LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Kedua)

Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas  selama satu periode yang dihasilkan transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.

Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi” dan “pendapatan komprehensif lain”.

Ilustrasi 6-1 Total Laba Rugi Komprehensif

Dalam menyajikan laporan laba rugi komprehensif, entitas diberikan pilihan untu kenyajikan dalam satu laporan atau dua laporan. Selain itu, entitas juga diminta untuk menyajikan alokasi dari laba rugi periode berjalan dan total laba rugi komprehensif periode berjalan sebagai berikut:

  • Laba rugi yang dapat diatribusikan kepada:
    • kepentingan non-pengendali
    • pemilik entitas induk
  • laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
    • kepentingan non-pengendali
    • pemilik entitas induk
Continue reading “LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Kedua)”

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Pertama)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa dapat:

  1. Memahami tujuan dan kegunaan laporan laba rugi komprehensif;
  2. Menyadari keterbatasan laporan laba rugi;
  3. Mengenal unsur laporan laba rugi komprehensif;
  4. Mengenal bentuk penyajian laporan laba rugi komprehensif;
  5. Memahami metode penyajian beban;
  6. Memahami tujuan dan manfaat laporan arus kas;
  7. Mengenal penggolongan sumber dan penggunaan arus kas; dan
  8. Mengenal metode penyusunan laporan arus kas.

Rujukan

  • Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
  • PSAK 1 (2014) Penyajian Laporan Keuangan
  • PSAK 2 (2014) Laporan Arus Kas
  • PSAK 3 (2014) Laporan Keuangan Interim
  • PSAK 23 (2014) Pendapatan
  • PSAK 56 (2014) Laba per Saham
  • Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7 Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik

Bagi suatu entitas yang bertujuan memperoleh laba, pengukuran dan evaluasi atas kinerja terutama terpusat pada laba yang dihasilkan atau kerugian yang diderita selama suatu periode tertentu. Laporan laba rugi komprehensif adalah salah satu komponen utama laporan keuangan yang wajib disusun oleh suatu entitas. Perhitungan laba rugi sangat tergantung dari waktu dan cara pengakuan serta pengukuran penghasilan (income) baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain), serta beban (expense).

Perbedaan waktu pengakuan atau pemilihan metode pengakuan dan pengukuran akan menghasilkan perhitungan yang berbeda. Akuntansi keuangan menyusun laporan laba rugi komprehensif untuk digunakan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan   pengakuan dan pengukuran   unsur   unsur   penghasilan, pendapatan (revenue) atau keuntungan (gain), beban (expenses) serta kerugian (loss) sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku. Namun perlu disadari bahwa alternative yang seringkali tersedia untuk dipilih, pertentangan antar keandalan dan kegunaan informasi, serta perkembangan SAK yang sangat pesat dan dinamis serta memerlukan pemahaman tersendiri dalam menggunakan  laporan laba rugi komprehensif dalam pengambilan keputusan, agar tidak tersesat.

Continue reading “LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF DAN LAPORAN ARUS KAS (Bagian Pertama)”

KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN) Bagian Ketiga

Posisi Keuangan

Posisi keuangan suatu entitas menggambarkan sumber daya yang dikuasainya pada suatu waktu tertentu. Komposisi dan jumlah sumber daya yang dimiliki dan kewajiban yang ada pada suatu waktu mencerminkan kemampuan entitas dalam membelanjai usahanya. Parameter untuk mengevaluasi kemampuan tersebut lazimnya dikenal dengan menghitung  dan menilai likuiditas dan solvabilitas. Likuiditas merupakan ketersediaan kas dan setara kas jangka pendek dimasa depan, setelah memperhitungkan komitmen yang ada.

Solvabilitas merupakan ketersediaan kas dan setara kas jangka panjang untuk memenuhi komitmen pada saat jatuh tempo. Posisi keuangan dilaporkan dalam laporan posisi keuangan (neraca).

Continue reading “KERANGKA DASAR (Lanjutan AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN) Bagian Ketiga”