KEPATUHAN AKUNTAN PUBLIK TERHADAP STANDAR PENGENDALIAN MUTU KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Saat ini banyak sekali bermunculan perusahaan-perusahaan global yang tentunya nanti banyak melahirkan persaingan-persaingan yang sangat tajam. Untuk bisa melahirkan suatu daya saing yang kuat tentunya perusahaan bisa melakukan banyak cara baik ke dalam perusahaan maupun ke luar perusahaan. Salah satu cara perusahaan meningkatkan daya saingnya, perusahaan bisa menggunakan jasa pelayanan dari Akuntan Publik untuk menilai performa dari perusahaan dimana   penilaiannya melalui penilaian terhadap laporan keuangan perusahaan dan nantinya hasil dari penilaian kewajaran laporan keuangan tersebut bisa digunakan sebagai wacana untuk pembuatan kebijakan manajemen ke depan, untuk pengajuan pinjaman kredit, konsultasi pajak, dan sebagainya.

Continue reading “KEPATUHAN AKUNTAN PUBLIK TERHADAP STANDAR PENGENDALIAN MUTU KANTOR AKUNTAN PUBLIK”

ULASAN PERNYATAAN STANDARD AKUNTANSI KEUANGAN NO. 109(PSAK 109)

Oleh :Tri Prasojo, Akt.
Manager Operasional Kantor Jasa Akuntan ‘Andita Gunawan’ Tegal.

Kita lanjutkan lagi ulasan tentang Akuntansi Zakat dan Wakaf. Pada tulisan yang lalu saya telah menjelaskan peranan zakat bagi umat islam yang mempunyai nilai yang sangat strategis untuk pembangunan kemaslahatan umat. Ada dua lembaga yang mengurus pengumpulan/menerima dan menyalurkan zakat yaitu Baznas dari pemerintah non struktural, dan dari prakarsa masyarakat yang mempunyai aktivitas dakwah, Pendidikan sosial dan kemaslahatan masyarakat yang di debut Lembaga Amil Zakat (LAZ). Kedua lembaga Baznas dan Laz disebut AMIL, merupakan organisasi pengelola zakat yang pembentukanya dimaksudkan mengumpulkan dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah.

Continue reading “ULASAN PERNYATAAN STANDARD AKUNTANSI KEUANGAN NO. 109(PSAK 109)”

ASET TETAP (Bagian Kedua)

Harga Pembelian

Harga pembelian adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset tetap pada saat perolehan atau konstruksi. Dengan demikian, harga pembelian adalah jumlah yang dibayarkan untuk mendapatkan aset tetap, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan­potongan lain.

Pada pembelian aset tetap secara tunai, mudah untuk menentukan harga pembelian. Namun jika pembayaran kasnya ditangguhkan, maka harga perolehan adalah harga tunai aset pada tanggal pembelian. Perbedaan antara nilai tunai dan pembayaran diakui sebagai beban bunga pada saat pembayaran dilakukan, kecuali biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi jika memenuhi pengaturan dan persyaratan dalam PSAK 26 Biaya Pinjaman.

Continue reading “ASET TETAP (Bagian Kedua)”

Pemerintah debt switch 10 surat utang senilai Rp 2,12 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaksanakan lelang pembelian kembali Surat Utang Negara (SUN) dengan cara penukaran (debt switch).

Dengan mekanisme Many to Many dengan menggunakan fasilitas MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System) trading platform, pemerintah memenangkan Rp 2,12 triliun dari debt switch tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menyebut, peserta lelang menawarkan sepuluh dari obligasi negara dari sebelas seri yang ditawarkan oleh pemerintah. Jumlah penawaran yang disampaikan peserta lelang sebesar Rp 4,77 triliun.

“Dalam rangka pengelolaan portofolio SUN dan memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif pasca pengumuman penurunan Fed  fund rate, pemerintah melakukan debt switch ini,” terang Luky dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Minggu (22/9).

Continue reading “Pemerintah debt switch 10 surat utang senilai Rp 2,12 triliun”

BI : Kebijakan Makroprudensial Tetap Akomodatif

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia menjamin kebijakan makroprudensial akan tetap akomodatif selaras dengan kondisi global dan sesuai kesepakatan dalam rakorpusda.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Retno Ponco Windarti menyatakan Bank Indonesia baru akan menangkap arah kebijakan Bank Indonesia pada Kamis (19/9/2019). Dia menilai keputusan atas suku bunga acuan masih berlanjut sampai besok siang.

Meski demikian dia menyebut bahwa peluang pelonggaran kebijakan makroprudensial juga akan disesuaikan dengan rakorpusda yang disepakati beberapa waktu lalu.

“Kebijakan makroprudensial masih belum berubah arah, masih akan akomodatif seperti yang disampaikan di rakorpusda yang lalu,” kata Retno kepada Bisnis, Rabu (18/9/2019).

Continue reading “BI : Kebijakan Makroprudensial Tetap Akomodatif”

Jika Suku Bunga BI Turun, Ekonomi 2020 Bisa Membaik

Bisnis.com, JAKARTA – Jika Bank Indonesia memangkas kembali suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate bulan ini, maka pertumbuhan ekonomi 2020 bisa lebih baik.

Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menyatakan, bulan ini Bank Indonesia punya ruang untuk memangkas suku bunga acuan ataupun melonggarkan kebijakan makroprudensial.

“Saya kira akan diturunkan lagi bulan ini sebagai antisipasi ekonomi global dan Indonesia yang melambat,” jelas Lana kepada Bisnis, Rabu (18/9/2019).

Lana memprediksi Bank Indonesia akan memangkas 25 basis poin lagi dan menjadi 5,25 persen.

Dengan tiga kali pemangkasan tahun ini, Lana memproyeksikan dampak ke sektor riil dan pertumbuhan ekonomi tidak akan dirasakan tahun ini. Apalagi mengingat hanya tersisa 3 bulan lagi menuju akhir 2019.

“Memang efek pemangkasan suku bunga ini baru akan dirasakan 6 bulan ke depan. Target BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi itu tercapai 2020 bukan 2019,” jelasnya lagi.

Continue reading “Jika Suku Bunga BI Turun, Ekonomi 2020 Bisa Membaik”

Indef: Utang luar negeri swasta bakal membengkak di tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan utang luar negeri (ULN) swasta bakal membengkak sampai dengan akhir tahun 2019 dari posisi saat ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 395,3 miliar atau setara Rp5.545 triliun (kurs Rp14.038 per dolar AS) per Juli yang lalu. Angka tersebut tumbuh 10,3% secara tahunan dan secara bulanan naik 9,9%. 

BI mencatat ULN swasta termasuk BUMN sebesar US$197,8 miliar dari total ULN. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menyatakan penambahan utang tersebut dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto utang luar negeri dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Continue reading “Indef: Utang luar negeri swasta bakal membengkak di tahun ini”

PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Kedua)

Definisi Instrumen Keuangan

Aset Keuangan

Menurut PSAK 50, aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk:

1.        Kas, seperti mata uang lokal dan asing dan deposito dibank;

2.        Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain, seperti investasi saham pada entitas yang terdaftar di bursa;

3.        Hak kontraktual;

  • Untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain, seperti piutang usaha dan wesel tagih; atau
  • Untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut, seperti obligasi konversi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversi obligasi tersebut dengan kepemilikan saham pada entitas penerbit obligasi dan sebaliknya menimbulkan kewajiban kontraktual bagi penerbit obligasi untuk menyerahkan saham kepada pemegang obligasi; atau

4.        Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrument ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:

  • Nonderivatif dimana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas, seperti kontrak untuk menerima jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas entitas yang setara dengan 10 kg emas; atau
  • Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.  Untuk tujuan ini, instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk instrument yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut dimasa depan.

Kas adalah bagian dari aset keuangan, sebab kas merupakan alat tukar dan dasar bagi pengakuan dan pengukuran seluruh transaksi dalam laporan keuangan. Setoran tunai pada bank atau institusi serupa juga merupakan aset keuangan, sebab setoran tunai memberikan hak kontraktual bagi deposan untuk memperoleh kas dari institusi tersebut atau melakukan penarikan melalui cek atau instrument serupa untuk melunasi liabilitas keuangannya kepada kreditur.

Continue reading “PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Kedua)”

LPS: DPK menguat, likuiditas perbankan melandai

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat terjadi akselerasi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2019 menjadi 8,01% (yoy). Ini membuat likuiditas perbankan mulai melandai.

Sebab di sisi lain, LPS juga mencatat terjadinya perlambatan pertumbuhan kredit menjadi 9,58% (yoy) pada Juli 2019.

“Adanya perbaikan pertumbuhan DPK pada periode Juli dibanding bulan sebelumnya terjadi sejalan melambatnya pertumbuhan sisi kredit, sehingga berdampak pada LDR perbankan yang membaik ke level 93,81%,” tulis LPS dalam ringkasan eksekutifnya.

Akselerasi pertumbuhan DPK juga dinilai LPS mengurangi jarak dengan pertumbuhan kredit pada sekelompok bank. Meski demikian LPS menilai laju pertumbuhan kredit masih berpotensi membaik hingga akhir tahun.

Continue reading “LPS: DPK menguat, likuiditas perbankan melandai”

Meski kue uang elektronik dikerubuti, perbankan tetap bisa unjuk gigi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis uang elektronik makin semarak. Besarnya kue uang elektronik di Tanah Air pun banyak membuat industri keuangan non bank (IKNB) turut ikut mencicipi bisnis tersebut. 

Kendati demikian, industri perbankan hingga kini nyatanya masih menjadi salah satu pemakan kue terbesar. Ambil contoh, PT Bank Mandiri Tbk, salah satu bank plat merah ini mengaku dengan adanya sinergi antar BUMN lewat dompet elektronik LinkAja kian membuat bisnis semakin luas.

Senior Vice President Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan bersama dengan Himbara yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) LinkAja bakal tumbuh menjadi salah satu pemain besar di bisnis uang elektronik berbasis server.

Menurutnya, lewat kolaborasi ini penetrasi transaksi non tunai LinkAja di tahun ini bakal menembus 6,2 juta pengguna aktif di tahun 2019 saja. Sekadar informasi, LinkAja merupakan uang elektronik berbasis aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan isi saldo dan menggunakannya untuk berbagai transaksi. 

Continue reading “Meski kue uang elektronik dikerubuti, perbankan tetap bisa unjuk gigi”