BI Angkat Bicara Soal Pelemahan Rupiah

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Bank Indonesia (BI) akhirnya angkat bicara terkait nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang semakin terpuruk. Asal tahu saja, berdasarkan data JISDOR BI pada Rabu (9/5/2018), nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS berada pada posisi Rp14.074 per dolar AS, melemah lebih dalam dibandingkan posisi Selasa (8/5/2018) yang sebesar Rp14.036 per dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo, dalam pernyataan resminya, Rabu (9/5/2018) malam di Jakarta, mengatakan, pemahan Rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir merupakan dampak dari menguatnya dolar AS secara berskala luas (broadbased) terhadap seluruh mata uang, sehubungan dengan semakin solidnya ekonomi AS di tengah lambatnya pemulihan ekonomi di berbagai kawasan.

“Nilai tukar Rupiah secara year to date (ytd) per 8 Mei 2018 melemah 3,44%, sedangkan Peso Filipina melemah 3,72%, Rupee India 4,76%, Real Brasil 6,83%, Rubel Rusia 8,93%, dan Lira Turki 11,51%. Tekanan pada nilai tukar mata uang negara-negara maju lainnya juga besar,” ujar Agus. Continue reading “BI Angkat Bicara Soal Pelemahan Rupiah”

Dana Mengendap di Uang Elektronik Wajib Disimpan di Bank

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mewajibkan penerbit uang elektronik menyimpan sekitar maksimal 70 persen dari total dana penerimaan uang elektronik (dana float) di Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV, Surat Berharga Negara (SBN), hingga Sertifikat BI (SBI).

Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Ida Nuryanti mengatakan bahwa aturan ini didapat berdasarkan hasil survei bank sentral nasional yang menemukan bahwa pengguna uang elektronik hanya aktif menggunakan sekitar 25-30 persen dari total dana disimpannya di uang elektronik.

Dengan begitu, bank penerbit uang elektronik yang merupakan BUKU IV wajib menyimpan sekitar 30 persen dana pengguna di kas bank penerbit. Sedangkan bagi penerbit yang merupakan bank non BUKU IV dan Lembaga Selain Bank (LBS) wajib menyimpan 30 persen dana tersebut di giro bank BUKU IV. Continue reading “Dana Mengendap di Uang Elektronik Wajib Disimpan di Bank”

BI Siap Naikkan Suku Bunga

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia dipastikan akan melakukan penyesuaian suku bunga kebijakan 7-day Reverse Repo Rate dalam waktu dekat guna merespon kondisi perekonomian saat ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menuturkan pihaknya tengah mempersiapkan langkah kebijakan moneter yang tegas dan akan dilakukan secara konsisten, termasuk melalui penyesuaian suku bunga kebijakan 7-day Reverse Repo Rate dengan lebih memprioritaskan pada stabilisasi.

“Ini dimaksudkan untuk memastikan keyakinan pasar dan kestabilan makro ekonomi nasional tetap terjaga,” ungkap Agus dalam siaran pers, Rabu (9/5).

BI menekankan pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir merupakan dampak dari menguatnya dolar AS secara berskala luas (broadbased) terhadap seluruh mata uang, sehubungan dengan semakin solidnya ekonomi AS di tengah lambatnya pemulihan ekonomi di berbagai kawasan. Continue reading “BI Siap Naikkan Suku Bunga”

PENGUATAN DOLAR AS: Sejumlah Negara Berkembang Mulai Terpapar Dampaknya

Bisnis.com, JAKARTA– Bank-bank sentral negara berkembang menghadapi ujian paling berat sejak peristiwa taper tantrum tahun 2013 silam.

Investor semakin meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) akan terus menaikkan suku bunga hingga tahun 2019, sehingga mengirim dolar AS melonjak terhadap sebagian besar mata uang negara berkembang dalam sebulan terakhir.

Penjualan surat utang dari negara-negara seperti Rusia dan Argentina telah dibatalkan atau ditunda karena pembeli potensial menjadi tiba-tiba lebih selektif saat suku bunga AS naik.

Sementara itu, pembuat kebijakan sudah mulai bertindak, dengan bank sentral Argentina tiba-tiba menaikkan suku bunga tiga kali, menjadi 40% untuk membendung aksi jual peso. Adapun Rusia mengerem pelonggaran moneter lebih lanjut. Turki berusaha untuk menurunkan defisit neraca berjalannya

Sementara itu, Indonesia sendiri mencatat penurunan cadangan devisa karena bank sentral berupaya menopang nilai tukar rupiah.

Tekanan tersebut diperkuat oleh lonjakan utang berdenominasi dolar AS di negara-negara berkembang di dunia, yang naik 10% sepanjang tahun ini, dipimpin oleh kenaikan 22% dalam penerbitan surat utang global, menurut data Bank fro International Settlements yang dilansir Bloomberg. Continue reading “PENGUATAN DOLAR AS: Sejumlah Negara Berkembang Mulai Terpapar Dampaknya”

Pelemahan Rupiah Untungkan Eksportir

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
KADIN Indonesia menilai melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh Rp14.000 akan menguntungkan eksportir dan merupakan momentum untuk mendorong ekspor dan logistik nasional agar tidak kalah bersaing dengan negara lain.

“Dampak melemahnya Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan membuat eksportir senang tapi untuk importir agak menyulitkan, karena impor pakai dolar sementara menjual menggunakan rupiah sehingga ada kenaikan harga jual,” kata Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno, di Jakarta, Selasa (8/5/2018). Continue reading “Pelemahan Rupiah Untungkan Eksportir”

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Capai 5,06%

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal I /2018 sebesar 5,06% year on year atau naik 0,05 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,01%.

Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV/2017.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka pertumbuhan kuartal I/2018 sangat menjanjikan, karena lebih tinggi dari periode yang sama pada 2017, 2016 dan 2015.

“Kita harapkan di triwulan (kuartal) selanjutnya bisa lebih tinggi lagi karena ada momen Lebaran, Pilkada, Asian Games dan lain sebagainya,” kata Suhariyanto, Senin (7/5/2017). Continue reading “BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Capai 5,06%”

Meski di Bawah Ekspektasi, BI Menilai Kinerja Ekonomi Masih On Track

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, hasil pertumbuhan ekonomi kuartal I/2018 yang dirilis Badan Pusat Statistik 5,06% masih sesuai jalur yang diharapkan.

Meski, angka tersebut di bawah ekspektasi Bank Sentral 5,10% tetapi sudah di atas periode yang sama tahun lalu 5,01%.

“Ke depan kita harus fokus pada sektor industri yang masih menyumbang 4,5%. Lalu yang perlu diapresiasi adalah sektor konstruksi yang mengonfirmasi fokus pembangunan sudah berkontribusi pada PDB,” katanya, Senin (7/5/2018). Continue reading “Meski di Bawah Ekspektasi, BI Menilai Kinerja Ekonomi Masih On Track”

PERTUMBUHAN EKONOMI 2018: Bakal Masih Hadapi tantangan, Core: Kuartal I, PDB Diperkirakan Tumbuh 5%

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini akan merilis tiga data ekonomi dalam negeri, salah satunya adalah angka pertumbuhan ekonomi kuartal I/2018.

“(Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2018) akan ada di kisaran 5,0%,” kata Direktur Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal kepada Bisnis, Senin (7/5/2018).

Dia mengemukakan pada Core Economic Outlook yang diselenggarakan pada November tahun lalu, lembaga tersebut memprediksi bahwa ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh 5,1% hingga 5,2% pada 2018. Continue reading “PERTUMBUHAN EKONOMI 2018: Bakal Masih Hadapi tantangan, Core: Kuartal I, PDB Diperkirakan Tumbuh 5%”

Mempersiapkan Belanja Kebutuhan Sekolah Anak

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Beberapa waktu lalu, anak-anak kita sudah selesai menghadapi ujian nasional dan ujian akhir semester. Artinya, sebentar lagi mereka akan lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya atau naik kelas.

Suka atau tidak suka, kita sebagai orang tua akan mengalami masa seperti ini di mana setiap tahun di sekitar bulan Juni-Juli disibukkan dengan pergantian tahun pelajaran sekolah, yang akan mengeluarkan sejumlah dana untuk keperluan sekolah. Setiap tahun ajaran baru memang identik dengan peralatan sekolah yang baru. Hal ini memang bukan tanpa alasan, peralatan sekolah seperti tas, sepatu, seragam dianggap wajar jika berganti setahun sekali pada tahun ajaran baru. Continue reading “Mempersiapkan Belanja Kebutuhan Sekolah Anak”

Indonesia Siap Menyusul dalam Revolusi Digital Payment

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
China memang luar biasa. Revolusi digital payment-nya telah merambah ke berbagai bidang. Cukup dengan platform QR code maka ponsel di sana menjadi alat pembayaran yang paling sakti. Anda mau naik bus, sewa sepeda, bayar tagihan listrik, bayar tagihan air, beli buah-buahan di pasar, sampai memberi uang kepada pengamen. Ya, Anda tidak salah baca, memberi uang kepada pengamen. Cukup tempelkan ponsel Anda kepada QR code yang bersangkutan, dan – voila – Anda berhasil bertransaksi. Continue reading “Indonesia Siap Menyusul dalam Revolusi Digital Payment”