Surplus Neraca Perdagangan Berpotensi Menyusut di Desember 2021

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Ekonom Bank Permata memperkirakan terjadi penurunan surplus neraca perdagangan pada Desember 2021. 

Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, surplus neraca perdagangan pada bulan laporan sebesar US$ 3,28 miliar atau menurun tipis dari surplus neraca perdagangan November 2021 yang sebesar US$ 3,51 miliar. 

“Penurunan surplus neraca perdagangan ini sejalan dengan penurunan tipis dari ekspor yang diikuti dengan peningkatan nilai impor,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Minggu (16/1).

Continue reading “Surplus Neraca Perdagangan Berpotensi Menyusut di Desember 2021”

Indonesia Masih di Daftar 10 Negara dengan Utang Luar Negeri Terbanyak 2020

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia masih menjadi salah satu dari 10 negara berpendapatan menengah dan rendah yang mencatat utang luar negeri (ULN) terbesar pada tahun 2020.

Menurut catatan World Bank (Bank Dunia) dalam International Debt Statistics 2022, ULN Indonesia per akhir 2020 sebesar US$ 417,53 miliar atau lebih tinggi dari US$ 402,11 miliar pada tahun 2019.

“Dengan total tersebut, ULN Indonesia bila dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 41%, meningkat dari 2019 yang sebesar 37% PDB,” tulis Bank Dunia seperti dikutip Kontan.co.id, Minggu (9/1).

Continue reading “Indonesia Masih di Daftar 10 Negara dengan Utang Luar Negeri Terbanyak 2020”

Neraca pembayaran Indonesia dan neraca transaksi berjalan kuartal III-2021 surplus

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III-2021 berbalik surplus.

Bank Indonesia (BI) mencatat, surplus NPI pada kuartal III-2021 sebesar US$ 10,7 miliar, setelah mengalami defisit sebesar US$ 0,4 miliar pada kuartal II-2021. 

“Kinerja NPI tersebut ditopang oleh transaksi berjalan yang mencatat surplus, berbalik dari kuartal sebelumnya yang defisit, serta surplus transaksi modal dan finansial yang makin meningkat,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat (19/11). 

Continue reading “Neraca pembayaran Indonesia dan neraca transaksi berjalan kuartal III-2021 surplus”

Wamenkeu: Utang adalah komponen penting dalam perekonomian

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah meminta masyarakat agar tidak memandang utang dengan sebelah mata. Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, utang merupakan komponen penting dalam perekonomian Indonesia.

“Jangan stigmatisasi utang. Utang merupakan alat, yang bahkan sama dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujar Suahasil, Senin (9/12).

Suahasil bilang, utang merupakan alat untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan bahkan sebagai alat negara untuk bisa hadir.

Selain itu, dari utang juga Indonesia bisa memerangi kemiskinan dan mendorong adanya penurunan angka kemiskinan di Indonesia.

Continue reading “Wamenkeu: Utang adalah komponen penting dalam perekonomian”

Neraca perdagangan September kembali defisit US$ 160 juta

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia kembali defisit pada September sebesar US$ 160,5 juta. Hal ini disebabkan oleh defisit sektor migas yang sebesar US$ 761,8 juta meski sektor nonmigas mengalami surplus US$ 601,3 juta.

Adapun nilai ekspor Indonesia pada September 2019 juga mengalami penurunan sebesar 1,29% (mom) menjadi US$ 14,10 miliar.

Secara year on year pun, nilai ekspor Indonesia menurun sebesar 5,74%. dipicu penurunan dua komoditas utama yakni batubara dan minyak kelapa sawit.

Sementara nilai impor pada September 2019 naik tipis bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kenaikannya adalah sebesar 0,63% (mom) sehingga impor pada bulan September 2019 sebesar US$ 14,26 miliar. Namun, secara year on year, nilai impor turun sebesar 2,41%.

Continue reading “Neraca perdagangan September kembali defisit US$ 160 juta”

Neraca dagang Juni surplus, Menkeu terus dorong ekspor lewat kebijakan perpajakan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Juni 2019 surplus sebesar US$ 200 juta. Nilai ekspor Juni tercatat sebesar US$ 11,78 miliar. Angka tersebut turun 20,6% dari bulan sebelumnya (mom), juga turun 8,96% secara tahunan (yoy).

Begitu juga dengan impor yang tercatat sebesar US$ 11,58 miliar. Angka tersebut turun 20,70% mom, namun naik 2,80% secara yoy. 

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memilih untuk mengevaluasi kinerja neraca perdagangan secara menyeluruh. Pasalnya, dinamika neraca dagang sejauh ini sangat dipengaruhi oleh faktor musiman setiap bulannya. 

“Kita lihat nanti keseluruhan tahun saja ya. Setiap tahun kan kita lihat (neraca dagang) ada yang sifatnya terpengaruh dari musiman, ada juga yang sifatnya adalah tren,” ujar Sri Mulyani, Senin (15/7). 

Menurutnya, yang terpenting adalah fokus untuk menggenjot ekspor sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Sebab di periode kedua kepemimpinan Jokowi, para menteri diminta bersungguh-sungguh menangani masalah neraca perdagangan. 

Continue reading “Neraca dagang Juni surplus, Menkeu terus dorong ekspor lewat kebijakan perpajakan”

Penurunan cadangan devisa bulan Mei wajar karena tekanan ekternal dan domestik

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia mengalami koreksi sepanjang Mei 2019. Bank Indonesia (BI), Kamis (13/6), melaporkan cadangan devisa sebesar US$ 120,3 miliar, turun dibandingkan posisi April 2019 yang sebesar US$ 124,3 miliar.

BI menjelaskan, penurunan cadev Mei terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sebagai antisipasi kebutuhan likuiditas valas.

“Ini terkait siklus pembayaran dividen beberapa perusahaan asing dan menjelang libur panjang Lebaran,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI dalam keterangannya.

Kepala Ekonom PT Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro menilai, posisi cadev Indonesia sudah mencapai titik terendah (bottom). Hal ini lantaran tekanan eksternal maupun domestik terbilang besar sehingga menyebabkan permintaan valuta asing (valas) terutama dollar AS cukup besar pada Mei lalu. Continue reading “Penurunan cadangan devisa bulan Mei wajar karena tekanan ekternal dan domestik”

Cadangan devisa April 2019 sebesar US$ 124,3 miliar, turun tipis dari bulan lalu

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa April 2019 sebesar US$ 124,3 miliar, turun tipis dibanding Maret 2019 yang sebesar US$ 124,5 miliar.

Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan tujuh bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya Rabu (8/5).

Menurutnya, ke depan BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik.

Sebelumnya, sejumlah ekonom memproyeksi cadev Indonesia akan lanjut meningkat per akhir April ke US$ 125 miliar-US$ 125,5 miliar. Continue reading “Cadangan devisa April 2019 sebesar US$ 124,3 miliar, turun tipis dari bulan lalu”

Cadangan devisa April 2019 sebesar US$ 124,3 miliar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa April 2019 sebesar US$ 124,3 miliar, turun tipis dibanding Maret 2019 yang sebesar US$ 124,5 miliar.

Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan tujuh bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya Rabu (8/5).

Menurutnya, ke depan BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik.

Sumber: Klik Disini

Surplus bulan Februari belum dapat memperbaiki neraca perdagangan di awal tahun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Neraca perdagangan Februari 2019 kembali surplus, setelah pada bulan sebelumnya neraca perdagangan mengalami defisit sebesar US$ 1,1 miliar. Pada Februari 2019, nilai ekspor lebih besar dari nilai impor sehingga menghasilkan surplus sebesar US$ 329,5 juta.

“Surplus ini disebabkan menurunnya permintaan impor bulanan yang lebih tinggi daripada penurunan ekspor,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam siaran persnya, Rabu (20/3).

Lebih rinci, Mendag menjelaskan bahwa surplus perdagangan Februari 2019 disumbang surplus perdagangan non migas sebesar US$ 793,6 miliar dan defisit neraca perdagangan migas sebesar US$ 464,1 miliar. Continue reading “Surplus bulan Februari belum dapat memperbaiki neraca perdagangan di awal tahun”