Indef: Utang luar negeri swasta bakal membengkak di tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan utang luar negeri (ULN) swasta bakal membengkak sampai dengan akhir tahun 2019 dari posisi saat ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 395,3 miliar atau setara Rp5.545 triliun (kurs Rp14.038 per dolar AS) per Juli yang lalu. Angka tersebut tumbuh 10,3% secara tahunan dan secara bulanan naik 9,9%. 

BI mencatat ULN swasta termasuk BUMN sebesar US$197,8 miliar dari total ULN. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menyatakan penambahan utang tersebut dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto utang luar negeri dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Continue reading “Indef: Utang luar negeri swasta bakal membengkak di tahun ini”

PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Kedua)

Definisi Instrumen Keuangan

Aset Keuangan

Menurut PSAK 50, aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk:

1.        Kas, seperti mata uang lokal dan asing dan deposito dibank;

2.        Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain, seperti investasi saham pada entitas yang terdaftar di bursa;

3.        Hak kontraktual;

  • Untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain, seperti piutang usaha dan wesel tagih; atau
  • Untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut, seperti obligasi konversi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversi obligasi tersebut dengan kepemilikan saham pada entitas penerbit obligasi dan sebaliknya menimbulkan kewajiban kontraktual bagi penerbit obligasi untuk menyerahkan saham kepada pemegang obligasi; atau

4.        Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrument ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:

  • Nonderivatif dimana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas, seperti kontrak untuk menerima jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas entitas yang setara dengan 10 kg emas; atau
  • Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.  Untuk tujuan ini, instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk instrument yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut dimasa depan.

Kas adalah bagian dari aset keuangan, sebab kas merupakan alat tukar dan dasar bagi pengakuan dan pengukuran seluruh transaksi dalam laporan keuangan. Setoran tunai pada bank atau institusi serupa juga merupakan aset keuangan, sebab setoran tunai memberikan hak kontraktual bagi deposan untuk memperoleh kas dari institusi tersebut atau melakukan penarikan melalui cek atau instrument serupa untuk melunasi liabilitas keuangannya kepada kreditur.

Continue reading “PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Kedua)”

LPS: DPK menguat, likuiditas perbankan melandai

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat terjadi akselerasi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2019 menjadi 8,01% (yoy). Ini membuat likuiditas perbankan mulai melandai.

Sebab di sisi lain, LPS juga mencatat terjadinya perlambatan pertumbuhan kredit menjadi 9,58% (yoy) pada Juli 2019.

“Adanya perbaikan pertumbuhan DPK pada periode Juli dibanding bulan sebelumnya terjadi sejalan melambatnya pertumbuhan sisi kredit, sehingga berdampak pada LDR perbankan yang membaik ke level 93,81%,” tulis LPS dalam ringkasan eksekutifnya.

Akselerasi pertumbuhan DPK juga dinilai LPS mengurangi jarak dengan pertumbuhan kredit pada sekelompok bank. Meski demikian LPS menilai laju pertumbuhan kredit masih berpotensi membaik hingga akhir tahun.

Continue reading “LPS: DPK menguat, likuiditas perbankan melandai”

Meski kue uang elektronik dikerubuti, perbankan tetap bisa unjuk gigi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis uang elektronik makin semarak. Besarnya kue uang elektronik di Tanah Air pun banyak membuat industri keuangan non bank (IKNB) turut ikut mencicipi bisnis tersebut. 

Kendati demikian, industri perbankan hingga kini nyatanya masih menjadi salah satu pemakan kue terbesar. Ambil contoh, PT Bank Mandiri Tbk, salah satu bank plat merah ini mengaku dengan adanya sinergi antar BUMN lewat dompet elektronik LinkAja kian membuat bisnis semakin luas.

Senior Vice President Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan bersama dengan Himbara yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) LinkAja bakal tumbuh menjadi salah satu pemain besar di bisnis uang elektronik berbasis server.

Menurutnya, lewat kolaborasi ini penetrasi transaksi non tunai LinkAja di tahun ini bakal menembus 6,2 juta pengguna aktif di tahun 2019 saja. Sekadar informasi, LinkAja merupakan uang elektronik berbasis aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan isi saldo dan menggunakannya untuk berbagai transaksi. 

Continue reading “Meski kue uang elektronik dikerubuti, perbankan tetap bisa unjuk gigi”

Core Indonesia prediksi penerimaan negara pada 2019 tak capai target, ini alasannya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi penerimaan negara pada 2019 masih belum mencapai target.

“Ini memang belum mencapai target karena tidak ada momentum penggerak hingga akhir tahun nanti,” ujar Ekonom Core Yusuf Rendy kepada Kontan.co.id, Minggu (15/9).

Yusuf memprediksi penerimaan negara ada di sekitar Rp 1.960 triliun-Rp 1.991 triliun atau sekitar 90%-92% dari target penerimaan negara dalam APBN 2019. Defisitnya dapat mencapai 2% terhadap PDB-2,1% terhadap PDB.

Hal itu juga dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dan batubara, serta penguatan rupiah ke level Rp 14.000 terhadap dolar Amerika Serikat.

Meski begitu, Yusuf melihat adanya peluang kenaikan harga minyak. Hal ini disebabkan oleh efek pengeboman pabrik Saudi Aramco yang merupakan penyuplai besar terhadap total produksi minyak Arab Saudi.

Continue reading “Core Indonesia prediksi penerimaan negara pada 2019 tak capai target, ini alasannya”

Cari bunga deposito tertinggi? Intip bunga deposito terbaru bank-bank ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produk deposito perbankan masih pilihan favorit masyarakat untuk mengembangbiakkan dananya walaupun bunganya makin mengecil. Bagi yang ingin masuk ke deposito, silakan banding-bandingkan terlebih dahulu update penawaran bunga deposito perbankan yang dihimpun Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per Kamis, 12 September 2019.

Untuk bunga deposito tenor 1 bulan, Bank ICBC Indonesia dan Bank Mayora paling tinggi penawarannya yakni 6,8%. Diikuti Bank Tabungan Negara (BTN) dengan bunga 6,4%.

Bank Mayora paling tinggi memasang bunga deposito untuk tenor 3 bulan yang 6,6%.

Pada deposito tenor 6 bulan, Bank ICBC Indonesia menawarkan bunga paling besar sebesar 7%.

Continue reading “Cari bunga deposito tertinggi? Intip bunga deposito terbaru bank-bank ini”

Dua faktor utama ini menjadi hambatan investasi masuk ke Indonesia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana Pemerintah mengubah peraturan perundang-undangan yang tak lagi relevan dan menghambat pertumbuhan investasi di Indonesia akan rampung satu bulan ke depan. Nantinya UU lama yang dianggap tak relevan lagi akan diganti dengan RUU berkonsep omnibus law.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menyebut bahwa persoalan yang menghambat investasi bukan hanya ada pada regulasi yang diatur dalam 72 UU yang akan digantikan tersebut.

“Dua faktor utama yang menghambat investasi misalnya adalah inkonsistensi kebijakan pemerintah dan tidak adanya koordinasi kebijakan pusat daerah. Dua hal ini kan bukan peraturan atau regulasi,” terang Piter saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (13/9). 

Piter memberi contoh bahwa bukan hanya regulasi yang menghambat investasi. Termasuk sulitnya memperoleh lahan atau juga masalah perburuhan.

Continue reading “Dua faktor utama ini menjadi hambatan investasi masuk ke Indonesia”

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Kedua)

Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas  selama satu periode yang dihasilkan transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.

Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi” dan “pendapatan komprehensif lain”.

Ilustrasi 6-1 Total Laba Rugi Komprehensif

Dalam menyajikan laporan laba rugi komprehensif, entitas diberikan pilihan untu kenyajikan dalam satu laporan atau dua laporan. Selain itu, entitas juga diminta untuk menyajikan alokasi dari laba rugi periode berjalan dan total laba rugi komprehensif periode berjalan sebagai berikut:

  • Laba rugi yang dapat diatribusikan kepada:
    • kepentingan non-pengendali
    • pemilik entitas induk
  • laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
    • kepentingan non-pengendali
    • pemilik entitas induk
Continue reading “LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Kedua)”

Ini usaha pemerintah untuk kejar target PNBP 2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTAIndonesia Crude Price (ICP) dan harga acuan batubara kembali merosot. Ini membawa kekhawatiran, karena berdampak pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Beberapa hal yang memengaruhi penurunan harga tersebut antara lain perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang juga menyebabkan berkurangnya permintaan batubara dari China.

Pemerintah pun berharap tren penurunan ini tidak berlanjut. Oleh karenanya, pemerintah berusaha untuk memperbaiki kinerja dalam negeri di triwulan terakhir 2019 ini guna menyeimbangi situasi di luar.

“Kami sudah menekuni dan mempersiapkan beberapa langkah untuk mencapai target PNBP di 2019, khususnya di sektor minyak dan gas (migas) dan batubara,” ujar Direktur PNBP Wawan Sunarjo kepada Kontan.co.id pada Rabu (11/9).

Menurut Wawan, optimalisasi penerimaan mineral dan batubara (minerba) bisa dilakukan melalui penguatan fungsi pengawasan yang dilakukan bersama dengan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Continue reading “Ini usaha pemerintah untuk kejar target PNBP 2019”

Bank Indonesia (BI) dorong ekonomi digital lewat pesantren

KONTAN.CO.ID – BANJARMASIN. Bank Indonesia (BI) kembali mengadakan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI). Acara ini dibuka pada hari Kamis (12/9).

Dalam rangkaiannya, diadakan kuliah umum dengan tajuk Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Ekonomi Digital. Acara ini digelar di Pondok Pesantren Darul Hijrah, Martapura, Kabupaten Banjar. Acara ini dihadiri perwakilan dari 90 pesantren.

“Saat ini, pembayaran dengan QR code memudahkan para pengguna smartphone untuk melakukan pembayaran secara real-time. Penggunaan kartu jadi terlihat tradisional,” kata Deputi Gubenur Bank Indonesia Rosmaya Hadi.

Kuliah umum ini berfokus memotivasi para santri untuk berkontribusi dalam kemajuan ekonomi digital. Harapannya, anggapan pendidikan di pesantren yang konvensional akan pudar.

Continue reading “Bank Indonesia (BI) dorong ekonomi digital lewat pesantren”