Reformasi perpajakan di mata pengamat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Perpajakan berupaya mendorong penerimaan melalui berbagai macam reformasi. Salah satunya melalui penertiban impor berisiko tinggi khususnya untuk bea dan cukai.

Terbukti, realisasi penerimaan bea dan cukai sepanjang kuartal I/2018 hingga 3 April 2018 sebesar Rp18,9 triliun atau meningkat 17,6% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,1 triliun. Sementara dari target keseluruhan sepanjang 2018 penerimaan kuartal I hanya 9% dari Rp194,1 triliun.

Sedangkan, penerimaan pajak Maret 2018 tumbuh 16,93% dibanding periode sama tahun 2017. Angka ini tidak memasukkan penerimaan dari amnesti pajak tahun lalu. Bila digabungkan dengan angka amnesti pajak, pertumbuhan penerimaan hanya sebesar 10,62%. Continue reading “Reformasi perpajakan di mata pengamat”

Ekonom menilai kepemilikan asing di SBN sebesar 39,7% masih aman

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia tidak perlu khawatir dengan porsi kepemilikan asing pada surat berharga negara (SBN) yang mencapai 39,73%. Mayoritas kepemilikan asing pada surat utang negara (SUN) bertenor panjang, serta prospek ekonomi Indonesia jangka panjang yang semakin baik, disebut-sebut menjadi alasan para investor tidak akan menjual atau melepas kepemilikan surat utang dengan cepat.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan porsi kepemilikan asing di SUN Indonesia yang mencapai 39,73%. Pasalnya, mayoritas kepemilikan asing pada SUN bertenor panjang. Continue reading “Ekonom menilai kepemilikan asing di SBN sebesar 39,7% masih aman”

Bank Boleh Beli Obligasi, Penyaluran Kredit Bakal Terganggu?

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan aturan mengenai Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM). Dengan kebijakan tersebut, bank sentral memperbolehkan perbankan membeli Surat-surat Berharga (SSB). Meskipun demikian, ekonom Bhima Yudhistira Adhinegara memandang, kebijakan tersebut dikhawatirkan membuat perbankan lebih memilih SSB ketimbang menyalurkan kredit. Apalagi, dalam aturan tersebut, bank sentral belum memberikan batasan pembelian SSB oleh perbankan. Bhima memandang, dengan kebijakan RIM tersebut, bank akan lebih memilih membeli obligasi karena risiko yang lebih kecil ketimbang kredit. Bhima memberi contoh adalah kredit di sektor-sektor yang memiliki risiko tinggi seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), akan membuat perbankan beralih ke pembelian surat berharga ketimbang menyalurkan kredit. “Apalagi kalau bank BUKU III dan IV itu mereka tidak masuk fokus ke sektor UMKM. Mereka pasti akan balik lagi fokus ke kredit korporasi. Jadi bank lebih baik mengumpulkan obligasi saja. Obligasi lebih aman, risiko lebih kecil dibanding salurkan kredit,” kata Bhima dalam sebuah diskusi bertajuk “Wajah Baru dan Tantangan Perbankan di Zaman Now” di Jakarta, Jumat (6/4/2018). Continue reading “Bank Boleh Beli Obligasi, Penyaluran Kredit Bakal Terganggu?”

Temuan Piutang Pajak Sudah Jadi Masalah Klasik, Ini Kelemahannya!

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo mengatakan temuan BPK terkait penagihan piutang pajak merupakan masalah klasik yang setiap tahun selalu dijumpai.

Hal itu terjadi lantaran terdapat sejumlah kelemahan dalam proses penagihan tersebut. Dari aspek regulasi misalnya, ada beberapa yang belum jelas dan tegas, sehingga menimbulkan kebingungan di lapangan misalnya daluwarsa dan penghapusan sanksi. Continue reading “Temuan Piutang Pajak Sudah Jadi Masalah Klasik, Ini Kelemahannya!”

Stabilisasi Nilai Tukar Antisipasi Isu Global, Cadangan Devisa Tetap Aman

Bisnis.com, JAKARTA–Walau Bank Indonesia melakukan stabilisasi nilai tukar, cadangan devisa nasional dipastikan masih aman.

Stabilisasi nilai tukar dilakukan untuk mengantisipasi guncangan sentimen kenaikan Fed Fund Rate dan isu perang dagang AS — China. Pada akhir Maret 2018, cadangan devisa berada di level US$126 miliar.

Bank Indonesia menyebutkan posisi ini tercatat masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan posisi akhir Februari 2018. Continue reading “Stabilisasi Nilai Tukar Antisipasi Isu Global, Cadangan Devisa Tetap Aman”

Rupiah loyo, cadangan devisa susut lagi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam dua bulan terakhir, cadangan devisa Indonesia menyusut. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa negara kita akhir Maret lalu sebesar US$ 126 miliar, turun dibanding posisi akhir Februari yang mencapai US$ 128 miliar.

Salah satu penyebab penurunan cadangan devisa kita pada Maret lalu adalah operasi moneter. Bank sentral harus mengintervensi pasar lantaran rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Continue reading “Rupiah loyo, cadangan devisa susut lagi”

Ini Bedanya Redenominasi dan Sanering

Jakarta – Rencana redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang rupiah kembali muncul. Kali ini Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Perry Warjiyo mengaku akan melanjutkan rencana redenominasi yang sebelumnya sempat akan dilakukan oleh Gubernur BI sebelumnya.

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang. Berbeda dengan sanering yang merupakan pemotongan/pengguntingan nilai uang. Apa saja perbedaannya? Simak ulasan berikut! (eds/eds)

Source : Klik Disini