Surplus neraca dagang dorong kemampuan bayar utang RI

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rasio pembayaran utang atau debt to service ratio (DSR) Tier-1 Indonesia di akhir kuartal III-2021 mengalami penurunan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bank Indonesia (BI), DSR Tier-1 kuartal III-2021 tercatat sebesar 24,76%. Level ini turun dari DSR di kuartal II-2021 yang capai 26,43%.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, penurunan rasio pembayaran utang tersebut didorong oleh peningkatan penerimaan neraca transaksi berjalan.

Continue reading “Surplus neraca dagang dorong kemampuan bayar utang RI”

Gubernur BI: Neraca pembayaran tahun 2020 bakal surplus

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di keseluruhan tahun 2020 akan mencetak surplus.

“Didukung dengan NPI pada kuartal IV-2020 yang nantinya juga surplus. Sehingga NPI di keseluruhan tahun lalu masih akan surplus,” ujar Perry Warjiyo, Selasa (9/2) via video conference.

Tak hanya itu, kinerja positif neraca transaksi berjalan pada kuartal IV-2020 juga diperkirakan masih akan berlanjut, setelah pada kuartal III-2020 neraca transaksi berjalan mencetak surplus US$ 1,0 miliar atau setara 0,4% dari produk domestik bruto (PDB).

Sehingga secara keseluruhan di tahun 2020, defisit neraca transaksi berjalan atau currenct account deficit (CAD) diyakini akan berada di kisaran 0,5% dari PDB.

Continue reading “Gubernur BI: Neraca pembayaran tahun 2020 bakal surplus”

Ekonom: Relaksasi DNI Sektor Jasa Berisiko Perlebar Defisit Transaksi Berjalan

Bisnis.com, JAKARTA – Relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) pada sektor jasa dinilai berisiko terhadap pelebaran defisit neraca transaksi berjalan apabila tidak diiring peraturan yang mampu menahan repatriasi modal keluar dari Indonesia.

Ekonom Yanuar Rizky menilai relaksasi DNI yang dilakukan pemerintah tidak bisa berjalan efektif tanpa adanya upaya untuk menahan repatriasi modal keluar dari Indonesia.

Dia menyatakan tanpa adanya aturan untuk menahan aliran dana keluar, maka defisit neraca transaksi berjalan belum akan membaik, dan investasi masuk malah menambah tekanan.

Yanuar mencontohkan relaksasi DNI di sektor jasa, salah satunya untuk jasa Kantor Akuntan Publik (KAP) asing, bisa menambah masalah pada neraca jasa, karena keuntungan yang dihasilkan bisa saja dilarikan keluar dari Indonesia.

“Bila ada asing yang mau masuk untuk bikin kantor di sektor jasa, misalnya harus setor dana Rp10 miliar, paling itu saja masuk untuk modal disetor. Tapi setelah itu mereka bebas membawa hasil keuntungannya keluar karena tidak ada yang mengatur,” katanya dalam pernyataan yang diterima, Selasa (25/12). Continue reading “Ekonom: Relaksasi DNI Sektor Jasa Berisiko Perlebar Defisit Transaksi Berjalan”

Indef prediksi defisit transaksi berjalan lebih buruk dari kuartal-III

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Institute for Development of Economic and Finance (Indef) memproyeksi defisit neraca transaksi berjalan (CAD) Indonesia di pengujung tahun akan memburuk.

Pasalnya, tekanan defisit transaksi barang dan jasa akan semakin kuat di akhir tahun. Apalagi, data neraca dagang teranyar November lalu mencatat defisit yang makin dalam yakni US$ 2,05 miliar.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati mengatakan, neraca transaksi berjalan masih akan menjadi momok utama bagi stabilitas sektor keuangan Indonesia. Melihat kondisi neraca dagang per November lalu, Enny meyakini CAD akan lebih besar dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya.

“Secara historis tekanan defisit akan selalu meningkat di akhir tahun. Misalnya, karena transfer repatriasi devisa pasti meningkat, transaksi jasa di akhir tahun juga cukup besar,” ujar Enny saat ditemui, Rabu (19/12). Continue reading “Indef prediksi defisit transaksi berjalan lebih buruk dari kuartal-III”

Suku Bunga AS Naik, Sri Mulyani: Pemerintah Terus Lakukan Penyesuaian

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah pastikan melakukan penyesuaian yang tepat atas langkah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu (26/9/2018) waktu setempat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penaikan Fed Fund Rate (FFR) pasti akan berdampak ke emerging market. Menurutnya, emerging market menikmati kebijakan moneter yang longgar dari AS selama hampir 10 tahun.

Dengan demikian, saat ini emerging market harus menghadapi likuiditas yang lebih ketat.

“Makroekonomi tengah dalam tekanan, sekarang kita lihat apa yang bisa kita lakukan. Dengan adanya ketidakpastian global itu, kami harus make sure kita bisa menyesuaikan,” ungkap Sri Mulyani, Kamis (27/9).

Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih kuat dengan adanya dukungan dari sisi permintaan.

“Konsumsi di kuartal II/2018 yang tumbuh 5,27%, investasi yang tumbuh 7%. Tiga tahun lalu, pertumbuhannya kecil, hanya 3%-4% saja investasi ini,” jelasnya. Continue reading “Suku Bunga AS Naik, Sri Mulyani: Pemerintah Terus Lakukan Penyesuaian”

BI Klaim Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2018 Sentuh Angka 5,1 Persen

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2018 sebesar 5,11 persen seiring membaiknya kondisi ekonomi sejak awal tahun.

“Kita perkirakan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,11 persen untuk kuartal I-2018,” kata Agus saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/4/2018). Continue reading “BI Klaim Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2018 Sentuh Angka 5,1 Persen”