Begini rencana pengembangan digitalisasi dari bank pelat merah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kondisi pandemi Covid-19 telah membuat sektor digital perbankan bergerak lebih cepat untuk beradaptasi dengan keadaan. Seiring dengan berkurangnya mobilitas masyarakat, teknologi di sektor perbankan mengambil perannya untuk tetap dapat mengakomodasikan kebutuhan nasabah kala situasi sulit ini.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk misalnya, yang juga mengamini pada tahun ini perkembangan digital sangatlah luar biasa. “Kalau dulu kita bicara digital itu pertumbuhannya cepat, sekarang itu menjadi sangatlah cepat. Bank Mandiri sudah benar-benar memikirkan hal ini, tapi juga tetap di-adjust lantaran perkembangannya yang sangat pesat,” ujar Direktur Information Technology Bank Mandiri, Timothy Utama dalam pertemuan virtual paparan kinerja pada Kamis (29/7).

Continue reading “Begini rencana pengembangan digitalisasi dari bank pelat merah”

BRI, BNI, dan Bank Mandiri kebut penyaluran KUR ke pelaku UMKM

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) terus berupaya merealisasikan plafon kredit yang diberikan pemerintah. Kredit berbunga rendah ini terus disalurkan jelang tengah tahun meskipun pandemi masih menghantui.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) misalnya, mencatatkan sejak awal tahun hingga Mei 2021 telah menyalurkan KUR senilai Rp 69,2 triliun. Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto bilang, KUR itu disalurkan kepada 2,4 juta pelaku UMKM atau setara dengan 40,7% dari kuota yang diberikan pemerintah di tahun ini.

“BRI mampu menjaga kualitas kredit KUR yang disalurkan, hal tersebut terbukti dengan NPL yang tercatat 0%. Dari penyaluran KUR tersebut, sebanyak 56,2% berhasil disalurkan kepada sektor produksi,” ujar Aestika kepada Kontan.co.id pada Jumat (18/6).

Continue reading “BRI, BNI, dan Bank Mandiri kebut penyaluran KUR ke pelaku UMKM”

Ada relaksasi kredit, bagaimana nasib perbankan?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri perbankan dan perusahaan pembiayaan telah mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberikkan keringan kredit kepada debitur yang terdampak perlambatan ekonomi akibat Covid-19. Hal ini sudah tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) No.11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical.

Kendati menjadi angin segar bagi sebagian besar debitur khususnya di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kebijakan semacam ini praktis membuat bank harus lebih cekatan menjaga kualitas kredit. Walau secara aturan seluruh debitur yang terdampak Covid-19 kualitas kreditnya boleh dikategorikan sebagai kredit lancar, bank tetap harus membentuk pencadangan agar tidak menjadi bumerang bagi kinerja perusahaan.

Beberapa bank mengaku, dengan kondisi keuangan saat ini sebenarnya kemampuan bank untuk menggawangi kredit masih cukup kuat. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya yang mayoritas kreditnya merupakan KPR Bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Continue reading “Ada relaksasi kredit, bagaimana nasib perbankan?”

Begini strategi bank BUMN hadapi dampak penyebaran virus corona

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Virus corona yang mulai teridentifikasi pada akhir tahun 2019 dan telah menelan korban serta menyebar ke beberapa negara. Penyebaran virus tersebut disinyalir berpotensi mempengaruhi aktivitas ekonomi melalui potensi turunnya aktivitas perdagangan, pariwisata, dan beberapa sektor terkait, termasuk sektor finansial. 

Pemerintah Indonesia telah bersiap menahan laju dampak negatif tersebut terhadap perekonomian di dalam negeri. Badan-badan usaha milik negara (BUMN) pun tidak tinggal diam, dimana setiap perusahaan mempersiapkan kontribusi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. 

Ambil contoh, PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI yang sejak awal wabah COVID-19 ini merebak telah melakukan langkah–langkah konkrit, mulai dari membagikan masker secara gratis bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara-negara terdampak wabah. 

Continue reading “Begini strategi bank BUMN hadapi dampak penyebaran virus corona”

Berburu dana murah, begini strategi yang disiapkan bank BUMN tahun ini

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Bank pelat merah berkomitmen untuk terus mendorong penghimpunan dana murah dari masyarakat tahun ini. Hal itu ditujukan untuk menekan biaya dana. Sejumlah siasat pun sudah disiapkan bank untuk lebih leluasa dalam menjaring dana murah tersebut.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya menargetkan rasio dana murah atau Current Account Savings Accounts (CASA) bisa meningkat menjadi di tas 61% tahun 2020 ini. Tahun lalu, rasio CASA bank ini ada sedikit penurunan jadi 59,1% dari 61,8% pada tahun sebelumnya.

Penurunan rasio CASA perseroan tahun lalu itu akibat melambatnya giro 4,9%, khususnya dari segmen korporasi. Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan dana tabungan dan giro tahun ini.

Caranya, BRI akan agresif melakukan akuisisi dana dan meningkatkan transaksi nasabah. Bank ini akan mendorong transaksi melalui optimalisasi agen BRILink, peningkatan transaksi e-channel dan mobile dan internet banking (BRIMO), serta mengembangkan dan memaksimalkan transaksi melalui platform pembayaran untuk nasabah wholesale (BRISmart, BRIMola).

Continue reading “Berburu dana murah, begini strategi yang disiapkan bank BUMN tahun ini”

Meski biaya transfer makin murah, bankir pede masih bisa dapat komisi gendut

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan kredit yang kian melambat secara industri membuat perbankan aktif mencari alternatif pendapatan. Salah satunya yakni menopang pertumbuhan pendapatan berbasis komisi alias fee based income (FBI).

Sejumlah bank yang dihubungi Kontan.co.id, mengatakan, sejauh ini pertumbuhan FBI masih relatif tinggi terutama dari sisi fee transaksi perbankan. Kendati demikian, ada tantangan baru yang kini mesti dihadapi perbankan.

Hal tersebut yakni dipangkasnya biaya layanan transfer dana nasabah melalui sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI) dari Rp 5.000 menjadi Rp 3.500 per transaksi. Hal itu sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 21/8/PBI/2019 tentang Perubahan Ketiga PBI Nomor 17/9/PBI/2015 tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal oleh Bank Indonesia (BI) yang berlaku sejak 24 Mei 2019 lalu. Aturan ini pun telah berlaku sejak 1 September 2019 silam.

Namun Direktur Bisnis dan Jaringan PT Bank Mandiri Tbk Hery Gunardi mengaku pemangkasan biaya transfer ini tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan fee based income perusahaan. Menurut catatan Bank Mandiri, hingga September 2019 total FBI Bank Mandiri masih mencapai Rp 17 triliun.

Continue reading “Meski biaya transfer makin murah, bankir pede masih bisa dapat komisi gendut”

Ada teknologi digital, bank mengerem ekspansi kantor cabang

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri Perbankan di Tanah Air mulai menahan rencana penambahan kantor cabang dan fokus mengembangkan kantor yang sudah ada. Alasannya, tak lain disebabkan oleh semakin canggihnya teknologi perbankan digital saat ini.

Setidaknya, dua bank besar yakni PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku saat ini pembukaan kantor cabang tidak semasif tahun-tahun sebelumnya.

Meski begitu, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menuturkan pihaknya masih melakukan pembukaan 9 cabang baru di tahun 2019. “Tahun ini, kami berfokus memaksimalkan cabang yang sudah dimiliki,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (9/10).

Menurut Hery, pihaknya memang tengah berupaya untuk mendukung inklusi keuangan Bank Mandiri lewat distribusi layanan dan produk perbankan. Salah satunya yakni melalui agen branchless banking yang sejauh ini sudah tumbuh 68% dari tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Adapun, sampai dengan akhir tahun 2019 ini bank berlogo pita emas ini memastikan jumlah jaringan Bank Mandiri akan mencapai 2.599 cabang.

Continue reading “Ada teknologi digital, bank mengerem ekspansi kantor cabang”

Momen Lebaran dongkrak bisnis remitansi perbankan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis jasa pengiriman uang antar negara atau remintansi meningkat pada momen Ramadan dan Lebaran. Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) biasanya memanfaatkan momen tersebut untuk membahagiakan keluarganya dengan mengirimkan tunjangan hari raya.

Transaksi remitansi pada bulan Ramadan diperkirakan akan meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan normal sehingga akan mengerek pendapatan komisi atau fee based income perbankan.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya mencatatkan peningkatan transaksi remitansi sekitar 20%-25% selama bulan Ramadan. “Bisnis remitansi pada Ramadan diproyeksikan akan meningkat diakibatkan oleh aktivitas pengiriman uang dari pekerja migran Indonesia untuk menyambut Lebaran,” kata Senior Vice President Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri, Muhamad Gumilang kepada Kontan.co.id, Kamis (23/5). Continue reading “Momen Lebaran dongkrak bisnis remitansi perbankan”

Dari sederet bankir pelat merah, siapa yang paling tajir?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dominasi bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di industri perbankan nasional masih sangat besar. Tiga dari enam Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 4 yang bermodal inti di atas Rp 30 triliun diisi oleh bank milik pemerintah: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI. Sedangkan satu lagi bank BUMN yaitu PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berada di kelas BUKU 3 yang bermodal inti Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun.

Sepanjang 2018 lalu, empat bank pelat merah tersebut berhasil meraih total laba senilai Rp 75,20 triliun, mencapai setengah dari total laba seluruh bank di tanah air yang mencapai Rp 150,01 triliun. Dengan capaian tersebut, menjadi maklum jika para direksi bank pelat merah punya kekayaan melimpah. Continue reading “Dari sederet bankir pelat merah, siapa yang paling tajir?”

Teknologi kian pesat, bank tak tertarik menambah kantor cabang

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, membuat perbankan tak lagi tertarik untuk melakukan ekspansi kantor cabang. Sebab, saat ini sebagian besar transaksi perbankan sudah dilakukan secara elektronik maupun digital.

Ambil contoh PT Bank Mandiri Tbk yang mengatakan tahun ini pihaknya hanya berencana membuka maksimal sebanyak 10 kantor cabang. Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan jumlah tersebut berkurang drastis dibandingkan pembentukan kantor cabang perseroan di tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mencapai 40 hingga 50 kantor cabang.

“Saat ini kami lebih fokus meningkatkan produktifitas cabang baik dari sisi dana, kredit atau fee based,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (8/5). Hal tersebut bukan tanpa alasan, bank berlogo pita emas ini mengatakan saat ini kecenderungan transaksi nasabah Bank Mandiri sudah beralih ke e-channel seperti mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan sejenisnya. Continue reading “Teknologi kian pesat, bank tak tertarik menambah kantor cabang”