Suku bunga naik, ada peluang take over kredit dari bank konvensional ke bank syariah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate sebanyak 125 basis poin sejak awal tahun. Kenaikan suku bunga ini direspon oleh industri perbankan dengan menaikkan bunga deposito. Agar dapat mempertahankan margin, bank ikut mengerek suku bunga kredit.

Kenaikan bunga kredit memberikan peluang pengalihan atau take over nasabah bank konvensional yang keberatan saat bunga kredit dinaikkan ke bank syariah.

Unit usaha syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk mengakui kenaikan margin di syariah seiring dengan kenaikan suku bunga pinjaman konvensional. Jadi tidak ada perpindahan kredit dari konvensional ke syariah karena perbedaan harga.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji Djajanegara menyatakan, selama ini terdapat konversi kredit di segment wholesale yakni segmen corporate commercial dan small medium enterprise (SME). Ia bilang di segmen kredit konsumer, belum ada take over kredit dari konvensional ke syariah.

“Pembiayaan sampai dengan Juli 2018, sebesar Rp 21,5 triliun. Tumbuh sebesar 56 % kalau dibandingkan dengan Juli 2017 yang sebesar Rp 13,8 triliun,” ujar Pandji kepada Kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Dari total pembiayaan CIMB Niaga tersebut, Pandji menyatakan Rp 13,1 triliun di antaranya dari wholesale. Lanjut Panjdi, 10% dari portofolio kredit wholesale milik CIMB Niaga Syariah merupakan take over dari induk atau konvensional CIMB Niaga. Continue reading “Suku bunga naik, ada peluang take over kredit dari bank konvensional ke bank syariah”

Menko Darmin: Kita perlu bersinergi kembangkan ekonomi syariah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi pusat ekonomi Islam di dunia.

Dalam pemaparannya dalam acara High Level Discussion, Indonesia memiliki pangsa 12,7% dari penduduk muslim dunia. Dengan jumlah sebesar itu Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain kunci dalam pengembangan ekonomi syariah secara global.

Tapi, menurut Darmin, besarnya potensi ekonomi syariah Indonesia itu tidak hanya terlihat dari jumlah penduduk tapi juga pada berbagai kegiatan seperti sektor keuangan dan riil dari industri syariah itu sendiri.

“Kita pangsa penduduk muslim dunia, dari sisi pengeluaran secara global itu kira-kira mencapai 12% dari pengeluaran global pada 2016. Pangsa itu diproyeksikan akan naik dari US$ 2,1 triliun pada 2016 menjadi sekitar US$ 3 triliun pada 2022,” jelas Darmin di Gedung Bappenas, Rabu (25/7).

Tapi sayangnya, saat ini Indonesia masih menjadi konsumen untuk industri halal. Itu terlihat dari sisi pengeluaran konsumsi nilai transaksi makanan halal global pada 2016 mencapai US$ 1,2 triliun atau 17% dari pengeluaran konsumsi makanan secara global. Continue reading “Menko Darmin: Kita perlu bersinergi kembangkan ekonomi syariah”

Menyoal Tukar Guling Aset Antara Muamalat dan Lynx Asia

Bisnis.com, JAKARTA – Lynx Asia, perusahaan penasehat keuangan dan investasi asal Singapura, menjadi penghubung perusahaan cangkang atau special purpose vehicle (SPV) melakukan tukar guling aset dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

SPV tersebut membenamkan surat utang senilai Rp8 triliun, sedangkan aset bermasalah yang ditukar Muamalat senilai Rp6 triliun.

Menurut sumber Bisnis, Muamalat merogoh kocek sebesar Rp2 triliun untuk membayar selisih surat utang dengan aset bermasalah. Masih dari investor yang sama, mereka akan menjadi standby buyer atau pembeli siaga penerbitan sukuk Muamalat.

Namun, tidak semua duit tunai tersebut dipakai untuk beli sukuk. “Sebesar Rp1,6 triliun untuk beli sukuk Muamalat,” ujar sumber tersebut, Selasa (10/7/2018).

Yang menjadi pertanyaan dalam tukar guling aset ini adalah kualitas obligasi yang diberikan ke Muamalat. Belum lagi, ungkap sumber itu, Muamalat tidak menerima kupon, sehingga aset sebesar Rp8 triliun tidak menghasilkan. Continue reading “Menyoal Tukar Guling Aset Antara Muamalat dan Lynx Asia”

Menanti Babak Baru Restrukturisasi Keuangan Bank Muamalat

Bisnis.com, JAKARTA – Restrukturisasi aset bermasalah dan penambahan modal PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. memasuki babak baru. Titik terang mulai terlihat setelah perusahaan investasi Lynx Asia, memfasilitasi masuknya investor di bank syariah pertama di Indonesia itu.

Restrukturisasi keuangan menjadi tema headline koran Bisnis Indonesia edisi Rabu (11/7/2018). Berikut laporan selengkapnya.

Sebelum kedatangan Lynx, rencana penambahan modal Muamalat beberapa kali tertunda. Padahal, tahun lalu, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. sempat menyatakan bersedia menjadi pembeli siaga 51% saham Muamalat melalui penawaran saham terbatas dengan taksiran dana Rp4,5 triliun.

Bahkan, sebagai bukti keseriusan, Minna Padi sempat menyetorkan dana di rekening penampung sebesar Rp1,7 triliun. Namun, rencana itu batal. Otoritas Jasa Keuangan tidak memberikan restu digelarnya rights issue karena tidak ada kejelasan sumber dana dari aksi korporasi tersebut.

Minna Padi pun urung mengakuisisi Muamalat. Mereka pun menawarkan diri sebagai fasilitator. Namun, peran sebagai fasilitator itu tak jelas hingga saat ini. Continue reading “Menanti Babak Baru Restrukturisasi Keuangan Bank Muamalat”

Muamalat akan terbitkan sukuk Rp 1,5 triliun dan beli surat berharga Rp 8 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk akan menerbitkan sukuk atau surat berharga syariah sebesar Rp 1,5 triliun. Selain itu, bank juga akan melakukan pembelian surat berharga senilai Rp 8 triliun.

Hal ini disampaikan Achmad K. Permana, Direktur Utama Bank Muamalat kepada kontan.co.id. “Terkait dampak dari aksi korporasi ini akan dibicarakan dalam laporan publikasi kuartal II-2018,” kata Permana kepada kontan.co.id, Senin (9/7).

Penerbitan sukuk ini akan dilakukan pada semester II-2018. Aksi korporasi ini telah disetujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 28 Juni 2018 lalu.

Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Bank Muamalat. Permana belum mendetailkan berapa jumlah dan kupon yang akan diterbitkan dalam penerbitan sukuk ini.

Nantinya penerbitan sukuk ini masuk dalam kategori sukuk subordinasi.

Source : Klik Disini

Indonesia Punya Potensi Jadi Pemain Utama Syariah

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Indonesia harus menjadi “pemain utama” di industri keuangan syariah, tidak sekadar penikmat belaka.

Bambang mengatakan salah satu upaya untuk meningkatkan potensi tersebut adalah mempermudah akses pembiayaan nasabah dari perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah lainnya, melalui sinergi dengan institusi teknologi finansial (fintech).

“Kehadiran perbankan syariah ini sudah mengurangi risiko, karena setiap transaksi membutuhkan underlying assets. Saat ini, ada pangsa pasar yang menginginkan keuangan syariah berkembang, jangan sampai tidak menggunakan potensi itu,” kata Bambang saat ditemui di sela-sela Konferensi Keuangan Syariah ke-3 di Makassar, Kamis (5/7/2018).

Dengan kehadiran perbankan syariah yang kuat, ia memastikan terdapat wirausaha baru atau pelaku usaha kecil yang terlibat di industri halal, yang dalam jangka panjang, bisa membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Continue reading “Indonesia Punya Potensi Jadi Pemain Utama Syariah”

Fintech Alami Jaring Kemitraan dengan Lembaga Keuangan Syariah

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Setelah sukses menggelar soft-launching platform digitalnya bulan lalu, perusahaan teknologi finansial (fintech) aggregator syariah Alami kini semakin fokus menjaring kemitraan dengan lembaga-lembaga keuangan syariah di Tanah Air. Hal ini diyakini Alami sebagai bagian dari komitmennya mewujudkan misi untuk membuka akses bagi pelaku usaha terhadap pembiayaan syariah lewat model aggregator.

CEO dan Founder Alami, Dima Djani, mengatakan, Indonesia saat ini sudah memiliki cukup banyak lembaga keuangan syariah yang siap mendukung pengembangan ekonomi umat dengan sistem pinjaman bebas riba. Memilih model bisnis aggregator, Alami ingin mendukung penguatan posisi institusi jasa keuangan syariah Indonesia di masyarakat yang lebih luas lagi.

“Saat ini kita memiliki setidaknya 13 bank umum syariah yang siap menyalurkan dana kepada umat. Melalui positioning kami sebagai perusahaan fintech aggregator syariah, Alami memiliki keunggulan untuk mempertemukan layanan perbankan tadi ke calon-calon nasabah yang ingin memperbesar skala usaha, namun tetap dalam koridor syariah,” tutur Dima, Rabu (4/7/2018), di Jakarta. Continue reading “Fintech Alami Jaring Kemitraan dengan Lembaga Keuangan Syariah”

JK: Ekonomi Islam Harus Bangkit Seperti Lagu Gambus

Warta Ekonomi.co.id, Makassar –
Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap ekonomi Islam harus bisa bangkit seperti viralnya kebangkitan lagu gambus religius yang dinyanyikan oleh Nissa Sabyan.

“Hebat itu. Sekarang dalam musik lagu gambus, Nissa itu viral dan disukai lebih dari 150 juta orang,” ujar Jusuf Kalla di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Minggu (24/6/2018).

Ia mengatakan, ekonomi Islam harus bisa bangkit dan dimulai dari masjid. Maka dari itu, perintah untuk memakmurkan masjid sangat penting.

Jusuf Kalla menyatakan, antara penduduk muslim dan ekonomi Islam tidak berbanding lurus sesuai dengan persentasenya.

“Di Indonesia itu penduduk muslimnya terbesar di dunia, tapi jumlah pengusaha muslimnya tidak sebanding. Makanya, ekonomi muslim harus dibangkitkan,” katanya. Continue reading “JK: Ekonomi Islam Harus Bangkit Seperti Lagu Gambus”

Mau bayar zakat? Yuk, simak tips memilih lembaga amil zakat terpercaya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menjelang perayaan Idul Fitri masyarakat muslim berbondong-bondong membayar zakat. Waktu inilah yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam meraup keuntungan zakat untuk kemudian tidak disalurkan kepada yang membutuhkan.

Nah, bagi Anda yang ingin membayar zakat, ada baiknya memperhatikan beberapa aspek terkait lembaga amil zakat.

Deputi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta mengatakan, dalam membayar zakat masyarakat harus lebih teliti dengan menimbang berbagai aspek legalitas yang disyaratkan oleh Kementerian Agama.

“Kami sarankan agar masyarakat membanyar zakat kepada Baznas atau lembaga zakat resmi. Lembaga-lembaga itu ada di web-nya Baznas. Itu tercatat dan terdaftar di Kementerian Agama. Karena yang mengeluarkan izin lembaga zakat itu adalah wewenang Kementerian Agama,” ujar Arifin saat dihubungi Kontan.co.id Minggu (8/6). Continue reading “Mau bayar zakat? Yuk, simak tips memilih lembaga amil zakat terpercaya”

Fintech Syariah Tamasia Rilis Fitur “Transfer Emas”

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Tamasia, aplikasi financial technology (fintech) syariah di Indonesia meluncurkan fitur terbaru “Transfer Emas” dan “Emas Gratis” di bulan Ramadan ini. Dua fitur ini dirilis pada saat perayaan ulang tahun pertama aplikasi ini hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sebagai pionir aplikasi jual-beli emas berkonsep syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia.

“Sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian Tamasia dalam setahun ini, dua fitur terbaru ini kami rilis sebagai hadiah berkah Ramadan untuk masyarakat Indonesia,” ucap CEO & CO-Founder Tamasia, Muhammad Assad, di acara Anniversary Tamasia 1.0 dan buka puasa bersama anak-anak yatim, di Jakarta, kemarin (3/6/2018).

Menjelang Idul Fitri, fitur Transfer Emas ini bisa digunakan para pelanggan untuk mengirimkan THR kepada sanak saudara, keluarga, rekan kerja, serta para sahabat. Continue reading “Fintech Syariah Tamasia Rilis Fitur “Transfer Emas””