Satgas Waspada Investasi Imbau Masyarakat Jauhi 20 Entitas Tak Berizin Ini

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha dari 20 entitas yang tidak memiliki izin usaha pemasaran produk dan penawaran investasi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, imbauan tersebut dikeluarkan untuk terus memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat. Pasalnya kegiatan 20 entitas tersebut berpotensi merugikan karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

Sebagai contoh Bitcoin Trading & Cloud Mining Limited yang menawarkan Investasi Cryptocurrency dengan imbal hasil 4.1% per hari dan bonus US$100. Lalu Btc-rush.com menawarkan investasi Cryptocurrency dengan imbal hasil 120% dalam waktu 24 jam sampai dengan 300% dalam waktu 3 jam. Ada pula Cryptopia Indonesia yang menawarkan investasi hasil Mining Cyrptocurrency dengan imbal hasil 35% per 10 hari sebanyak 10 kali. Continue reading “Satgas Waspada Investasi Imbau Masyarakat Jauhi 20 Entitas Tak Berizin Ini”

Pemerintah Genjot Kualitas Audit

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berusaha meningkatkan kualitas audit terutama dari kantor akuntan publik (KAP).

Kemenkeu akan membahas upaya tersebut saat acara “ASEAN Audit Regulators Group (AARG) Inspection Workshop 2018” pada 31 Juli–2 Agustus 2018.

Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kemenkeu, Langgeng Subur, mengatakan audit berkualitas penting untuk menjaga kepercayaan dan iklim investasi setiap negara. Hal ini diungkapkannya dalam temu media di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Langgeng mengatakan AARG 2018 akan membahas mengenai pentingnya mendorong inovasi dalam meningkatkan kualitas audit terutama dalam menghadapi tantangan teknologi.

AARG 2018 merupakan kegiatan tahunan bagi regulator akuntan publik di ASEAN dan sekitarnya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pembinaan pengawasan akuntan publik. Continue reading “Pemerintah Genjot Kualitas Audit”

Rupiah diramal masih sulit menguat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di kuartal dua lalu memang meleset. Tapi, rupiah diprediksi masih sulit menguat.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu, Badan Ekonomi dan Statistik AS merilis, PDB AS mencapai 4,1%. Angka ini sedikit meleset dari perkiraan analis yang sebesar 4,2%.

Cuma angka ini jauh lebih tinggi dari PDB di kuartal sebelumnya yang hanya 2%. “Realisasi ini masih positif dan membuat keputusan The Federal Reserve menaikkan suku bunga di September mendatang semakin jelas,” kata ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, Jumat (27/7).

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan, pergerakan rupiah pekan ini juga akan dipengaruhi data ekonomi dari dalam negeri. Di antaranya data inflasi yang dirilis Rabu (1/8).

Lukman memprediksi, rupiah hari ini melemah dan bergerak dalam kisaran Rp 14.400–Rp 14.475 per dollar AS. Sedangkan Ahmad memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang sempit, yakni antara Rp 14.460–Rp 14.470 per dollar AS.

Akhir pekan lalu, kurs spot rupiah naik 0,31% jadi Rp 14.417 per dollar AS. Tapi kurs tengah rupiah BI turun 0,27% menjadi Rp 14.483 per dollar AS.

Source : Klik Disini

Upaya BNI Syariah dongkrak pembiayaan mikro

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BNI Syariah mencatatkan pertumbuhan positif. Sepanjang semester I-2018, BNI Syariah menyalurkan pembiayaan Rp 25,12 triliun naik secara tahunan atau year on year (yoy) 11,4%. Pada semester I-2017 penyaluran pembiayaan hanya Rp 22,55 triliun.

Pembiayaan komersial tumbuh 22% yoy dari Rp 4,32 triliun menjadi Rp 5,28 triliun di semester 1-2018. Pembiayaan sektor kecil dan menengah tumbuh 12,3% yoy menjadi Rp 5,52 triliun. Sedangkan pembiayaan mikro pada Juni 2018 mencapai Rp 995 miliar atau tumbuh 2,9% dibandingkan Juni 2017 di posisi Rp 968 miliar.

Hingga semester I-2018 pembiayaan konsumer BNI Syariah mencapai 12,99 triliun naik 7,8% yoy dari posisi Juni 2018 di level Rp 11,99 triliun. Sedangkan pertumbuhan pembiayaan lewat Hasanah Card tumbuh 14,6% dari Rp 338 miliar di paruh pertama 2017 menjadi Rp 387 miliar di paruh pertama 2018.

Direktur Bisnis BNI Syariah menjelaskan tidak ada kendala dalam menyalurkan pembiayaan mikro. Namun BNI Syariah lebih selektif dalam memilih calon nasabah. Continue reading “Upaya BNI Syariah dongkrak pembiayaan mikro”

Ekonom : Antisipasi kenaikan bunga the Fed, BI 7 DRR bisa naik lagi jadi 5,75%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sepanjang tahun ini, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 100 basis poin atau 1% dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah. Akibatnya, bunga deposito dan kredit pun naik.

Catatan BI, sejak April 2018 ada kenaikan 15 bps pada rata-rata bunga deposito yakni dari 5,56% menjadi 5,71% pada Juli 2018. Sementara, bunga kredit modal kerja tercatat naik dari 11,97% pada April 2018 ke Juli 2018 yang sebesar 12,13% atau naik 16 bps.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai proses kenaikan suku bunga kredit dan deposito ini masih kondusif untuk perekonomian. Ke depannya, ia melihat BI juga masih akan menaikkan suku bunganya mengikuti kenaikan suku bunga The Fed yang dispekulasikan akan naik pada September dan Desember.

“Jadi, BI 7DRR diperkirakan minimal akan naik 50 bps lagi sampai akhir tahun menjadi 5,75%,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (29/7)

Meski begitu, suku bunga acuan 5,75% ini dinilai masih kondusif untuk perekonomian. Namun, Piter mengatakan, ekonomi juga masih memiliki tantangan lain selain suku bunga. Continue reading “Ekonom : Antisipasi kenaikan bunga the Fed, BI 7 DRR bisa naik lagi jadi 5,75%”

Ekonom: Kenaikan bunga deposito dan kredit masih kondusif untuk perekonomian

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sepanjang tahun ini, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate sebanyak 100 basis poin (bps) atau 1% dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah. Akibatnya, bunga deposito dan kredit pun naik.

Catatan BI, sejak April 2018 ada kenaikan suku bunga deposito rata-rata sebesar 15 basis poin (bps) dari 5,56% ke 5,71% pada Juli 2018. Sementara, bunga kredit modal kerja tercatat naik dari 11,97% pada April 2018 ke Juli 2018 yang sebesar 12,13% atau naik 16 bps.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menilai, meski naik, proses kenaikan suku bunga kredit dan deposito ini sesuai perkiraan dan masih kondusif untuk perekonomian. Namun demikian, hal ini masih perlu diantisipasi.

“Proses ini masih berjalan dan suku bunga acuan BI juga masih akan mengalami kenaikan,” ujar Piter kepada Kontan.co.id, Minggu (29/7). Continue reading “Ekonom: Kenaikan bunga deposito dan kredit masih kondusif untuk perekonomian”

Modal asing masuk Rp 6,8 triliun, BI: Ada perbaikan minat investor asing

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, arus modal asing yang masuk ke dalam pasar SBN dan saham hingga minggu ketiga Juli sebesar Rp 6,8 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan ada perbaikan pada arus modal asing yang masuk ke pasar SBN di mana terlihat sudah ada sejak minggu pertama Juli yang masuk sebesar Rp1,5 triliun.

Selanjutnya, arus modal masuk ke SBN sebesar Rp 3,7 triliun di Juli minggu kedua, dan Rp 6,4 triliun pada minggu ketiga. “Ini tunjukkan minat investor asing ke SBN ada perbaikan,” kata Mirza di Gedung BI, Jumat (27/7).

Sementara itu, di pasar saham, Mirza mengatakan bahwa arus modal masuknya baru terlihat pada minggu ketiga Juli di mana inflow yang masuk sebesar Rp 400 miliar. Pada minggu pertama dan kedua Juli, masih ada outflow di pasar saham sebesar masing-masing Rp 1,6 triliun dan Rp 900 miliar.

Dengan demikian, net capital inflow pada Juli minggu pertama masih negatif Rp 280 miliar. Namun, pada minggu kedua, net-nya sudah positif Rp 3,2 triliun Continue reading “Modal asing masuk Rp 6,8 triliun, BI: Ada perbaikan minat investor asing”

Ekonom : Inflasi masih bisa ditekan lebih rendah dari 3%, asalkan..

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Proyeksi inflasi yang diperkirakan sebesar 3,5% pada tahun 2018 ini dinilai masih ideal. Namun ke depan nya inflasi diperkirakan bisa lebih rendah dari 3% bila terjadi peningkatan yang signifikan pada kapasitas produksi dan infrastruktur transportasi.

” Untuk saat ini sampai lima tahun ke depan, angka inflasi di 3%-5% sudah cukup ideal. Jika ada peningkatan yang signifikan dalam kapasitas produksi dan infrastruktur transportasi, dalam jangka panjang bisa lebih rendah dari 3%, ” Ujar Eric Sugandi, Project Consultant Asian Development Bank. Jumat (27/7).

Eric juga bilang, inflasi masih bisa diturunkan ke bawah 3% dalam jangka menengah dan panjang karena tekanan inflasi di Indonesia masih lebih banyak disebabkan oleh tekanan dari sisi pasokan (cost push inflation) daripada dari sisi permintaan (demand pull inflation).

“Kecuali untuk tekanan demand yang sifatnya seasonal seperti Ramadan. Karena cost push inflation ini berkaitan dengan masalah ketersediaan dan distribusi barang dan jasa dan struktur pasar karena di Indonesia banyak pasar barang dan jasa yang sifatnya oligopolis atau persaingan monopolistik, jadi tidak perfect competition. Jadi masih banyak ruang untuk improvement di sisi supply utk turunkan inflasi,” jelasnya

Terakhir, ia bilang Inflasi yang relatif lebih rendah juga dampak dari pengaruh dari sisi pasokan yang meningkat namun daru sisi permintaan yang cenderung melemah karena kenaikan administered price dan harga komoditas yang tertekan di pasar global. Continue reading “Ekonom : Inflasi masih bisa ditekan lebih rendah dari 3%, asalkan..”

OJK Targetkan Dirikan 40 Bank Wakaf Mikro Sepanjang 2018

Bisnis.com, SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus memperluas penyediaan akses keuangan masyarakat melalui Bank Wakaf Mikro (BWM). Hingga akhir tahun ini, OJK menargetkan sebanyak 40 BWM dapat terbentuk untuk mendukung masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

“Target 40 hingga akhir tahun, namun ini bukan target akhir. Kami akan tetap berusaha mengembangkan BWM ini kemana-mana, hingga ke luar Jawa,” kata Ketua Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Heru Setiana, Jumat (27/7/2018).

Dikatakan Heru, dengan semakin banyaknya BWM yang berdiri di pesantren-pesantren, nantinya masyarakat sekitar akan mendapatkan peluang sama untuk meminjam dana guna mengembangkan usaha.

“Masyarakat nanti bisa dapat kesempatan sama, tujuan pemberdayaan umat bisa jalan. masyarakat akan semakin produktif. Kalau sejahtera ekonomi nasional pasti tumbuh,” ujarnya.

Dijelaskan, masyarakat sekitar lingkungan pesantren yang ingin menajadi nasabah akan diberi pelatihan dan bimbingan sehingga setelah menjadi nasabah sudah siap dengan usaha yang akan dijalankan. Continue reading “OJK Targetkan Dirikan 40 Bank Wakaf Mikro Sepanjang 2018”

Hati-hati, Fintech ilegal terus berkeliaran mencari korban

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tidak hanya barang asal China yang menyerbu pasar domestik. Perusahaan finansial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending asal China juga mulai merangsek ke pasar Indonesia secara ilegal.

Hasil penyisiran Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, setidaknya 227 perusahaan fintech P2P lending tidak mengantongi izin dari OJK. Sekitar setengah dari jumlah tersebut adalah fintech asal China.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, mereka terbukti melanggar Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016, yang mewajibkan setiap penyelenggara lending mengajukan pendaftaran dan izin ke OJK.

Fintech asal Negeri Panda tertarik membidik pasar Indonesia karena potensi bisnis pinjam meminjam online di Indonesia yang terus berkembang. Di sisi lain, regulator China melakukan pengetatan regulasi di negaranya sehingga mencari pasar baru, di Indonesia. “Fintech asal China ini mendapatkan pendanaan dari investor di negaranya. Mereka masuk ke Indonesia dengan model bisnis yang beragam namun cenderung sulit diidentifikasi,” ujar Tongam, Jumat (27/7). Continue reading “Hati-hati, Fintech ilegal terus berkeliaran mencari korban”