KAS DAN PIUTANG (Bagian Pertama)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan mahasiswa dapat:

  1. Memahami definisi dan jenis Kas;
  2. Memahami pencatatan kas kecil;
  3. Memahami rekonsiliasi bank sebagai pengelolaan kas;
  4. Memahami definisi dan jenis Piutang;
  5. Memahami pengakuan awal Piutang;
  6. Memahami Penurunan Nilai Piutang; dan
  7. Memahami Penghentian pengakuan Piutang.

Rujukan

  • PSAK 50 (2010) Instrumen Keuangan: Penyajian
  • PSAK 55 (2011) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
  • PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan

Pendahuluan

Setelah bab sebelumnya telah memberikan pengenalan mengenai instrument keuangan yang tercakup dalam PSAK 50, 55, dan PSAK 60, pada bab ini akan dijelaskan secara lebih mendalam mengenai Kas dan Piutang. Aliran kas sangat penting dalam kelangsungan hidup entitas, sehingga ada pepatah yang mengatakan “Cash is the king!”

Continue reading “KAS DAN PIUTANG (Bagian Pertama)”

Indef: Utang luar negeri swasta bakal membengkak di tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan utang luar negeri (ULN) swasta bakal membengkak sampai dengan akhir tahun 2019 dari posisi saat ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 395,3 miliar atau setara Rp5.545 triliun (kurs Rp14.038 per dolar AS) per Juli yang lalu. Angka tersebut tumbuh 10,3% secara tahunan dan secara bulanan naik 9,9%. 

BI mencatat ULN swasta termasuk BUMN sebesar US$197,8 miliar dari total ULN. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menyatakan penambahan utang tersebut dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto utang luar negeri dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Continue reading “Indef: Utang luar negeri swasta bakal membengkak di tahun ini”

PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Kedua)

Definisi Instrumen Keuangan

Aset Keuangan

Menurut PSAK 50, aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk:

1.        Kas, seperti mata uang lokal dan asing dan deposito dibank;

2.        Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain, seperti investasi saham pada entitas yang terdaftar di bursa;

3.        Hak kontraktual;

  • Untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain, seperti piutang usaha dan wesel tagih; atau
  • Untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut, seperti obligasi konversi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversi obligasi tersebut dengan kepemilikan saham pada entitas penerbit obligasi dan sebaliknya menimbulkan kewajiban kontraktual bagi penerbit obligasi untuk menyerahkan saham kepada pemegang obligasi; atau

4.        Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrument ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:

  • Nonderivatif dimana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas, seperti kontrak untuk menerima jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas entitas yang setara dengan 10 kg emas; atau
  • Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.  Untuk tujuan ini, instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk instrument yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut dimasa depan.

Kas adalah bagian dari aset keuangan, sebab kas merupakan alat tukar dan dasar bagi pengakuan dan pengukuran seluruh transaksi dalam laporan keuangan. Setoran tunai pada bank atau institusi serupa juga merupakan aset keuangan, sebab setoran tunai memberikan hak kontraktual bagi deposan untuk memperoleh kas dari institusi tersebut atau melakukan penarikan melalui cek atau instrument serupa untuk melunasi liabilitas keuangannya kepada kreditur.

Continue reading “PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Kedua)”

Cari bunga deposito tertinggi? Intip bunga deposito terbaru bank-bank ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produk deposito perbankan masih pilihan favorit masyarakat untuk mengembangbiakkan dananya walaupun bunganya makin mengecil. Bagi yang ingin masuk ke deposito, silakan banding-bandingkan terlebih dahulu update penawaran bunga deposito perbankan yang dihimpun Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per Kamis, 12 September 2019.

Untuk bunga deposito tenor 1 bulan, Bank ICBC Indonesia dan Bank Mayora paling tinggi penawarannya yakni 6,8%. Diikuti Bank Tabungan Negara (BTN) dengan bunga 6,4%.

Bank Mayora paling tinggi memasang bunga deposito untuk tenor 3 bulan yang 6,6%.

Pada deposito tenor 6 bulan, Bank ICBC Indonesia menawarkan bunga paling besar sebesar 7%.

Continue reading “Cari bunga deposito tertinggi? Intip bunga deposito terbaru bank-bank ini”

Dua faktor utama ini menjadi hambatan investasi masuk ke Indonesia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana Pemerintah mengubah peraturan perundang-undangan yang tak lagi relevan dan menghambat pertumbuhan investasi di Indonesia akan rampung satu bulan ke depan. Nantinya UU lama yang dianggap tak relevan lagi akan diganti dengan RUU berkonsep omnibus law.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menyebut bahwa persoalan yang menghambat investasi bukan hanya ada pada regulasi yang diatur dalam 72 UU yang akan digantikan tersebut.

“Dua faktor utama yang menghambat investasi misalnya adalah inkonsistensi kebijakan pemerintah dan tidak adanya koordinasi kebijakan pusat daerah. Dua hal ini kan bukan peraturan atau regulasi,” terang Piter saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (13/9). 

Piter memberi contoh bahwa bukan hanya regulasi yang menghambat investasi. Termasuk sulitnya memperoleh lahan atau juga masalah perburuhan.

Continue reading “Dua faktor utama ini menjadi hambatan investasi masuk ke Indonesia”

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Kedua)

Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas  selama satu periode yang dihasilkan transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.

Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi” dan “pendapatan komprehensif lain”.

Ilustrasi 6-1 Total Laba Rugi Komprehensif

Dalam menyajikan laporan laba rugi komprehensif, entitas diberikan pilihan untu kenyajikan dalam satu laporan atau dua laporan. Selain itu, entitas juga diminta untuk menyajikan alokasi dari laba rugi periode berjalan dan total laba rugi komprehensif periode berjalan sebagai berikut:

  • Laba rugi yang dapat diatribusikan kepada:
    • kepentingan non-pengendali
    • pemilik entitas induk
  • laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
    • kepentingan non-pengendali
    • pemilik entitas induk
Continue reading “LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Kedua)”

Bank Indonesia (BI) dorong ekonomi digital lewat pesantren

KONTAN.CO.ID – BANJARMASIN. Bank Indonesia (BI) kembali mengadakan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI). Acara ini dibuka pada hari Kamis (12/9).

Dalam rangkaiannya, diadakan kuliah umum dengan tajuk Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Ekonomi Digital. Acara ini digelar di Pondok Pesantren Darul Hijrah, Martapura, Kabupaten Banjar. Acara ini dihadiri perwakilan dari 90 pesantren.

“Saat ini, pembayaran dengan QR code memudahkan para pengguna smartphone untuk melakukan pembayaran secara real-time. Penggunaan kartu jadi terlihat tradisional,” kata Deputi Gubenur Bank Indonesia Rosmaya Hadi.

Kuliah umum ini berfokus memotivasi para santri untuk berkontribusi dalam kemajuan ekonomi digital. Harapannya, anggapan pendidikan di pesantren yang konvensional akan pudar.

Continue reading “Bank Indonesia (BI) dorong ekonomi digital lewat pesantren”

Pemerintah bisa mencabut insentif superdeduction tax bila tak efektif

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Pemerintah bermurah hati memberikan fasilitas pengurangan pajak penghasilan (PPh) super atau  superdeduction tax bagi wajib pajak (WP) badan yang melakukan kegiatan vokasi. 

Namun untuk memastikan efektivitasnya, pemerintah juga menetapkan ketentuan evaluasi dari kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh perusahaan. Jika dinilai tak efektif, pemerintah tak segan mencabut insentif tersebut untuk tahun-tahun berikutnya. 

Hal tersebut tertuang dalam pasal 10 pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 128 Tahun 2019 yang baru saja terbit. 

Dalam pasal itu disebutkan Kementerian dan Dinas terkait dapat melakukan evaluasi efektivitas pemberian insentif superdeduction tax kepada wajib pajak. 

Evaluasi dapat dilakukan oleh kementerian atau dinas daerah provinsi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan. Juga oleh Kementerian Agama, Kemenristekdikti, Kementerian atau Dinas daerah provinsi/kota yang menyelenggarakan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan, atau kementerian yang menjadi pembina sektor dari wajib pajak. 

Hal-hal yang dapat dievaluasi antara lain, pertama, kesesuaian program kegiatan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran, keahlian dari instruktur atau pengajar kegiatan. 

Kedua, peningkatan kompetensi peserta kegiatan. Dan ketiga, hasil penyerapan tenaga kerja dari peserta praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran.

Continue reading “Pemerintah bisa mencabut insentif superdeduction tax bila tak efektif”

BPJS Kesehatan sebut kenaikan iuran JKN sudah tepat

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dipastikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan naik pada 2020. Namun, kenaikan masih akan berada di taraf yang terjangkau.

Namun, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, kenaikan iuran ini merupakan kebijakan yang seharusnya terjadi. “Istilah kenaikan itu tidak pas karena saat ini kami mengupayakan iuran dengan nominal yang memang seharusnya, karena sebelumnya, iuran kita ini iuran diskon,” kata Fachmi pada Rabu (11/9) di Jakarta.

Besaran iuran yang ditetapkan itu, tak lepas dari langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk melakukan audit guna melihat secara menyeluruh program kesehatan yang dijalankan di seluruh rumah sakit dan perusahaan yang mendaftarkan kepesertaan BPJS.

Continue reading “BPJS Kesehatan sebut kenaikan iuran JKN sudah tepat”

Kurs Pajak Pekan Ini, 11-17 September 2019

Bisnis.com, JAKARTA — Kurs pajak untuk periode 11-17 September 2019 terhadap dolar Amerika Serikat tercatat turun Rp63 per dolar AS dibandingkan dengan pekan lalu, menjadi Rp14.164 per dolar AS.

Kurs pajak terhadap dolar Singapura juga tercatat turun Rp14,57 per dolar Singapura, menjadi Rp10.232,33 per dolar Singapura.

Untuk kurs pajak terhadap Euro ditetapkan senilai Rp15.608,44 per euro. Kurs pajak tersebut turun Rp97,60 per euro dibandingkan pekan lalu yang berada di level Rp15.706,04 per euro.

Sementara itu, kurs pajak terhadap poundsterling turun menjadi Rp17.341,84 per poundsterling. Pekan lalu, kurs pajak terhadap poundsterling ditetapkan senilai Rp17.356,94 per poundsterling.

Continue reading “Kurs Pajak Pekan Ini, 11-17 September 2019”