performing asset (NPF) kepada Dubai Trust senilai Rp 6 triliun. Dari NPF itu, estimasi 30% dari nilai nomimal penjualan masih bisa tertagih. Continue reading “Bank Muamalat jual aset ke Dubai Group”

Bank BTN kembali masuk ke daftar indeks LQ45

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) kembali masuk ke dalam daftar indeks LQ45. BBTN masuk dalam indeks LQ45 untuk periode Agustus 2018-Januari 2019.

Masuknya BBTN dalam saham LQ45 ini karena kinerja positif dan likuidnya saham dari perusahaan perbankan yang fokus di bidang pembiayaan properti ini.

Mahelan Prabantarikso, Direktur BTN mengatakan, prestasi tersebut seiring dengan inovasi dan transformasi yang dilakukan bank di berbagai lini bisnis.

“BTN secara konsisten mencatatkan kinerja pertumbuhan bisnis di atas rata rata perbankan nasional,” kata Mahelan dalam keterangan resmi, Kamis (26/7).

Seiring masuknya BTN ke dalam jajaran saham likuid LQ45 BTN juga mendapatkan penghargaan dalam acara Indonesia The Best Public Companies Based on WAI 2018 kategori Bank di ajang Wealth Added Creator Award 2018 sebagai emiten bank kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3 yang paling menguntungkan. Continue reading “Bank BTN kembali masuk ke daftar indeks LQ45”

Bunga deposito valas dan rupiah kompak naik

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga deposito bank. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menghitung, rata-rata bunga deposito rupiah bank pada akhir Juni 2018 naik 6 basis poin (bps) dari bulan sebelumnya menjadi 5,48%. Sementara, tingkat bunga deposito valuta asing (valas) juga terpantau naik sekitar 3 bps hingga 10 bps, terutama pada bunga rata-rata dan maksimum ke level 1%.

Bank Central Asia (BCA) menjadi salah satu bank yang sudah menaikkan suku deposito. Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA mengatakan, per 2 Juli 2018, BCA telah melakukan penyesuaian suku bunga deposito dollar AS sebesar 0,25% sampai 0,5%.

Dengan kenaikan tersebut, suku bunga deposito dollar AS berada pada kisaran 0,95% hingga 1,25% untuk berbagai tenor. Sementara suku bunga deposito rupiah telah meningkat dalam beberapa tahap sejak April 2018. Sampai bulan Juli 2018 total kenaikan bunga deposito rupiah sebesar 0,75% sehingga suku bunga deposito rupiah berada pada kisaran 4,75%–5,25% untuk berbagai tenor. “Khusus di bulan Juli 2018 kenaikannya adalah 0,25%,” ujar Jan. Continue reading “Bunga deposito valas dan rupiah kompak naik”

Prioritaskan bank asing, Mandiri belum yakin ikut biayai divestasi saham Freeport

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk belum memutuskan untuk turut membiayai divestasi 51% saham Freeport Indonesia oleh Inalum. Alasannya, ketidakpastian global yang tengah terjadi saat ini membuat Bank Mandiri semakin berhati-hati dalam membiayai pinjaman dalam bentuk valuta asing (valas).

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya lebih memilih untuk memberikan kesempatan bagi bank asing untuk membiayai divestasi tersebut.

“Untuk bank lokal dapat dana sebesar itu dan tenor seperti itu tidak mudah. Kalau sumbernya menggunakan dalam negeri malah mengganggu pasokan dolar AS di dalam negeri. Makanya mungkin bank asing lebih diproritaskan dulu,” katanya di Jakarta, Kamis (19/7).

Sekadar informasi, Inalum akan menguasai 51% saham Freeport Indonesia dengan harga mencapai US$ 3,85 miliar atau setara dengan Rp 55 triliun.

Tiko sapaan akrab Kartika menilai, saat ini perbankan di dalam negeri juga tengah mengerem penyaluran kredit dalam bentuk valas. Alasannya, saat ini likuiditas valas atau loan to deposit ratio (LDR) saat ini tengah meningkat. Continue reading “Prioritaskan bank asing, Mandiri belum yakin ikut biayai divestasi saham Freeport”

Obligasi Jatuh Tempo Bank Semester II/2018 Rp5,42 Triliun, OCBC NISP dan CIMB Niaga Paling Banyak

Bisnis.com, JAKARTA — Hingga akhir tahun ini, terdapat empat bank yang memiliki obligasi jatuh tempo, dengan total jumlah dana senilai Rp5,42 triliun.

Dikutip dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (11/7/2018), PT Bank OCBC NISP Tbk. dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. tercatat sebagai dua bank dengan total obligasi terbesar yang harus dilunasi pada semester II/2018. Keduanya tercatat memiliki total obligasi jatuh tempo masing-masing sebesar Rp2,22 triliun dan Rp2,15 triliun.

CIMB Niaga memiliki tiga seri obligasi yang jatuh tempo pada semester kedua tahun ini. Perinciannya, obligasi senilai Rp802 miliar jatuh tempo pada 3 September, Rp500 miliar pada 12 November, kemudian Rp850 miliar pada 20 November.

Adapun, obligasi OCBC NISP yang akan jatuh tempo pada tahun ini terbagi ke dalam dua seri obligasi yang masing-masing berjumlah Rp1,24 triliun dan Rp975 miliar. Keduanya terdaftar memiliki kupon senilai 6,75% dan 6,15%. Continue reading “Obligasi Jatuh Tempo Bank Semester II/2018 Rp5,42 Triliun, OCBC NISP dan CIMB Niaga Paling Banyak”

Punya uang pecahan tahun emisi 1998-1999? segera tukarkan ke BI hingga akhir 2018

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bagi Anda yang masih menyimpan uang kertas pecahan tahun emisi 1998-1999 sebaiknya segera menukarkannya ke Bank Indonesia. Pasalnya, Bank Indonesia akan menarik peredaran uang kertas pecahan tahun emisi 1998-1999 dengan batas waktu 30 Desember 2018.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008, uang kertas dayng ditarik dari peredaran yakni uang kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 1999, uang kertas pecahan Rp 50.000 tahun emisi 1999, yang kertas pecahan Rp 20.000 tahun emisi 19998 dan uang kertas pecahan Rp 10.000 tahun emisi 1998.

PBI No.10/2008 juga menyebutkan, terhitung sejak 31 Desember 2008 hingga 30 Desember 2013, penukaran uang tersebut dapat dilakukan di Bank Indonesia maupun di bank umum.

Tapi, terhitung sejak 31 Desember 2013 hingga 30 Desember 2018 uang pecahan tersebut hanya bisa ditukar di Bank Indonesia.

Source : Klik Disini