OJK: Pandemi jadi momentum transformasi digital

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika sepakat untuk memperkuat digitalisasi di sektor jasa keuangan untuk memperluas layanan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kesimpulan tersebut muncul dalam pertemuan virtual Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate mengenai Arahan dan Diskusi Perkembangan Teknologi di Indonesia dan Visi Digitalisasi Nasional Kepada Pelaku Sektor Jasa Keuangan, Jumat (27/8).

Acara tersebut diinisiasi oleh OJK dan Kemenkominfo yang mengundang ratusan pelaku dan perwakilan asosiasi industri jasa keuangan di perbankan, industri keuangan non-bank serta pasar modal.

Continue reading “OJK: Pandemi jadi momentum transformasi digital”

Stimulus OJK Jaga Stabilitas Industri Keuangan Nasional

Bisnis.com, JAKARTA – Stabilitas sektor jasa keuangan nasional mampu mencegah krisis akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan perlambatan perekonomian sejumlah negara di dunia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan masih menunjukkan stabilitas yang terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif dan profil risiko tetap terkendali.

Untuk membangun dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19, OJK mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus di sektor perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), dan pasar modal sejak Maret 2020.

Hingga 15 Juni 2020, OJK mencatat restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp655,84 triliun dari 6,27 juta debitur. Untuk sektor UMKM, nilai restrukturisasi mencapai Rp298,86 triliun yang berasal dari 5,17 juta debitur.

Continue reading “Stimulus OJK Jaga Stabilitas Industri Keuangan Nasional”

OJK klaim stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga di tengah wabah corona

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan sampai Maret masih dalam kondisi terjaga. Intermediasi sektor ini masih membukukan kinerja positif dan profil risiko industri jasa keuangan tetap terkendali meski perekonomian tertekan akibat merebaknya virus corona di banyak negara.

OJK sejak Februari lalu juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus perekonomian di sektor perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank yang diharapkan menjadi countercyclical dampak penyebaran virus corona sehingga bisa mendorong optimalisasi kinerja industri jasa keuangan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, pihaknya akan senantiasa memantau perkembangan ekonomi global yang sangat dinamis dan berupaya untuk terus memitigasi potensi risiko yang ada terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik.

Continue reading “OJK klaim stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga di tengah wabah corona”

Berikut ini strategi OJK dalam reformasi industri keuangan non-bank

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Banyaknya kasus penyelewengan yang terjadi di industri keuangan belakangan ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berbenah. Tak ayal OJK pun berniat untuk mempercepat proses reformasi Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) termasuk asuransi, yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

OJK juga berusaha meningkatkan standar pengaturan dan kualitas pengawasan, membangun IKNB yang sehat, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional serta meningkatkan daya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

“Berbagai kebijakan telah dan akan dilakukan dari reformasi IKNB ini yaitu reformasi pengaturan dan pengawasan, reformasi institusi dan reformasi infrastruktur,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (18/2).

Continue reading “Berikut ini strategi OJK dalam reformasi industri keuangan non-bank”

Perjelas aturan main inovasi keuangan digital, OJK terbitkan tiga surat edaran

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperjelas aturan main terkait inovasi keuangan digital dengan mengeluarkan tiga Surat Edaran OJK (SEOJK). Penerbitan surat edaran tersebut sesuai amanat Peraturan OJK (POJK) Nomor 13/POJK.02/2018 tentang IKD di sektor jasa keuangan.

Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani menyebutkan, tiga surat edaran tersebut mencakup SEOJK Nomor 20/SEOJK.02/2019 tentang Mekanisme Pencatatan IKD dan SEOJK Nomor 21/SEOJK.02/2019 tentang regulatory sandbox.

“Adapula SEOJK Nomor 22/SEOJK.02/2019 tentang Penunjukan Asosiasi Penyelenggara IKD,” kata Triyono, dalam keterangan pers OJK, Kamis (23/1).

Pertama, SEOJK tentang Mekanisme Pencatatan IKD memuat empat poin penting. Menurut dia, aturan ini mewajibkan setiap penyelenggara IKD mengajukan permohonan pencatatan inovasi yang tengah dikembangkan, kecuali mereka telah mengantongi tanda terdaftar dan berizin dari OJK.

“Sebelum menetapkan status tercatat bagi penyelenggara, kami akan melakukan pengecekan kelengkapan dan verifikasi kebenaran dokumen terkait permohonan pencatatan, serta penelitian lebih lanjut terhadap permohonan tersebut melalui forum panel,” jelas dia.

Selanjutnya, penyelenggara yang telah tercatat akan terus dipantau, khususnya melalui laporan kinerja yang disampaikan secara tiga bulanan. Meski demikian, status tercatat penyelenggara bisa tidak berlaku atau dicabut jika tidak sesuai ketentuan.

Kedua, SOJK tentang Regulatory Sandbox juga memuat empat poin penting. Ia menjelaskan, penyelenggaraan regulatory sandbox untuk memastikan penyelenggara IKD memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam POJK 13/2018.

Regulatory Sandbox ini dilakukan dengan sistem prototyping, di mana OJK menetapkan penyelenggara dari setiap klaster model bisnis untuk menjadi prototipe sehingga model bisnis mereka akan diuji coba serta dijadikan acuan dalam meninjau model bisnis sejenis,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menetapkan hasil regulatory sandbox dengan beberapa kriteria mulai dari direkomendasikan (untuk mengajukan pendaftaran), tidak direkomendasikan (harus menghentikan kegiatan usahanya), serta perbaikan.

Dengan begitu, hasil tahapan ini akan berlaku untuk semua penyelenggara dalam klaster yang sama. Selanjutnya, regulatory sandbox akan dilakukan di OJK Innovation Centre for Digital Financial Technology atau tempat lainnya yang direkomendasikan regulator dengan batas waktu maksimal satu tahun. Bisa juga diperpanjang maksimal enam bulan untuk status perbaikan.

Ketiga, SEOJK tentang Penunjukan Asosiasi Penyelenggara IKD. Triyono mengungkapkan, untuk mendapatkan penunjukan dari regulator maka asosiasi penyelenggara IKD harus mengajukan permohonan sesuai tata cara yang diatur dalam SEOJK.

Secara umum, asosiasi penyelenggara IKD harus memenuhi persyaratan, seperti telah mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum perkumpulan dari instansi pemerintah yang berwenang.

Kemudian memiliki kelengkapan organisasi, peraturan keanggotaan dan basis data anggota, serta rencana kegiatan asosiasi penyelenggara IKD. Selain itu, mereka juga harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Dalam hal ini, ada beberapa tugas, wewenang serta kewajiban pelaporan bagi asosiasi penyelenggara yang memperoleh penunjukan dari OJK sebagaimana diatur dalam SEOJK. Penunjukan asosiasi penyelenggara IKD dapat dicabut jika tidak memenuhi ketentuan.

Menurut Triyono, surat edaran ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Hingga Oktober 2019, telah tercatat sebanyak 61 Penyelenggara IKD, 40 prototipe RegulatorySandbox, dan satu asosiasi penyelenggara IKD tertunjuk yaitu Asosiasi Fintech Indonesia.

“Semuanya harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam tiga SEOJK IKD tersebut,” pungkasnya.

Sumber: Klik Disini

OJK Siapkan Aturan Produk Investasi Baru

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bakal ada satu lagi produk investasi di pasar modal. Namanya waran terstruktur. Ini merupakan produk derivatif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan aturan terkait produk ini bisa diimplementasikan pada pertengahan tahun depan.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan, saat ini ketentuan mengenai produk ini dalam proses pembahasan dan penyusunan peraturan. Tahap ini juga melibatkan pelaku pasar modal, self regulatory organization (SRO) dan pemangku kepentingan lainnya.

“Seiring proses pembahasan dan penyusunan, sosialisasi awal dan juga penjajakan ke beberapa pelaku yang berminat sebagai penerbit atau pelaku transaksi juga dilakukan,” ujar Fakhri kepada KONTAN, Jumat (13/12).

Continue reading “OJK Siapkan Aturan Produk Investasi Baru”

OJK: Stabilitas sektor jasa keuangan hingga Oktober 2019 masih terjaga

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (23/10) ini menilai stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan keempat Oktober dalam kondisi terjaga. Meskipun tengah terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian global. Intermediasi sektor jasa keuangan tercatat membukukan perkembangan yang stabil dengan profil risiko yang terkendali.

Dalam keterangan tertulis pada Rabu (23/10), OJK menilai, melemahnya indikator ekonomi utama yaitu indeks keyakinan konsumen, tingkat inflasi, purchasing manager index dan industrial production di negara ekonomi maju yang berdampak pada penurunan permintaan di negara berkembang.

Hal inilah yang menjadikan pertimbangan utama International Monetary Fund memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2019 dari 3,3% pada April 2019 menjadi 3,0% pada Oktober 2019.

Bank sentral negara ekonomi maju menyikapi hal tersebut dengan cenderung semakin dovish dan akan diikuti kebijakan yang ekspansif.

Dari kondisi itu, serta perkembangan terakhir trade war dan Brexit yang cukup positif telah mendorong aliran dana investor global masuk ke pasar keuangan emerging markets, termasuk Indonesia.

Continue reading “OJK: Stabilitas sektor jasa keuangan hingga Oktober 2019 masih terjaga”

OJK : Perlu Edukasi untuk Tingkatkan Literasi Keuangan di Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan perlu terus dilakukan mengingat masih rendahnya angka literasi keuangan di Indonesia. 
 
Kepala Subbagian Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nizhomy Rahman mengungkapkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan mencatat bahwa indeks literasi keuangan konvensional pada 2016 mencapai 29,7 persen. 
 
“Ini artinya dari 100 orang, baru 29 orang yang memiliki literasi keuangan,” sebutnya di sela-sela acara Bisnis Community Meet Up bertajuk Milenial Cerdas Investasi di Jakarta, Sabtu (12/10/2019). 
 
Adapun angka literasi keuangan ini mengalami peningkatan dari posisi 2013, yang berada di angka 21,8 persen. 
 
Nizhomy menambahkan edukasi perlu dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan. Alasannya, hal ini  bermanfaat agar masyarakat dapat terhindar dari risiko penipuan terkait keuangan seperti investasi bodong. 
 
Oleh karena itu, pihaknya juga mendukung upaya edukasi yang dilakukan oleh berbagai komunitas dalam meningkatkan literasi keuangan, salah satunya lewat Bisnis Community dari Bisnis.com.  

Continue reading “OJK : Perlu Edukasi untuk Tingkatkan Literasi Keuangan di Indonesia”

OJK: Kinerja sektor keuangan hingga Mei 2019 masih stabil

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali.

Data-data perekonomian yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi global menjadi sentimen negatif di pasar keuangan. Selain itu, peningkatan tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS)dengan Tiongkok, Uni-Eropa, Mexico dan India juga turut mendorong naiknya tekanan di pasar keuangan global sepanjang Mei 2019.

Sejalan dengan perkembangan global tersebut,IHSG pada Mei 2019 turun sebesar 3,8% (mtm) dengan investor nonresiden membukukan net sell sebesar Rp7,4triliun. Pelemahan juga terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), tercermin dari net sell SBN investor nonresiden sebesar Rp10,8 triliun dan naiknya rata-rata yield SBN sebesar 13,6 bps mtm.

Continue reading “OJK: Kinerja sektor keuangan hingga Mei 2019 masih stabil”

OJK pangkas target pertumbuhan kredit, perbankan masih optimistis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memangkas target pertumbuhan kredit perbankan dari 10%-12% menjadi 9%-11%. Ketua OJK Wimboh Santoso bilang hal tersebut dilakukan Otoritas lantaran di beberapa bank melakukan revisi terhadap rencana bisnis bank (RBB) di paruh kedua tahun ini.

“Ada beberapa bank yang merevisi RBB, penyebabnya macam-macam. Ada juga karena trade war, sehingga mereka mungkin masih menunggu bagaimana dampaknya,” katanya pekan lalu saat memberi paparan di DPR.

Beberapa bankir yang dihubungi Kontan.co.id pun telah memprediksi bahwa pertumbuhan kredit sejatinya bakal direvisi Otoritas. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, anggota indeks Kompas100) Jahja Setiatmadja misalnya menyatakan sejak awal perseroan tak terlalu menggenjot target pertumbuhan.

Continue reading “OJK pangkas target pertumbuhan kredit, perbankan masih optimistis”