Penerimaan pajak awal tahun merosot menjadi Rp 80,2 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja penerimaan pajak di awal tahun 2020 nyatanya merosot seiring dengan pelemahan ekonomi yang masih berlanjut. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak pada Januari 2020 hanya Rp 80,2 triliun.

Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Januari 2020 menunjukkan realisasi pencapaian pajak tersebut terkontraksi 6,8%% yaer on year (yoy). Capaian tersebut jauh berbeda dengan kondisi periode sama tahun lalu yang moncer hingga Rp 86 triliun atau tumbuh 8,82% secara tahunan. 

Adapun pemerintah menargetkan total realisasi penerimaan pajak di tahun ini senilai Rp 1.642 triliun tumbuh 23,3% dari realisasi tahun lalu. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penerimaan pajak yang kontraksi mengonfirmasi tren profitabilitas korporasi yang melemah pada taun lalu. 

Continue reading “Penerimaan pajak awal tahun merosot menjadi Rp 80,2 triliun”

Prediksi Kurs Rupiah: Ditopang Data Inflasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sentimen teknikal mewarnai pelemahan kurs rupiah di awal tahun ini.

Tapi, inflasi Indonesia yang rendah berpotensi mengerek rupiah kembali menguat.

Kamis (2/1), kurs  rupiah di pasar spot melemah 0,20% ke Rp 13.893 per dollar AS. Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,04% jadi Rp 13.895 per dollar AS.

Ahmad Mikail Zaini, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan, pelemahan rupiah di awal tahun terjadi karena faktor teknikal.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menambahkan, kurs rupiah sudah menguat dalam dua pekan terakhir, maka tidak heran aksi profit taking terjadi. “Investor melepas keuntungan dulu, sambil melihat kondisi pasar selanjutnya,” kata dia.

Hari ini, Mikail memprediksi, rupiah berpotensi menguat, meski terbatas. Alasannya, inflasi tahunan yang sebesar 2,72% termasuk inflasi dalam negeri terendah satu dekade.

Continue reading “Prediksi Kurs Rupiah: Ditopang Data Inflasi”

Asumsi kurs rupiah tahun depan Rp 15.000 dinilai realistis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah sudah bersepakat, asumsi kurs rupiah yang digunakan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sebesar Rp 15.000 per dollar AS.

Menurut Piter Abdullah, ekonom Core, asumsi rupiah tersebut realistis. “Saya kira pas, realistis. Tekanan besar terhadap rupiah terjadi di awal tahun,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (30/10)

Menurut Piter, tekanan terhadap rupiah memang masih akan tinggi di awal tahun depan apalagi kondisi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sampai akhir tahun ini tidak cukup membaik dan diperkirakan akan tembus 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, berbagai kebijakan fiskal dan moneter akan terasa dampaknya di awal tahun 2019. “Kebijakan yang sudah diambil Bank Indonesia (BI) dan pemerintah akan terasa efektif mulai awal tahun depan akan dapat mengerem laju pelemahan rupiah,” ungkap Piter.

Dia memperkirakan pada semester II 2019 atau pasca pemilu, rupiah akan mendapatkan momentum penguatan. Sehingga keseluruhan tahun rupiah bisa berada dikisaran asumsi pemerintah sebesar Rp 15.000. “Kalau awal tahun nanti rupiah bisa sekitar Rp 15.400,” imbuhnya.

Sumber: Klik Disini