Devisa hasil ekspor minim dikonversi mata uang lokal, bagaimana dampaknya rupiah?

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA.  Bank Indonesia (BI) mencatat nilai devisa hasil ekspor (DHE) yang dikonversikan ke dalam kurs rupiah masih relatif kecil sepanjang tahun ini.

Data yang diterima Kontan, total devisa hasil ekspor (DHE) sepanjang tahun ini hingga Oktober lalu sebesar US$ 110,56 juta. Sebanyak US$ 105,74 juta atau 95,6% masuk ke perbankan domestik.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayan mengatakan, porsi DHE yang dikonversi ke rupiah masih di bawah 20%. Sebagian besar DHE yang ditempatkan di perbankan dalam negeri masih dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai, penempatan DHE di perbankan domestik yang relatif tinggi tak efektif menyokong kinerja penguatan nilai tukar rupiah.

Continue reading “Devisa hasil ekspor minim dikonversi mata uang lokal, bagaimana dampaknya rupiah?”

DHE Banyak Masuk ke Perbankan tapi Tidak Efektif Stabilkan Rupiah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tingkat kepatuhan eksportir untuk membawa masuk devisa hasil ekspor alias DHE ke dalam negeri, cukup tinggi.

Namun, rerata DHE tersebut masih tersimpan dalam mata uang asing atau valuta asing atau belum ditukar ke rupiah.

Bank Indonesia mencatat, total devisa hasil ekspor (DHE) sepanjang Januari-Oktober 2019 sebesar US$ 110,56 juta.

Dari jumlah itu, DHE yang masuk ke perbankan domestik mencapai US$ 105,74 juta atau 95,6% dari total nilai DHE.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019, DHE memang wajib ditempatkan di dalam negeri, terutama DHE dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, atau pengolahan sumber daya alam (SDA).

Continue reading “DHE Banyak Masuk ke Perbankan tapi Tidak Efektif Stabilkan Rupiah”

Sri Mulyani minta perusahaan asing di Indonesia tidak menggaji pegawai dengan dollar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan terus berupaya melakukan konversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) kepada perusahaan–perusahaan asing di Indonesia.

“Konversi rupiah terus kita lakukan bersama BI, OJK, dan Menko Perekonomian agar para eksportir melakukan repatriasi dan sudah dilakukan sejauh ini, kita akan monitor secara terus menerus ,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Jakarta, Kamis (20/9).

Ia juga meminta perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia dapat membayar para pekerjanya dengan rupiah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi peningkatan permintaan dollar di Indonesia.

“Beberapa perusahaan kita sudah melakukan persuasi agar transaksi dalam negeri dalam bentuk dollar bisa dikonversi ke rupiah, sehingga tidak muncul permintaan dollar yang tidak perlu,” ujarnya.

Ia memberi contoh, perusahaan pertambangan biasanya memiliki kontraktor yang dibayar menggunakan dollar. “Padahal kontraktornya dari dalam negeri,” ungkapnya.

Ia berharap agar konversi devisa hasil ekspor bisa diupayakan dengan maksimal untuk meningkatkan cadangan devisa dan memperkuat kondisi ekonomi dalam negeri.

Sumber: Klik Disini

Upaya ekstra menarik pulang devisa ekspor

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) bakal memperkuat pengawasan dan penegakan hukum atas kewajiban eksportir membawa masuk devisa hasil ekspor (DHE) ke sistem perbankan dalam negeri. Sebab, belum semua eksportir melakukan kewajiban tersebut.

Padahal, Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/10/PBI/2014 tentang Penerimaan DHE dan Penarikan Devisa Utang Luar Negeri menyebutkan, ada sanksi bagi eksportir yang melakukan pelanggaran terhadap kewajiban itu. Hukumannya berupa denda sebesar 0,5% dari nilai devisa hasil ekspor untuk satu bulan pendaftaran pemberitahuan ekspor barang (PEB).

“Penegakanhukumdiperkuat meskipun kebijakannya akan tetap sama. Kami dan BI terus bekerjasama untuk lakukan ini. Kami siap kerjasama mendukung kebijakan BI,” tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (27/7).

Maklum, Pemerintah dan BI harus memperbesar cadangan devisa yang belakangan menyusut. Salah satunya, untuk operasi moneter menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hingga akhir Juni lalu, cadangan devisa Indonesia tinggal US$ 119,84 miliar. Jumlah itu tergerus sebanyak US$ 12,14 miliar dibanding akhir Januari seiring tekanan terhadap mata uang garuda. Continue reading “Upaya ekstra menarik pulang devisa ekspor”