PERSEDIAAN

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan definisi dari persediaan
  2. Memahami permasalahan pokok akuntansi persediaan
  3. Membedakan antara metode pencatatan periodek dan perpetual
  4. Memahami dampak kesalahan akuntansi persediaan atas laporan keuangan
  5. Memahami biaya-biaya yang termasuk dalam komponen biaya perolehan persediaan
  6. Menjelaskan dan membandingkan asumsi arus biaya
  7. Memahami nilai realisasi bersih (NRB)/net realizable value (NRV) dan mengaplikasikan aturan yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih
  8. Memahami metode estimasi persediaan
  9. Membuat penyajian dan pengungkapan persediaan, dan
  10. Memahami perbedaan antara PSAK dan IFRS mengenai Persediaan

Rujukan

IAS 2 Inventory

PSAK 14 (2014) Persediaan

PSAK 26 (2014) Biaya Pinjaman

Pendahuluan

Dalam era globalisasi dan sangat pesatnya perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, tampaknya ruang gerak dan waktu yang tersedia bagi

dunia usaha menjadi semakin leluasa, tapi sebenarnya persaingan menjadi semakin ketat. Konsumen ditawarkan terlalu banyak pilihan barang dan jasa kebutuhan, dan juga berbagai barang dan jasa yang sebenarnya tak diperlukan dalam beragam jenis, tipe, corak, ukuran, kapasitas, kualitas, da nharga. Baik untuk kebutuhan sandang, pangan, pemmahan, transportasi, komunikasi, jasa perjalanan, pelayanan kesehatan, sampai ke dunia pendidikan dan kerohanian. Semua barang yang diperdagangkan atau digunakan dalam proses produksi atau pelayanan jasa adalah persediaan. Sumber daya (bahan, tenaga, pengetahuan, ruang, dana) semakin langka dan mahal. Sedangkan perkembangan teknologi dan selera konsumen yang sangat pesat menyebabkan barang cepat menjadi usang. Persaingan didunia usaha menjadi semakin tajam. Mulai dari pasar barang konfeksi, sepatu, handphone, personal computer, sampai keindustri otomotif.

Continue reading “PERSEDIAAN”