Optimisme konsumen naik lagi di Juni berkat guyuran THR

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Optimisme konsumen kembali meningkat di bulan Juni 2018. Buktinya, hasil survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2018 naik 3 poin ke level 128,1 dibandingkan 125,1 pada bulan sebelumnya.

Kenaikan itu didorong oleh sejumlah faktor pendukungnya, terutama indeks pembelian barang tahan lama.

Secara triwulanan, rata-rata IKK triwulan II-2018 sebesar 125,2, lebih tinggi dibandingkan dengan 123,4 pada triwulan sebelumnya dan 124,0 pada periode yang sama tahun lalu.

Meningkatnya keyakinan konsumen didorong oleh membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Hal tersebut terindikasi dari kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 4,7 poin, didorong oleh peningkatan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama seperti peralatan elektronik dan perabot rumah tangga yang naik sebesar 5,9 poin menjadi 128,9. Continue reading “Optimisme konsumen naik lagi di Juni berkat guyuran THR”

Suku Bunga Acuan Berpotensi Naik Hingga 200 Bps

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja memprediksi suku bunga acuan melesat sampai dengan 200 basis points (bps) hingga 2019. Sepanjang Mei dan Juni, Bank Indonesia telah menaikkan BI-7 Days Reverse Repo Rate sebesar 100 bps menjadi 5,25%.

Menurut dia, hal itu bisa terjadi apabila bank sentral Amerika Serikat serius untuk terus menaikkan Fed Fund Rate (FFR). Saat ini suku bunga acuan AS tersebut tercatat naik 25 bps.

“Kalau lihat kondisinya, mereka naik 25 bps, kita [Indonesia] mesti naik 50 bps,” kata Jahja di Jakarta pada Senin (9/7/2018).

Beredar isu FFR akan terus naik tiga hingga empat kali hingga akhir 2019. Kondisi tersebut akan memaksa Indonesia untuk ikut menyesuaikan.

Jahja menjelaskan kenaikan suku bunga acuan harus dilakukan untuk menyelamatkan rupiah dari tekanan global. Pasalnya, pelemahan mata uang dapat berimbas pada kestabilan kondisi perekonomian domestik yang banyak bergantung pada barang impor. “Memang pilihan yang berat, tapi kalau tidak naik juga berat.”

Dia menambahkan kenaikan suku bunga bukan hanya terjadi di AS dan Indonesia. Benua Biru juga punya rencana melakukan kebijakan moneter tersebut.

Source : Klik Disini

Pemerintah Rumuskan Kebijakan untuk Perbaiki Neraca Perdagangan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengklaim akan terus merumuskan kebijakan untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bambang Adi Winarso mengatakan untuk impor, upaya pemerintah adalah meninjau kembali dengan lebih teliti produk-produk impor. Atau tidak serta merta memberi larangan.

Langkah selanjutnya yakni melakukan subtitusi impor dengan membandingkan sumber daya dalam negeri sendiri.

“Ada beberapa usulan, tetapi kami akan fokus pada subtitusi impor. Ini akan menjaga perputaran uang juga di dalam negeri,” katanya, Senin (9/7/2018).

Adapun dari sisi ekspor, Bambang melanjutkan, pemerintah akan fokus memperbaiki layanan terutama di kepabeanan termasuk fasilitas konsultasi bagi eksportir.

Sementara itu, sisi lain pemerintah juga menerima usulan untuk memperbaiki tarif masuk dan keluar dari yang saat ini sudah dijalankan. Continue reading “Pemerintah Rumuskan Kebijakan untuk Perbaiki Neraca Perdagangan”

Ini dampak jika AS terapkan bea masuk 124 produk ekspor Indonesia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang dimulai Jumat (6/7) lalu kian memanas setelah AS dikabarkan tengah mengevaluasi sekitar 124 produk ekspor asal Indonesia, termasuk tekstil, plywood, kapas ,dan beberapa hasil perikanan seperti udang dan kepiting. Evaluasi itu dilakukan guna menentukan produk apa saja yang masih layak menerima generalized system of preferences (GSP).

GSP sendiri merupakan kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor negara penerima. Jika GSP ini dihilangkan, maka bea masuk terhadap produk Indonesia ke AS, menjadi lebih mahal.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan, jika AS mencabut kebijakan GSP untuk Indonesia, produk ekspor Indonesia menjadi kurang kompetitif. “Harganya naik kan,” kata Oke usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Minggu (8/7). Continue reading “Ini dampak jika AS terapkan bea masuk 124 produk ekspor Indonesia”

Neraca dagang Juni diperkirakan ekonom bisa surplus US$ 200 juta

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca perdagangan bulan Juni 2018 bakal mencatatkan surplus. Hal ini dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah.

“Berdasarkan tracking BI terhadap data trade balance Juni, impor bulan Juni menurun signifikan sehingga trade balance Juni 2018 diperkirakan akan mengalami surplus,” kata dia kepada KONTAN, Jumat (6/7).

Meski demikian, tidak ada angka spesifik untuk berapa surplus yang akan dicatatkan. Yang terang, “Sementara karena impornya turun signifikan,” ucapnya.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, neraca dagang Juni bisa jadi surplus. Kemungkinan, besarnya US$ 200 juta lantaran siklus penurunan impor yang biasa terjadi.

“Mungkin saja turun impornya karena dua bulan terakhir kemarin banyak impor minyak, Ini memang siklus. Di luar faktor itu, tidak ada yang membuat impor turun,” kata Lana kepada KONTAN, Minggu (8/7). Continue reading “Neraca dagang Juni diperkirakan ekonom bisa surplus US$ 200 juta”

Pemerintah Telah Rancang Strategi Untuk Hadapi Perang Dagang AS

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Pemerintah membahas perumusan strategi dan kebijakan dalam menghadapi dampak adanya perang dagang dan kenaikan tingkat bunga Amerika Serikat (AS).

“Kami sudah bahas hal-hal yang perlu yang akan kami usulkan tentu saja. Termasuk antisipasinya, tapi substansinya saya belum bisa jelaskan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Minggu malam.

Darmin mengatakan pembahasan tersebut telah dilakukan dengan beberapa kementerian terkait.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Hasil dan substansi dari rapat koordinasi di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian tersebut nantinya akan disampaikan pada rapat kabinet di Istana Bogor, Senin (9/7). Continue reading “Pemerintah Telah Rancang Strategi Untuk Hadapi Perang Dagang AS”

Pemerintah perlu kendalikan impor dan jadwal ulang pembayaran utang

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi cadangan devisa (cadev) akhir Juni 2018 kembali melanjutkan tren penurunan, yaitu mencapai US$ 3,1 miliar menjadi US$ 119,8 miliar. Dengan demikian, total penurunan cadev sejak awal tahun hingga akhir bulan lalu telah mencapai US$ 10 miliar.

Walaupun dalam dua bulan belakangan Bank Indonesia (BI) telah menaikkan bunga acuan hingga 100 basis poin (bps) demi menjaga stabilitas kurs rupiah.

Nilai tukar rupiah melemah sejak Februari 2018 dan sempat berada dalam tren menguat sampai dengan pertengahan Juni 2018. BI mencatat, rupiah sempat berada di level Rp 13.853 per dollar AS pada 6 Juni 2018 sebagai respon kenaikan bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) akhir Mei lalu.

Namun, pasca libur lebaran, nilai tukar rupiah kembali melanjutkan tren pelemahan. Pada tanggal 28 Juni 2018, rupiah tercatat Rp 14.390 per dollar AS, melemah 3,44% point to point dibandingkan dengan level akhir Mei 2018. Secara year to date hingga saat itu, rupiah telah melemah 5,72%.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara, nilai tukar rupiah masih akan berfluktuasi hingga akhir tahun di level Rp 14.700-Rp 14.800 per dollar AS.

Selama kinerja ekonomi domestik belum ada perbaikan yang signifikan, investor akan menahan untuk masuk ke pasar keuangan Indonesia. “Cari instrumen yang aman safe haven, beli treasury bond sama dollar AS,” katanya kepada KONTAN, Minggu (8/7). Continue reading “Pemerintah perlu kendalikan impor dan jadwal ulang pembayaran utang”

Meski masih kuat, penurunan cadangan devisa Juni di atas ekspektasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia akhir Juni 2018 sebesar US$ 119,8 miliar atau turun US$ 3,1 miliar dibandingkan posisi akhir Mei 2018 yang sebesar US$ 122,9 miliar.

Penurunan ini juga lebih dalam ketimbang bulan lalu yang turun sebesar US$ 2 miliar dari posisi akhir April 2018 yang sebesar US$ 124,9 miliar.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, penurunan ini di atas ekspektasi dia sebelumnya yang hanya berkurang US$ 2 miliar dari posisi Mei 2018. Menurut David, posisi cadev ini perlu diwaspadai karena beberapa bulan ini turunnya terlihat cepat di mana sejak awal tahun hingga kini sudah terkuras US$ 12,18 miliar

“Ini harus diwaspadai karena beberapa bulan ini cepat juga penurunannya. Harus dicari pemanis lainnya,” kata David kepada Kontan.co.id, Jumat (6/7).

Dari pemerintah sendiri, menurut David, sudah bagus langkahnya, yakni akan perketat impor dan akan menambah insentif lagi yang mendukung ekspor agar tumbuh lebih cepat. “Ini harus dilakukan karena investor ini melihat cadev seperti kita menaruh deposito. Dia akan bandingkan kualitas bank,” ujarnya. Continue reading “Meski masih kuat, penurunan cadangan devisa Juni di atas ekspektasi”

BI Lihat Dampak Perang Dagang Terbatas

Bisnis.com, JAKARTA — Bank sentral menilai dampak perang dagang China versus AS, yang resmi dimulai Jumat (6/7/2018), tidak akan signifikan.

Aida S. Budiman, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), mengatakan dampak perang dagang terbatas kepada Indonesia. Dampak lanjutannya akan mengarah kepada negara yang telah masuk ke dalam konektivitas rantai pasok global.

“Indonesia belum terlalu terkoneksi ke global value chain, hanya beberapa komoditas saja. Jadi, dampaknya ke kita masih terbatas,” tuturnya, Jumat (6/7).

Aida mengungkapkan dampak yang mengkhawatirkan dan muncul dalam jangka pendek adalah riaknya di pasar keuangan, seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Pemerintah AS mulai memberlakukan tarif pada 818 barang dari China senilai US$34 miliar pada Jumat (6/7) waktu AS. Merespons hal ini, China menyatakan bakal melakukan pembalasan dengan memberlakukan tarif terhadap barang-barang AS serta mengambil langkah-langkah untuk membantu perusahaan-perusahaan yang terkena dampak. Continue reading “BI Lihat Dampak Perang Dagang Terbatas”

Tekanan rupiah masih berat, intervensi BI harus terukur

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ongkos mempertahankan otot rupiah di tengah gempuran tekanan eksternal memang mahal. Laporan Bank Indonesia (BI), nilai cadangan devisa akhir Juni tinggal sebesar US$ 119,8 miliar.

Nilai ini turun US$ 3,1 miliar dari posisi akhir Mei 2018 sebanyak US$ 122,9 miliar. Tergerusnya cadangan valuta asing di atas US$ 3 miliar ini di luar perkiraan ekonom yang memprediksi ongkos moneter bank sentral Juni hanya akan berkurang US$ 1 miliar sampai US$ 2 miliar.

Para ekonom yang dihubungi Kontan.co.id menyebut, Indonesia masih akan menghadapi tekanan. “Penguatan dollar Amerika Serikat (AS), risiko perang dagang serta pelonggaran kebijakan moneter masih berpotensi menekan rupiah,” ujar Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual. Karena itu, kata David, bank sentral harus tetap berhati-hati dalam pengelolaan cadangan devisa

Tekanan terhadap rupiah Juni memang terbilang lebih kencang. Sempat menguat di awal Juni, rupiah di bulan Juni sempat melemah hingga 14.404 pada 29 Juni 2018. Ini masih ditambah permintaan valas untuk membayar utang luar negeri pemerintah dan korporasi yang jatuh tempo. Continue reading “Tekanan rupiah masih berat, intervensi BI harus terukur”