Transisi pandemi ke endemi, begini upaya Kemenkeu jaga perekonomian tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah menyiapkan langkah-langkah untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 dan bertransisi dari pandemi menjadi endemi, termasuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Sebab, Covid-19 tidak bisa dihilangkan, namun bisa dikendalikan.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan seiring dengan penanganan Covid-19 yang diperkirakan semakin baik di tahun 2022, alokasi belanja pada APBN 2022 tetap dirancang untuk pemulihan namun juga fleksibel untuk mengakomodir ketidakpastian ke depan. Sehingga, APBN harus siap merespon dinamika, khususnya pada sektor kesehatan dan perlindungan sosial.

Continue reading “Transisi pandemi ke endemi, begini upaya Kemenkeu jaga perekonomian tahun depan”

BI sebut penguatan rupiah disebabkan tiga faktor ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah dibuka menguat dalam perdagangan di pasar spot hari ini, Jumat (21/9). Kurs rupiah berada di level Rp 14.810 per dollar Amerika Serikat (AS) saat pembukaan perdagangan, menguat 0,2% dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, tak hanya hari ini, dalam beberapa waktu ke depan kecenderungan nilai tukar rupiah akan stabil, bahkan bisa menguat. Hal itu, didorong oleh tiga faktor.

Pertama, risiko di pasar keuangan global mereda, baik terkait ketegangan perang dagang AS-china, maupun di pasar keuangan. Para investor global, termasuk fund manager besar melihat perang dagang tidak berdampak baik terhadap ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.

“Sehingga mereka melihat mulai menginvestasi ke berbagai emerging market,” kata Perry saat ditemui di Kompleks BI, Jumat siang (21/9). Hal itu tampak dari arus modal asing yang mulai masuk ke Indonesia, meski jumlahnya belum besar.

“Moga-moga minggu depan kalau ada lelang SBN ada arus inflow ke SBN yang lebih besar. Sejauh ini yang masuk di pasar sekunder belum terlalu besar,” tambahnya. Continue reading “BI sebut penguatan rupiah disebabkan tiga faktor ini”

Ekonom perkirakan defisit neraca dagang Agustus US$ 1,08 miliar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren defisit pada neraca perdagangan, diperkiraan masih akan berlanjut hingga Agustus tahun ini. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, neraca perdagangan Agustus lalu bakal mencatat defisit US$ 1,08 miliar.

Menurut David, defisit tersebut lantaran pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibanding ekspor. Walaupun, pertumbuhan impor lebih landai dibanding bulan sebelumnya.

David memperkirakan, ekspor dan impor Agustus masing-masing tumbuh 7,5% year on year (yoy) dan 29,2% yoy. Sementara di Juli, ekspor dan impor masing-masing tumbuh 19,33% dan 31,56% yoy.

“(Impor yang masih naik tinggi bahan baku. Barang modal tren menurun. Dan barang konsumsi masih tinggi tapi tren ke depan menurun,” kata David kepada KONTAN, Minggu (16/9).

Menurut David, kinerja ekspor ke depan masih moncer. Perkiraannya, ekspor akhir tahun masih bisa tumbuh dua digit. Sementara kinerja impor akan menurun seiring dengan kebijakan pengendalian impor pemerintah. “Tetapi pertumbuhan impor masih sekitar 20% di akhir tahun,” tambahnya.

Sehingga, defisit neraca perdagangan akhir tahun diproyeksi David akan mencapai US$ 1 miliar-US$ 3 miliar.

Source : Klik Disini

BI ingin perbankan bisa semakin baik dalam pengelolaan likuiditas

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) ingin agar perbankan bisa semakin baik dalam mengelola likuiditas terutama jangka pendek. Hal ini menjadi perhatian regulator ke depannya.

Oleh karena itu, Agus Martowardojo, Gubernur BI menargetkan pada 2019 transaksi terkait Real-Time Gross Settlement (RTGS), kliring nasional tidak ada proses queue atau antri. “Bank harus mengelola funding dengan baik dan mengelola likuiditas intra hari,” kata Agus, Kamis (17/5).

Terkait ini beberapa bankir memberikan tanggapan. Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada bilang bank ke depan memang harus siap terkait likuiditas. “Ke depan, bank harus siap dalam hal pendanaan untuk RTGS keluar sistem perbankan,” kata Haryono ketika ditemui, Jumat (18/5). Likuiditas yang dimaksud BI ini menurut Haryono adalah terkait likuiditas jangka pendek. Continue reading “BI ingin perbankan bisa semakin baik dalam pengelolaan likuiditas”