LPS optimistis kredit perbankan akan semakin tumbuh seiring perbaikan ekonomi

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan kredit perbankan akan semakin membaik, seiring dengan perbaikan ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, perbaikan ini tercermin dari sistem perbankan intermediasi keuangan yang sudah mengalami pertumbuhan positif, selama 4 bulan terakhir sejak Juni 2021.

Continue reading “LPS optimistis kredit perbankan akan semakin tumbuh seiring perbaikan ekonomi”

LPS: Pertumbuhan Kredit Akan Tertahan Perlambatan Ekonomi

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan laju pertumbuhan kredit masih cenderung tertahan di tengah meningkatnya ancaman risiko perlambatan ekonomi. Dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 2,97 persen pada kuartal I 2020.

Berdasarkan indikator likuiditas LPS yang dikutip di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020 menyebutkan, sumber ekspansi kredit diperkirakan masih akan berasal dari bank besar yang ditopang ketersediaan likuiditas dan opsi pembiayaan serta debitur yang luas.

Menurut LPS, langkah konsumen yang menahan konsumsi akan diikuti dengan strategi korporasi dalam melakukan investasi baru, sementara perbankan cenderung akan sangat selektif dalam memberikan kredit baru mempertimbangkan kualitas debitur

Sementata itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) jika diperkirakan akan stabil dengan kecenderungan meningkat. Dimana hingga Maret 2020 saja (DPK) tumbuh 9,54% secara yoy. Pertumbuhan DPK yang cenderung lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit yang membuat LDR masih cukup longgar yaitu di level 91,92%.

Sebagai informasi, kredit perbankan pada periode Maret 2020 tumbuh sebesar 7,95% yoy. Adanya peningkatan pertumbuhan kredit sepanjang periode Maret disebabkan pertumbuhan kredit valas dan modal kerja yang meningkat.

Meski demikian peningkatan pertumbuhan kredit tersebut belum merupakan indikasi adanya perbaikan permintaan kredit, namun lebih disebabkan adanya kebutuhan likuiditas untuk biaya operasional. (*)

Sumber: Klik Disini

Ikuti perkembangan ekonomi, perbankan revisi target kredit di tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) dipastikan bakal membuat pertumbuhan kredit perbankan tertekan tahun ini. Setelah sempat diramal mampu tumbuh dua digit, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan memprediksi kredit kemungkinan akan tumbuh maksimal 2%.

Malah, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam artikel yang dimuat Kontan.co.id (30/4) lalu menyebut ada kemungkinan kredit tidak tumbuh tahun ini alias stagnan. Bukan cuma OJK, Bank Indonesia (BI) pun juga hanya memperkirakan kredit tumbuh maksimal 6%-8% jauh dari proyeksi sebelumnya yang ditaksir sekitar 9%-11% tahun ini.

Continue reading “Ikuti perkembangan ekonomi, perbankan revisi target kredit di tahun ini”

Penyaluran kredit perbankan pada 2020 diproyeksi akan merosot

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah bank besar mengakui adanya perlambatan kredit menjelang akhir tahun, ketatnya likuiditas ditambah merosotnya permintaan kredit jadi alasannya. Pun hingga 2020 mendatang pertumbuhan kredit bank diprediksi masih akan masih lesu.

Direktur Finance, Treasury, and Strategy PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Nixon Napitupulu menjelaskan setidaknya ada dua alasanya. Pertama soal likuiditas yang dinilainya masih akan ketat.

Sedangkan alasan kedua adalah soal mulai diimplementasikannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang akan menggerus modal perbankan.

“Melalui PSAK 71 bank akan fokus membentuk cadangan lebih banyak, sehingga dugaan saya ekspansi juga tidak akan terlalu besar dan bank juga akan memangkas pertumbuhannya,” katanya Selasa (15/10) kepada KONTAN.

Continue reading “Penyaluran kredit perbankan pada 2020 diproyeksi akan merosot”

LPS: DPK menguat, likuiditas perbankan melandai

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat terjadi akselerasi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2019 menjadi 8,01% (yoy). Ini membuat likuiditas perbankan mulai melandai.

Sebab di sisi lain, LPS juga mencatat terjadinya perlambatan pertumbuhan kredit menjadi 9,58% (yoy) pada Juli 2019.

“Adanya perbaikan pertumbuhan DPK pada periode Juli dibanding bulan sebelumnya terjadi sejalan melambatnya pertumbuhan sisi kredit, sehingga berdampak pada LDR perbankan yang membaik ke level 93,81%,” tulis LPS dalam ringkasan eksekutifnya.

Akselerasi pertumbuhan DPK juga dinilai LPS mengurangi jarak dengan pertumbuhan kredit pada sekelompok bank. Meski demikian LPS menilai laju pertumbuhan kredit masih berpotensi membaik hingga akhir tahun.

Continue reading “LPS: DPK menguat, likuiditas perbankan melandai”

PROSPEK PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN : Kredit Bakal Melaju Lagi

Bisnis, JAKARTA — Kendati laju kredit perbankan per 30 Juni 2019 melambat ke level satu digit, OJK optimistis kinerja pembiayaan perbankan sampai akhir tahun masih sesuai dengan target dua digit.

Bisnis, JAKARTA — Kendati laju kredit perbankan per 30 Juni 2019 melambat ke level satu digit, OJK optimistis kinerja pembiayaan perbankan sampai akhir tahun masih sesuai dengan target dua digit.

Optimisme itu tak lepas dari pertumbuhan kredit selama 14 bulan terakhir yang konsisten di level dua digit, dan didukung oleh sejumlah kebijakan Bank Indonesia, yakni penurunan suku bunga dan pelonggaran giro wajib minimum (GWM).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan di Tanah Air per 30 Juni 2019 mencapai Rp5.526,78 triliun atau hanya tumbuh satu digit, yakni 9,92% secara tahunan (year-on-year/y-o-y). (Lihat grafis)

Continue reading “PROSPEK PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN : Kredit Bakal Melaju Lagi”

Usai pemilu, bank-bank besar menggenjot pertumbuhan kredit

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hari ini, Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum. Setelah perhelatan akbar, sejumlah bank memperkirakan pertumbuhan kredit bakal makin mengilap.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Kartika Wirjoatmodjo memprediksi pertumbuhan kredit bank berlogo pita emas ini makin moncer di kuartal II-2019.

“Sebenarnya di kuartal I-2019 kemarin pertumbuhannya juga lumayan baik mencapai 12,5% (yoy). Tapi di segmen konsumer, khususnya KPR, dan kredit kendaraan bermotor memang agak melambat,” katanya saat ditemui Kontan.co.id di Jakarta, Selasa (16/4).

Perlambatan di segmen kredit konsumsi disebutkan pria yang akrab disapa Tiko ini disebabkan adanya gelaran pemilu. Dia menilai, masyarakat masih wait and see menunggu hasil pemilihan.

Makanya, setelah pemilu usai, ia optimistis mulai kuartal II-2019 kredit konsumer Bank Mandiri juga akan mulai terangkat. Sementara pada kuartal I-2019 segmen korporasi menjadi penopang utama. Continue reading “Usai pemilu, bank-bank besar menggenjot pertumbuhan kredit”

Penyaluran kredit meningkat, pencadangan bank ikut membesar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun lalu, kredit perbankan masih tumbuh dobel digit di tengah kenaikan suku bunga acuan. Bank Indonesia (BI) mencatatkan kredit perbankan tumbuh 11,75% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit 2017 yang hanya tumbuh 8,2%. Kendati demikian kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap rendah sebesar 2,4%.

Pertumbuhan kredit yang tinggi mendorong kenaikan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) agar bank bisa mengantisipasi kenaikan kredit bermasalah. Misalnya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan penyaluran kredit (bank only) sebesar Rp 483,42 triliun sepanjang 2018 atau tumbuh 15,88% dari tahun 2017.

Seiring dengan kenaikan kredit, CKPN BNI ikut naik. Pencadangan yang dibentuk sepanjang 2018 naik tipis 0,86% menjadi Rp 14,05 triliun dari sebelumnya Rp 13,93 triliun. Direktur Manajemen Resiko BNI Bob Tyasika Ananta mengatakan meningkatnya CKPN kredit BNI pada 2018 selain karena pertumbuhan kredit juga lantaran BNI menaikkan coverage ratio dari 148% pada akhir 2017 menjadi 152% pada 2018. Continue reading “Penyaluran kredit meningkat, pencadangan bank ikut membesar”

LPS yakin pertumbuhan kredit makin kencang jelang akhir tahun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengamini survei perbankan Bank Indonesia (BI) yang menyatakan pertumbuhan kredit akan meningkat lebih tinggi di kuartal IV 2018 dibandingkan tiga kuartal sebelumnya.

Doddy Ariefianto Direktur Group Surveillans dan Stabilitas Sistem Keuangan LPS bilang sampai akhir 2018, pertumbuhan kredit diperkirakan 11%-12% yoy.

“Memang terdapat pola dimana pertumbuhan kredit meningkat lebih tinggi pada Q4 dibandingkan Q1-Q3 terutama disebabkan upaya untuk mencapai target bisnis dan kinerja tahunan,” kata Doddy kepada kontan.co.id, Jumat (19/10).

Berdasarkan sektor, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan bersumber dari sektor Rumah Tangga dan Perdagangan.

Share kedua sektor ini mencapai 41% dari total kredit, dan masing-masing tumbuh sebesar 17.3% dan 12.6%. Sektor yang terkait infrastruktur: konstruksi dan listrik-air dan gas juga memberikan kontribusi yang signifikan. Kedua sektor tersebut tumbuh secara tahunan atay year on year (yoy) masing-masing sebesar 23.8% dan 30.3% per bulan Agustus.

Sumber : Klik Disini

Survey BI: Pertumbuhan kredit bank di kuartal III 2018 melambat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) hari ini merilis hasil survey perbankan terbaru. Hasilnya adalah pertumbuhan kredit bank melambat pada kuartal III 2018.

Survei perbankan ini didapat dari sampel 40 bank umum dengan pangsa pasar kredit 80% dari total kredit. “Survei perbankan BI mengindikasikan pertumbuhan kredit baru cenderung melambat pada kuartal III 2018,” kata Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Selasa (16/10).

Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru kuartal III 2018 yang turun menjadi 21,2%, dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 90,3%.

Perlambatan pertumbuhan kredit baru tersebut bersumber dari semua jenis penggunaan kredit, baik modal kerja, investasi, maupun konsumsi.

Meskipun melambat di kuartal 3 2018, hasil survei mengindikasikan bankir tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2018.

Rata-rata responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2018 akan mencapai 11,5%, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2017 sebesar 8,2%. Optimisme tersebut didorong oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi yang membaik pada 2018, dan risiko penyaluran kredit yang menurun.

Sumber: Klik Disini