Ketahanan dan stabilitas ekonomi terjaga, BI ajak investor untuk datang ke Indonesia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) yakin bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kondisi Indonesia yang semakin baik dalam berbagai aspek.

“Ketahanan Indonesia semakin kuat, stabilitas ekonomi nasional terjaga, dan momentum pertumbuhan berlanjut di tengah ketidakpastian global,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Annual Investment Forum 2020, Kamis (20/1) di Bali.

Ia meyakini bahwa saat ini Indonesia mampu menjadi salah satu performer terbaik di level Asia dalam mempertahankan stabilitas ekonomi di tahun 2019.

Perry pun membeberkan salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia, yaitu lewat bauran kebijakan BI. Bauran kebijakan tersebut adalah penurunan suku bunga kebijakan moneter, pengendoran likuiditas, dan stabilitasi nilai tukar rupiah. Tak ketinggalan, BI pun juga melonggarkan kebijakan makroprudensial.

Continue reading “Ketahanan dan stabilitas ekonomi terjaga, BI ajak investor untuk datang ke Indonesia”

Ekonom Indef: Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diprediksi melambat 4,8%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melalui survei proyeksi indikator makro ekonomi memprediksi pendapatan domestik bruto (PDB) tahun 2020 akan tumbuh dari 5,04% menjadi 5,07% year on year (yoy). Secara rinci, sebanyak 81,6% responden optimistis ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh antara 5% – 5,24%.

Untuk inflasi selama tahun 2020 diprediksi sebesar 3,01% yoy, lebih tinggi dari tahun 2018 yaitu sebesar 2,72% yoy. Sedangkan nilai rupiah akan melemah pada Rp 14.126 per dolar AS, lebih tinggi dari dibandingkan realisasi 2019 yang sebesar Rp 14.070 per dolar AS.

Menanggapi survei BI, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi akan melambat sebesar 4,8%.

Continue reading “Ekonom Indef: Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diprediksi melambat 4,8%”

BPS menilai penurunan impor bukan indikasi pelemahan ekonomi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Neraca perdagangan Mei 2019 surplus US$ 207,6 juta. Surplus tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan ekspor mencapai 12,42% dibanding bulan sebelumnya (mom). sementara itu impor turun 5,62% mom. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada bulan Mei 2019 sebesar US$ 14,53 miliar. Secara bulanan maupun tahunan, hampir semua jenis barang impor mengalami penurunan kecuali barang konsumsi yang justru naik 5,62% mom. Meski begitu, BPS menilai penurunan impor bukan indikasi pelemahan ekonomi.

Peningkatan impor barang konsumsi tersebut terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mengimpor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Continue reading “BPS menilai penurunan impor bukan indikasi pelemahan ekonomi”

Ekonomi Indonesia dalam Bayang-Bayang Defisit dan Perang Dagang

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hampir lima tahun menjabat, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla belum mampu mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi dari kisaran 5%. Ini masih jauh dari ambisi Jokowi di awal periode kepemimpinan tahun 2014 silam yang ingin membawa ekonomi tumbuh hingga 7%.

Karena itulah, meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019, tak ada euforia “Jokowi Effect” yang berimbas besar ke pasar, seperti yang terjadi dalam pilpres sebelumnya. Kisruh penolakan hasil Pilpres 2019 juga menjadi salah satu penyebab pelaku pasar merespon dingin. Selain berharap kondisi politik kembali stabil. pasar juga menanti terobosan Jokowi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Continue reading “Ekonomi Indonesia dalam Bayang-Bayang Defisit dan Perang Dagang”

MES Tegal Raya Persiapan Pelantikan dan Musyawarah Kerja I

Bertempat di OJK Kota Tegal, Kamis, 17 Januari 2019 Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Tegal Raya mengadakan rapat persiapan pelantikan dan musyawarah kerja pertama.

Rapat dihadiri oleh para stakeholder pelaku ekonomi syariah. Ada dari Pendidikan, Perbankan, lembaga pemerintah, pelaku ekonomi dan Kantor Jasa Akuntan yg diwakili KJA Andita Gunawan.

Rapat berjalan lancar dan memberikan mandat pengurus untuk mempersiapkan secara teknis.

Pandangan ekonom Indef tentang kondisi Indonesia di kuartal I-2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Awal tahun depan Indonesia menghadapi pesta politik, serta eskalasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Menurut Eko Listiyanto ekonom Indef, Indonesia perlu memperhatikan dampak ketidak pastian global karena fundamental Tanah Air yang di rasa belum kuat.

“Januari sampai April kondisi ekonomi akan lebih banyak yang muncul sentimen global maupun di lokal di luar pemilu. Pemilu jalan aja. Ekonomi melihat fundamental,” jelas Eko saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (24/12).

Gencatan sementara perang dagang AS-Tiongkok akan selesai pada Maret 2019, setelahnya global akan merespon hasil renegosiasi mereka. Menurut pandangan Eko, belum tentu AS-Tiongkok menghentikan perang dagang pada bulan tersebut.

Analisisnya, pada masa berakhirnya 90 hari, kedua negara tersebut akan melakukan tinjauan ulang atas indikator ekonomi masing-masing. Apabila defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) AS melebar, dan berbagai indikator ekonomi melemah selama masa ini maka ada kemungkinan AS akan nekat tidak melanjutkan negosiasi. Continue reading “Pandangan ekonom Indef tentang kondisi Indonesia di kuartal I-2019”

Ekonom: Lebih berisiko jika BI turunkan bunga

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengamat Ekonomi menilai keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuannya sudah tepat. Akan berisiko jika BI menurunkan suku bunganya.

Seperti diketahui, BI kemarin mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,25%. Ini adalah bulan ke-8 BI mempertahankan bunga ini.

Pengamat Ekonomi Asian Develompment Bank (ADB) Eric Sugandi mengatakan, jika BI menurunkan bunga acuannya, 7-Days Reverse Repo Rate, risiko pasar malah lebih besar. Continue reading “Ekonom: Lebih berisiko jika BI turunkan bunga”