Menyoal Tukar Guling Aset Antara Muamalat dan Lynx Asia

Bisnis.com, JAKARTA – Lynx Asia, perusahaan penasehat keuangan dan investasi asal Singapura, menjadi penghubung perusahaan cangkang atau special purpose vehicle (SPV) melakukan tukar guling aset dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

SPV tersebut membenamkan surat utang senilai Rp8 triliun, sedangkan aset bermasalah yang ditukar Muamalat senilai Rp6 triliun.

Menurut sumber Bisnis, Muamalat merogoh kocek sebesar Rp2 triliun untuk membayar selisih surat utang dengan aset bermasalah. Masih dari investor yang sama, mereka akan menjadi standby buyer atau pembeli siaga penerbitan sukuk Muamalat.

Namun, tidak semua duit tunai tersebut dipakai untuk beli sukuk. “Sebesar Rp1,6 triliun untuk beli sukuk Muamalat,” ujar sumber tersebut, Selasa (10/7/2018).

Yang menjadi pertanyaan dalam tukar guling aset ini adalah kualitas obligasi yang diberikan ke Muamalat. Belum lagi, ungkap sumber itu, Muamalat tidak menerima kupon, sehingga aset sebesar Rp8 triliun tidak menghasilkan. Continue reading “Menyoal Tukar Guling Aset Antara Muamalat dan Lynx Asia”

Menanti Babak Baru Restrukturisasi Keuangan Bank Muamalat

Bisnis.com, JAKARTA – Restrukturisasi aset bermasalah dan penambahan modal PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. memasuki babak baru. Titik terang mulai terlihat setelah perusahaan investasi Lynx Asia, memfasilitasi masuknya investor di bank syariah pertama di Indonesia itu.

Restrukturisasi keuangan menjadi tema headline koran Bisnis Indonesia edisi Rabu (11/7/2018). Berikut laporan selengkapnya.

Sebelum kedatangan Lynx, rencana penambahan modal Muamalat beberapa kali tertunda. Padahal, tahun lalu, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. sempat menyatakan bersedia menjadi pembeli siaga 51% saham Muamalat melalui penawaran saham terbatas dengan taksiran dana Rp4,5 triliun.

Bahkan, sebagai bukti keseriusan, Minna Padi sempat menyetorkan dana di rekening penampung sebesar Rp1,7 triliun. Namun, rencana itu batal. Otoritas Jasa Keuangan tidak memberikan restu digelarnya rights issue karena tidak ada kejelasan sumber dana dari aksi korporasi tersebut.

Minna Padi pun urung mengakuisisi Muamalat. Mereka pun menawarkan diri sebagai fasilitator. Namun, peran sebagai fasilitator itu tak jelas hingga saat ini. Continue reading “Menanti Babak Baru Restrukturisasi Keuangan Bank Muamalat”

Muamalat akan terbitkan sukuk Rp 1,5 triliun dan beli surat berharga Rp 8 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk akan menerbitkan sukuk atau surat berharga syariah sebesar Rp 1,5 triliun. Selain itu, bank juga akan melakukan pembelian surat berharga senilai Rp 8 triliun.

Hal ini disampaikan Achmad K. Permana, Direktur Utama Bank Muamalat kepada kontan.co.id. “Terkait dampak dari aksi korporasi ini akan dibicarakan dalam laporan publikasi kuartal II-2018,” kata Permana kepada kontan.co.id, Senin (9/7).

Penerbitan sukuk ini akan dilakukan pada semester II-2018. Aksi korporasi ini telah disetujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 28 Juni 2018 lalu.

Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Bank Muamalat. Permana belum mendetailkan berapa jumlah dan kupon yang akan diterbitkan dalam penerbitan sukuk ini.

Nantinya penerbitan sukuk ini masuk dalam kategori sukuk subordinasi.

Source : Klik Disini

Indonesia Punya Potensi Jadi Pemain Utama Syariah

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Indonesia harus menjadi “pemain utama” di industri keuangan syariah, tidak sekadar penikmat belaka.

Bambang mengatakan salah satu upaya untuk meningkatkan potensi tersebut adalah mempermudah akses pembiayaan nasabah dari perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah lainnya, melalui sinergi dengan institusi teknologi finansial (fintech).

“Kehadiran perbankan syariah ini sudah mengurangi risiko, karena setiap transaksi membutuhkan underlying assets. Saat ini, ada pangsa pasar yang menginginkan keuangan syariah berkembang, jangan sampai tidak menggunakan potensi itu,” kata Bambang saat ditemui di sela-sela Konferensi Keuangan Syariah ke-3 di Makassar, Kamis (5/7/2018).

Dengan kehadiran perbankan syariah yang kuat, ia memastikan terdapat wirausaha baru atau pelaku usaha kecil yang terlibat di industri halal, yang dalam jangka panjang, bisa membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Continue reading “Indonesia Punya Potensi Jadi Pemain Utama Syariah”

Fintech Alami Jaring Kemitraan dengan Lembaga Keuangan Syariah

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Setelah sukses menggelar soft-launching platform digitalnya bulan lalu, perusahaan teknologi finansial (fintech) aggregator syariah Alami kini semakin fokus menjaring kemitraan dengan lembaga-lembaga keuangan syariah di Tanah Air. Hal ini diyakini Alami sebagai bagian dari komitmennya mewujudkan misi untuk membuka akses bagi pelaku usaha terhadap pembiayaan syariah lewat model aggregator.

CEO dan Founder Alami, Dima Djani, mengatakan, Indonesia saat ini sudah memiliki cukup banyak lembaga keuangan syariah yang siap mendukung pengembangan ekonomi umat dengan sistem pinjaman bebas riba. Memilih model bisnis aggregator, Alami ingin mendukung penguatan posisi institusi jasa keuangan syariah Indonesia di masyarakat yang lebih luas lagi.

“Saat ini kita memiliki setidaknya 13 bank umum syariah yang siap menyalurkan dana kepada umat. Melalui positioning kami sebagai perusahaan fintech aggregator syariah, Alami memiliki keunggulan untuk mempertemukan layanan perbankan tadi ke calon-calon nasabah yang ingin memperbesar skala usaha, namun tetap dalam koridor syariah,” tutur Dima, Rabu (4/7/2018), di Jakarta. Continue reading “Fintech Alami Jaring Kemitraan dengan Lembaga Keuangan Syariah”

JK: Ekonomi Islam Harus Bangkit Seperti Lagu Gambus

Warta Ekonomi.co.id, Makassar –
Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap ekonomi Islam harus bisa bangkit seperti viralnya kebangkitan lagu gambus religius yang dinyanyikan oleh Nissa Sabyan.

“Hebat itu. Sekarang dalam musik lagu gambus, Nissa itu viral dan disukai lebih dari 150 juta orang,” ujar Jusuf Kalla di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Minggu (24/6/2018).

Ia mengatakan, ekonomi Islam harus bisa bangkit dan dimulai dari masjid. Maka dari itu, perintah untuk memakmurkan masjid sangat penting.

Jusuf Kalla menyatakan, antara penduduk muslim dan ekonomi Islam tidak berbanding lurus sesuai dengan persentasenya.

“Di Indonesia itu penduduk muslimnya terbesar di dunia, tapi jumlah pengusaha muslimnya tidak sebanding. Makanya, ekonomi muslim harus dibangkitkan,” katanya. Continue reading “JK: Ekonomi Islam Harus Bangkit Seperti Lagu Gambus”

Mau bayar zakat? Yuk, simak tips memilih lembaga amil zakat terpercaya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menjelang perayaan Idul Fitri masyarakat muslim berbondong-bondong membayar zakat. Waktu inilah yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam meraup keuntungan zakat untuk kemudian tidak disalurkan kepada yang membutuhkan.

Nah, bagi Anda yang ingin membayar zakat, ada baiknya memperhatikan beberapa aspek terkait lembaga amil zakat.

Deputi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta mengatakan, dalam membayar zakat masyarakat harus lebih teliti dengan menimbang berbagai aspek legalitas yang disyaratkan oleh Kementerian Agama.

“Kami sarankan agar masyarakat membanyar zakat kepada Baznas atau lembaga zakat resmi. Lembaga-lembaga itu ada di web-nya Baznas. Itu tercatat dan terdaftar di Kementerian Agama. Karena yang mengeluarkan izin lembaga zakat itu adalah wewenang Kementerian Agama,” ujar Arifin saat dihubungi Kontan.co.id Minggu (8/6). Continue reading “Mau bayar zakat? Yuk, simak tips memilih lembaga amil zakat terpercaya”

Fintech Syariah Tamasia Rilis Fitur “Transfer Emas”

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Tamasia, aplikasi financial technology (fintech) syariah di Indonesia meluncurkan fitur terbaru “Transfer Emas” dan “Emas Gratis” di bulan Ramadan ini. Dua fitur ini dirilis pada saat perayaan ulang tahun pertama aplikasi ini hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sebagai pionir aplikasi jual-beli emas berkonsep syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia.

“Sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian Tamasia dalam setahun ini, dua fitur terbaru ini kami rilis sebagai hadiah berkah Ramadan untuk masyarakat Indonesia,” ucap CEO & CO-Founder Tamasia, Muhammad Assad, di acara Anniversary Tamasia 1.0 dan buka puasa bersama anak-anak yatim, di Jakarta, kemarin (3/6/2018).

Menjelang Idul Fitri, fitur Transfer Emas ini bisa digunakan para pelanggan untuk mengirimkan THR kepada sanak saudara, keluarga, rekan kerja, serta para sahabat. Continue reading “Fintech Syariah Tamasia Rilis Fitur “Transfer Emas””

Memajukan Perekonomian Syariah dengan Produk Inovatif Syariah

JAKARTA – Perkembangan produk dan layanan keuangan berbasis syariah di Indonesia mendapat perhatian serius pelaku bisnis. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon), PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance) dan PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan perekonomian syariah di Tanah Air.

Sebagai salah satu grup keuangan terkemuka di Indonesia, Bank Danamon, Adira Finance, dan Adira Insurance memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan perekonomian syariah. ‘’Kami selalu menghadirkan produk dan layanan syariah yang inovatif. Tidak kalah penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat dari keuangan berbasis syariah,’’kata Direktur Syariah dan Operasional Bank Danamon, Herry Hykmanto dalam talkshow bertema ’’Serba Serbi Produk Keuangan Syariah” di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Dalam acara talkshow ini, selain Herry Hykmanto, Direktur SDM dan Marketing Adira Finance, Swandajani Gunadi dan Direktur Utama Adira Insurance, Julian Noor turut memberikan pandangannya terhadap perkembangan layanan keuangan berbasis syariah. Ketiganya menyampaikan hal-hal yang dilakukan pelaku industri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan finansialnya, baik di segmen perbankan, pembiayaan maupun asuransi. Continue reading “Memajukan Perekonomian Syariah dengan Produk Inovatif Syariah”

BI: Industri Syariah Indonesia Masih Jauh Tertinggal

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Jardine A Husman mengatakan saat ini Indonesia harus mengejar kertertinggalan perkembangan industri syariah dibanding beberapa negara tetangga yang telah sangat maju.

Menurut Jasmine pada seminar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia Kalimantan Selatan di Banjarmasin Rabu, selama ini Indonesia baru mampu menjadi pasar yang besar atau “big market” bagi industri syariah, tetapi belum mampu menjadi player.

“Kita tahu Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya muslim, tetapi kita belum mampu menjadi pemain, kita baru pada tatanan sebagai pasar besar bagi produk syariah,” katanya.

Beberapa negara, tambah dia, telah mampu menjadikan produk syariah, sebagai potensi pertumbuhan ekonomi baru dan telah mampu mengembangkan dan mendeklarasikan diri sebagai eksportir besar produk-produk syariah. Continue reading “BI: Industri Syariah Indonesia Masih Jauh Tertinggal”