Tingkatkan ekonomi syariah, BI dorong pembentukan holding pesantren

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berupaya meningkatkan peran ekonomi syariah dalam perekonomian nasional. Salah satunya dengan mendorong ekonomi syariah berbasis aktivitas usaha pondok pesantren yang dinilai memiliki potensi besar.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, bank sentral telah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan  sekitar 250 pondok pesantren dalam rangka implementasi langkah strategis untuk mendorong kemandirian pesantren sejak tahun 2017.

Langkah pertama, penyusunan standarisasi laporan keuangan unit usaha pesantren. Kedua, pemberdayaan unit usaha pesantren melalui pilot project kegiatan usaha potensial.

Continue reading “Tingkatkan ekonomi syariah, BI dorong pembentukan holding pesantren”

Ekonomi Global Bikin Gundah, Pemerintah Optimalkan Ekonomi Syariah

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tengah memberdayakan potensi ekonomi syariahuntuk menjawab tantangan ketidakpastian global.

Berdasarkan data dari Islamic Finance Development 2018, aset ekonomi Islam tumbuh sebesar 11 persen menjadi US$2,4triliun.

“Potensi ekonomi syariah yang sangat besar ini harus dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Ini penting untuk mendukung perekonomian kita melalui upaya yang lebih terkoordinasi dengan baik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka Muktamar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Jumat (23/8/2019).

Darmin meyakini untuk mewujudkan optimalisasi potensi tersebut, IAEI sangat diperlukan. Organisasi yang didirikan pada 3 Maret 2004 ini dirancang untuk menjadi wadah para pakar ekonomi islam dalam mengembangkan dan menerapkan ekonomi syariah di Indonesia. 

“IAEI harus mampu memainkan peran strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia pada tahun 2024,” sambung Darmin Nasution. 

Continue reading “Ekonomi Global Bikin Gundah, Pemerintah Optimalkan Ekonomi Syariah”

Genjot Digitalalisasi, Bank Syariah Efisiensi Biaya Operasional

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah perbankan syariah terus mendorong digitalisasi sebab terbukti mampu memangkas biaya operasional perusahaan.

Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih mengatakan saat ini perusahaan telah menghemat biaya operasional sebesar 10% hingga 20% karena implementasi teknologi. Pada akhirnya, hal tersebut akan menguatkan rentabilitas perusahaan.

“Pengembangan digital banking itu jalan terus termasuk mobile, internet, kerjasama dengan strategic alliances, termasuk mengembangkan otomasi dan sebagainya,” katanya kepada Bisnis, Rabu (3/7/2019).

Continue reading “Genjot Digitalalisasi, Bank Syariah Efisiensi Biaya Operasional”

Investasi Syariah: Harga Koin Dirham dan Dinar Hari Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Dinar dan Dirham dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil dan sesuai syariah sejak berabad-abad lamanya. 

Selain itu dapat juga digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi/simpanan, dan mahar. Di tengah tingginya harga emas, saat ini banyak masyarakat yang mencoba investasi dalam bentuk Dinar dan Dirham.

Di Butik Logam Mulia PT Antam Tbk ternyata juga dijual koin Dinar dan Dirham. Berikut harga koin Dinar dan Dirham di Selasa (25/6/2019).

Continue reading “Investasi Syariah: Harga Koin Dirham dan Dinar Hari Ini”

Perbankan Syariah Masih Sulit Bersaing Dengan Konvensional

Jakarta, CNBC Indonesia- Perbankan Syariah masih sulit melawan bank konvensional, terutama melihat kondisinya selama lima tahun ini.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan saat ini kinerja perbankan syariah masih lambat. Perlambatan ini membuat kondisi perbankan syariah selalu menjadi pembahasan, terutama masalah penguatan modal, likuiditas dan efisiensi.

Selain itu kondisi setiap bank pun tidak sama. Ada yang menurut Halim kondisinya bagus, ada yang memprihatinkan, dan ada yang biasa saja.

“Harus ada penguatan permodalan, likuiditas harus dijaga dan efisiensi harus ditingkatkan,” ujar Halim

Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah (SPS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) memang jauh lebih tinggi dari konvensional. Continue reading “Perbankan Syariah Masih Sulit Bersaing Dengan Konvensional”

Ini Aspek-Aspek Penguat Indikator Capaian Roadmap Ekonomi Syariah Indonesia

Jakarta, 06/05/2019 Kemenkeu – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun peta jalan (roadmap) ekonomi syariah Indonesia dengan program penguatan tiap indikatornya.

Ada 4 indikator pencapaian dari roadmap yang berisi strategi-strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia, yaitu:
• Peningkatan produksi dan aset usaha syariah.
• Peningkatan skor/peringkat dalam laporan ekonomi syariah global.
• Peningkatan swasembada pangan dan energi
• Peningkatan indeks maqasid syariah nasional dan internasional.

Untuk mencapai hal-hal tersebut perlu penguatan 4 aspek yakni halal value chain (rantai nilai halal), keuangan syariah, UMKM, dan ekonomi digital. Setiap aspek tersebut didukung oleh berbagai macam program yang akan dilaksanakan. Continue reading “Ini Aspek-Aspek Penguat Indikator Capaian Roadmap Ekonomi Syariah Indonesia”

Bank syariah catatkan perbaikan rasio pembiayaan bermasalah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan syariah terus berupaya menjaga kualitas asetnya. Sepanjang kuartal I 2019, sebagian besar bank berhasil mencatatkan perbaikan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Finance (NPF).

PT Bank Syariah Mandiri, salah satu bank yang sukses mencatatkan perbaikan kualitas aset. NPF perseroan sudah mendekati 3% di triwulan I 2019, turun dari level 3,8% pada Desember 2018.

“NPF kami masih sedikit di atas 3% dan ini cukup merata di semua sektor. Namun, yang tertinggi ada di pembiayaan-pembiayaan yang sudah lama salah satunya di sektor pertambangan.” jelas Direktur Bank Syariah Mandiri Putu Rahwidhiyasa pada Kontan.co.id, Jumat (3/5). Continue reading “Bank syariah catatkan perbaikan rasio pembiayaan bermasalah”

Pemerintah akan luncurkan masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019-2024 pada Mei

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah akan meluncurkan masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019-2024 pada 14 Mei 2019 di Jakarta. Kerangka Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia merekomendasikan empat strategi utama untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Pertama, penguatan rantai nilai halal tinggi. Kedua, penguatan sektor keuangan syariah, yang rencananya induknya sudah dituangkan dalan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) dan disempurnakan dalam rencana induk ini. Ketiga, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama rantai nilai halal. Keempat, pemanfaatan dan penguatan platform ekonomi digital dalam hal perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) yang diharapkan bisa mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya. Continue reading “Pemerintah akan luncurkan masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019-2024 pada Mei”

Perbankan dukung merger bank syariah milik BUMN

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan mendukung program merger bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena pengembangan pasar keuangan syariah Indonesia saat ini masih minim. Asal tahu saja, hingga akhir 2018, marketshare perbankan syariah baru mencapai 5,9% terhadap industri perbankan nasional.

Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati menyatakan BNI mendukung penuh seluruh alternatif yang akan dijalankan dalam mengembangkan perbankan syariah.

Menurutnya Indonesia punya peluang besar menjadi barometer keuangan syariah di tingkat regional maupun dunia. “Melalui peleburan atau merger ini berarti ada satu bank syariah yang besar dengan kapabilitas dan kompetensi yang saling melengkapi sehingga eksistensinya akan mempercepat pertumbuhan marketshare dan literasi perbankan syariah,” jelasnya saat dihubungi Kontan.co.id (26/3). Continue reading “Perbankan dukung merger bank syariah milik BUMN”

PERSPEKTIF : Memperkuat Industri Perbankan Syariah

Pertumbuhan industri perbankan syariah dalam 3 tahun terakhir mengalami fluktuasi, meskipun tetap tumbuh secara positif. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan aset perbankan syariah relatif stagnan di kisaran 19%—20% selama periode 2015—2017 dan turun menjadi 12,5% pada akhir 2018.

Tentu jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan aset pada periode 2009-2013 yang mencapai angka 43%, maka pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir mengalami penurunan yang sangat drastis.

Namun, dari sisi proporsi aset perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional, aset perbankan syariah per Januari 2019 telah menembus angka 6,11%.

Ini patut disyukuri dan kita berharap proporsi ini akan terus meningkat seiring dengan besarnya peluang bisnis syariah yang masih belum tergarap dengan baik.

Dengan situasi dan kondisi saat ini, paling tidak ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan industri perbankan syariah. Continue reading “PERSPEKTIF : Memperkuat Industri Perbankan Syariah”