Devisa hasil ekspor minim dikonversi mata uang lokal, bagaimana dampaknya rupiah?

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA.  Bank Indonesia (BI) mencatat nilai devisa hasil ekspor (DHE) yang dikonversikan ke dalam kurs rupiah masih relatif kecil sepanjang tahun ini.

Data yang diterima Kontan, total devisa hasil ekspor (DHE) sepanjang tahun ini hingga Oktober lalu sebesar US$ 110,56 juta. Sebanyak US$ 105,74 juta atau 95,6% masuk ke perbankan domestik.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayan mengatakan, porsi DHE yang dikonversi ke rupiah masih di bawah 20%. Sebagian besar DHE yang ditempatkan di perbankan dalam negeri masih dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai, penempatan DHE di perbankan domestik yang relatif tinggi tak efektif menyokong kinerja penguatan nilai tukar rupiah.

Continue reading “Devisa hasil ekspor minim dikonversi mata uang lokal, bagaimana dampaknya rupiah?”

Konversi devisa hasil ekspor sulit jalan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Usaha pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mendorong konversi devisa hasil ekspor (DHE) ke rupiah sepertinya bakal sulit terlaksana. Pasalnya, banyak kendala yang menyebabkan pengusaha lebih suka untuk tetap menyimpan DHE dalam valuta asing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Itulah sebabnya, BI mencatat DHE yang masuk ke Indonesia hingga saat ini baru sekitar 80%-81%. Dari jumlah itu, hanya 15,1% yang dikonversi ke rupiah per April 2018.

Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan, ada beberapa alasan tak semua DHE dikonversikan ke rupiah. Pertama, bahan baku produk ekspor yang masih diimpor, sehingga valuta asing (valas) masih diperlukan.

“Karena ada yang produk untuk ekspor itu masih berasal dari impor, masih membutuhkan valas untuk menunjang kestabilan di dalam negeri,” ujar Benny dalam diskusi tentang DHE, Rabu (8/8).

Kedua, pengusaha takut dengan fluktuasi rupiah. Ketiga, perbankan menerapkan harga kurs yang murah. “Kami dikasih kurs bawah (saat menjual), lalu kurs beli tinggi. Temu tengahnya saja, kalau kami dikasih kurs tengah, pasti ada take and give-nya,” terang Benny. Continue reading “Konversi devisa hasil ekspor sulit jalan”

Pelaku usaha minta untuk konversi DHE ke rupiah dengan kurs tengah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang masuk ke Indonesia hingga saat ini baru sekitar 80-81%. Bahkan dari angka tersebut, baru 15,1% yang dikonversi ke rupiah per April 2018.

Hal ini membuat risau lantaran devisa seperti mengalami kebocoran akibat tak dikonversikan ke rupiah. Terlebih di saat nilai tukar rupiah melemah akibat sentimen global.

Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, ada beberapa alasan tak semua DHE dikonversikan ke rupiah. Pertama, bahan baku beberapa produk ekspor yang masih diimpor, sehingga valuta asing (valas) masih diperlukan.

“Karena ada yang produk untuk ekspornya itu masih berasal dari impor, masih membutuhkan valas untuk menunjang kestabilan di dalam negeri,” ujar Benny dalam diskusi di Hotel Millennium Sirih, Jakarta, Rabu (8/8).

Kedua, kendala bagi eksportir untuk mengonversi valasnya ke rupiah adalah fluktuasi rupiah dan harga kurs beli perbankan yang murah. Continue reading “Pelaku usaha minta untuk konversi DHE ke rupiah dengan kurs tengah”

Upaya ekstra menarik pulang devisa ekspor

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) bakal memperkuat pengawasan dan penegakan hukum atas kewajiban eksportir membawa masuk devisa hasil ekspor (DHE) ke sistem perbankan dalam negeri. Sebab, belum semua eksportir melakukan kewajiban tersebut.

Padahal, Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/10/PBI/2014 tentang Penerimaan DHE dan Penarikan Devisa Utang Luar Negeri menyebutkan, ada sanksi bagi eksportir yang melakukan pelanggaran terhadap kewajiban itu. Hukumannya berupa denda sebesar 0,5% dari nilai devisa hasil ekspor untuk satu bulan pendaftaran pemberitahuan ekspor barang (PEB).

“Penegakanhukumdiperkuat meskipun kebijakannya akan tetap sama. Kami dan BI terus bekerjasama untuk lakukan ini. Kami siap kerjasama mendukung kebijakan BI,” tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (27/7).

Maklum, Pemerintah dan BI harus memperbesar cadangan devisa yang belakangan menyusut. Salah satunya, untuk operasi moneter menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hingga akhir Juni lalu, cadangan devisa Indonesia tinggal US$ 119,84 miliar. Jumlah itu tergerus sebanyak US$ 12,14 miliar dibanding akhir Januari seiring tekanan terhadap mata uang garuda. Continue reading “Upaya ekstra menarik pulang devisa ekspor”