Sri Mulyani akan ubah tarif PPh Orang Pribadi dan tambah layer pendapatan kena pajak

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah tengah mengatur strategi untuk sumber penerimaan pajak baru di tahun depan. Salah satunya dengan mengubah skema pajak penghasilan (PPh) orang pribadi (OP)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2022 berencana menambah layer pendapatan kena pajak dan memperbaiki tarif PPh OP. Tujuannya, untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih sehat dan adil.

Lebih lanjut, rencana tersebut berbarengan dengan peningkatan kualitas basis data, pelayanan, dan simplifikasi administrasi para wajib pajak orang pribadi.

Sehingga, harapannya penggalian potensi dan peningkatan administrasi pengelolaan PPh OP bisa mempertebal penerimaan pajak di tahun depan.

Continue reading “Sri Mulyani akan ubah tarif PPh Orang Pribadi dan tambah layer pendapatan kena pajak”

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diramal jadi tumpuan penerimaan pajak 2021

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Pengamat pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) memperkirakan di tahun depan, jenis pajak yang bersifat konsumsi dan berbasis kekayaan umumnya relatif masih bisa diandalkan dan lebih cepat pulih jika dibandingkan dengan pajak penghasilan (PPh).

Oleh karena itu, Pengamat Pajak DDTC Darussalam mengatakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masih bisa dioptimalkan untuk menjamin penerimaan pajak. Hal ini disebabkan oleh optimisme aktivitas ekonomi yang sudah bakal  membaik di tahun depan.

Di sisi lain, PPN dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) akan secara penuh diterapkan oleh pemerintah pada 2021. Darussalam mengatakan, mengingat implementasinya sudah jalan pada awal Agustus 2020, maka seharusnya tahun depan makin banyak pelaku PMSE dalam dan luar negeri yang menyetorkan PPN.

Continue reading “Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diramal jadi tumpuan penerimaan pajak 2021”

Risiko kredit meningkat, bank akan lebih selektif salurkan kredit tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) perbankan mengalami peningkatan.

Tercatat per Oktober 2019 posisi NPL sudah menembus 2,73% secara gross. Pun, secara net NPL Tanah Air juga naik ke level 1,25%. Posisi ini praktis meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,66% gross dan 1,18% net.

Posisi NPL perbankan di bulan Oktober 2019 menjadi level paling tinggi sepanjang tahun ini. Meski begitu, sejumlah bankir yang dihubungi Kontan.co.id, Senin (23/12) meramal kredit bermasalah bakalan melandai di tahun depan. Sebab, dengan adanya peraturan PSAK 71 yang diterapkan tahun depan tentunya mitigasi risiko menjadi lebih terkendali.

Ambil contoh, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang memprediksi di akhir tahun ini hingga tahun 2020 mendatang NPL perseroan bakal terjaga di level 1,8%-2%. Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta pun mengungkap beberapa hal yang menjadi penyebab meningkatnya risiko kredit di tahun ini.

Continue reading “Risiko kredit meningkat, bank akan lebih selektif salurkan kredit tahun depan”

Ini dua faktor yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Wisnu Wardana memprediksikan ekonomi Indonesia di tahun depan akan tumbuh sekitar 5% dengan inflasi yang terjaga dan yang akan terlihat cukup stabil di tahun depan yaitu dari sektor eksternal dan sektor keuangan.

“Perekonomian Indonesia di tahun 2020 akan di dukung oleh stabilitas sektor eksternal yang relatif lebih kondusif, dan membuka kesempatan agar dapat fokus pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia serta aset negara sebagai kekuatan untuk bersaing di pasar internasional,” katanya di Jakarta, Kamis (12/12).

Wisnu menilai dari sektor perbankan sendiri pada saat ini cukup aman tetapi ada beberapa indikator yang menjadi perhatian, beberapa hal yang perlu di perhatikan terutama dari sisi loan at risk-nya sudah mulai naik di tahun ini.

Kalau dari sisi pertumbuhan loan dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari ekonominya melambat, menurut Wisnu pertumbuhan pinjaman juga tidak terlalu signifikan secara likuiditas hanya 5%.

Continue reading “Ini dua faktor yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia tahun depan”

Bank berlomba-lomba gelontorkan dana untuk pengembangan digital banking

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah era disrupsi digital, perbankan terus berupaya melakukan berinvestasi dan inovasi untuk melakukan pengembangan digital perbankan (digital banking). Tak hanya bank kecil saja, bank menengah dan bank besar pun juga terus berlomba menciptakan ekosistem digital guna menunjang kebutuhan nasabah sambil memperkuat struktur bisnis ke arah digital.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) misalnya yang di tahun depan sudah menyiapkan dana jumbo mencapai Rp 900 miliar untuk kebutuhan teknologi informasi (TI). Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi menyebut dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan application programming interface (API) management.

API tersebut menurutnya sejalan dengan transformasi digital yang dilakukan BNI terutama untuk pengembangan solusi open banking dan pengembangan layanan ataupun solusi digital banking.

Continue reading “Bank berlomba-lomba gelontorkan dana untuk pengembangan digital banking”

Perbankan siap gelontorkan dana jumbo untuk pengembangan digital di tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah era disrupsi digital, perbankan terus berupaya meningkatkan investasi dan inovasi untuk melakukan pengembangan digital perbankan (digital banking). Tak hanya bank kecil saja, bank menengah dan bank besar pun juga terus berlomba menciptakan ekosistem digital guna menunjang kebutuhan nasabah sambil memperkuat struktur bisnis ke arah digital.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) misalnya yang di tahun depan sudah menyiapkan dana jumbo mencapai Rp 900 miliar untuk kebutuhan teknologi informasi (TI). Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi menyebut dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan application programming interface (API) management.

API tersebut menurutnya sejalan dengan transformasi digital yang dilakukan BNI terutama untuk pengembangan solusi open banking dan pengembangan layanan ataupun solusi digital banking.

Continue reading “Perbankan siap gelontorkan dana jumbo untuk pengembangan digital di tahun depan”

Bunga utang makin besar, Indef ingatkan pemerintah waspada mengelola utang

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Alokasi belanja pemerintah pusat untuk melunasi bunga utang meningkat di tahun depan, yaitu menjadi Rp 295,2 triliun dalam APBN 2020. Anggaran tersebut tumbuh 6,9% dari outlook realisasi pembayaran bunga utang 2019 sebesar Rp 276,1 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani merinci, pembayaran bunga utang tahun depan terdiri dari pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp 273,82 triliun dan pembayaran bunga utang luar negeri sebesar Rp 21,39 triliun.

Meski tumbuh sedikit melambat dibandingkan tahun lalu yang 7%, namun nilai nominal pembayaran bunga utang makin meningkat.

Berdasarkan Nota Keuangan, sepanjang periode tahun 2015–2019, pembayaran bunga utang meningkat dari Rp 156,01 triliun menjadi Rp 276,11 triliun pada outlook APBN tahun 2019. Peningkatan bunga utang terjadi seiring dengan kenaikan outstanding utang.

Selain itu, nilai pembayaran bunga utang pemerintah tahun depan juga makin mendekati nilai pembiayaan utang yang sebesar Rp 351,9 triliun. Hal ini sempat menjadi kritik anggota Badan Anggaran DPR yang mengkhawatirkan pertumbuhan belanja bunga utang pemerintah.

Continue reading “Bunga utang makin besar, Indef ingatkan pemerintah waspada mengelola utang”

Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sekitar 5,3%-5,5%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah saat ini mulai menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2020, termasuk target perencanaan pertumbuhan ekonomi di tahun depan.

Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk tahun 2020 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,3%-5,5%. Angka tersebut lebih tinggi dari target tahun ini yang sebesar 5,3%.

Sementara untuk target inflasi di tahun depan juga lebih rendah di kisaran 3% plus minus 1%. “Untuk inflasi sekitar 2%-4%,” tutur Bambang usai sidang paripurna di Kompleks Istana Negara, Rabu (6/3). Continue reading “Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sekitar 5,3%-5,5%”

Pertumbuhan dana simpanan di bank diperkirakan hanya naik 9% tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan memperkirakan pengetatan likuiditas yang mulai terjadi saat ini berlanjut di tahun depan. Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) memproyeksikan, pertumbuhan dana simpanan masyarakat di bank atau dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8%-9% di tahun depan.

Ketua Perbanas Kartika Wirjoatmodjo memperkirakan, pertumbuhan DPK di semester I 2019 hanya 6% hingga 7%. Tapi di semester II bisa naik 10%. Sehingga, rata-ratanya 8% hingga 9%.

“Hampir tidak mungkin di atas 10%,” ujar Tiko pangggilan akrab Kartika usai Market Outlook Mandiri, Rabu malam (5/12) di Jakarta.

Tiko yang juga menjabat Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk tersebut menambahkan, pertumbuhan DPK yang belum sekencang kredit lantaran adanya aliran keluar portofolio dana akibat penguatan dollar Amerika Serikat. Namun, aliran portofolio secara bertahap akan masuk ke Indonesia secara masif.

Selain itu, banyaknya pemerintah menerbitkan surat utang negara (SUN) yang menyasar individu ikut menyedot DPK perbankan. Oleh sebab itu, Tiko berharap, pada paruh pertama 2019, SUN ritel banyak terserap, agar pada paruh kedua 2019, DPK bank kembali deras. Continue reading “Pertumbuhan dana simpanan di bank diperkirakan hanya naik 9% tahun depan”

Koperasi pun terpincut layanan fintech

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) kini ikut mengembangkan financial technology (fintech). Diharapkan implementasi teknologi digital tersebut bisa beroperasi di tahun depan.

Andy Arslan, Ketua Umum Kospin Jasa menyebutkan bahwa maraknya perbincangan mengenai fintech membuat perusahaan ingin terlibat di dalamnya.

“Sekarang orang bicara teknologi karena itu lagi musimnya fintech, jadi kami lagi siapkan ke depannya soal fintech juga,” ujarnya saat ihubungi kontan.co.id, Rabu (28/11).

Sayangnya ia belum bisa menjelaskan implementasi teknologinya seperti apa. Hal tersebut lantaran terlalu teknis dan masih dikembangkan oleh tim IT. Namun, ia mengharapkan, tahun depan dapat beroperasi.

Terkait ekspansi yang lainnya, Andy bilang di tahun depan belum ada rencana ekspansi kembali. “Ekspansi belum karena situasi kurang kondusif untuk ekspansi karena ekonomi sedikit lesu,” ujarnya. Continue reading “Koperasi pun terpincut layanan fintech”