Bisnis dompet digital di Indonesia semakin berkembang, siapa yang jadi jawara?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis dompet digital di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat. Beberapa pemain terus berusaha untuk mencuri perhatian dengan berbagai upaya untuk merebut pasar yang masih luas terlebih di era pandemi Covid-19 yang membuat budaya cashless semakin diminati.

Asal tahu saja, pemain dompet digital  di Indonesia terbagi menjadi dua jenis yaitu dompet digital independen yang tidak memiliki ekosistem khusus, seperti OVO, LinkAja, dan DANA. 

Selain jenis tersebut, ada jenis dompet digital yang memiliki ekosistem khusus seperti ShopeePay dengan ekosistem Shopee dan Gopay dengan ekosistem Gojek.

Continue reading “Bisnis dompet digital di Indonesia semakin berkembang, siapa yang jadi jawara?”

Siasat Kelola Dompet Digital agar Tak ‘Jebol’

Jakarta, CNN Indonesia — Penggunaan uang elektronik dan dompet digital kini sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kota besar. Apalagi, penyelenggara layanan ini terus bertambah dari waktu ke waktu.

Dompet digital yang ada saat ini, di antaranya Go-Pay milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, OVO milik PT Visioner Internasional, T-Cash milik PT Telekomunikasi Seluler.

Kehadiran layanan dompet digital bertujuan agar transaksi pembayaran masyarakat kian mudah dan cepat. Namun, kemudahan di ujung jari yang dihadirkan, tak jarang membuat penggunanya jadi boros.

Nah, bagaimana cara jitu menggunakan layanan dompet digital ini?

Tejasari Assad, Perencana Keuangan Tatadana Consulting menjelaskan, dalam mengelola uang di dompet digital sebaiknya petakan kebutuhan lebih dulu. Anda harus tahu berapa nilai saldo yang harus disimpan dan penggunaannya untuk pos pengeluaran apa.

Misalnya saja, jika dompet digital hanya digunakan untuk membayar transportasi dengan perRp15 ribu per hari, maka sebaiknya Anda menyediakan saldo Rp150 ribu untuk memenuhi kebutuhan pembayaran selama dua minggu (10 hari kerja). Continue reading “Siasat Kelola Dompet Digital agar Tak ‘Jebol’”