OJK yakin perbaikan kinerja sektor jasa keuangan berlanjut di 2020, ini alasannya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis sektor jasa keuangan bakal membaik sepanjang 2020. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut memperkirakan pada 2020 masih akan diwarnai dengan downside risks dari perlambatan ekonomi global dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan.

Lanjut Ia, kendati demikian, dengan selesainya beberapa proyek infrastruktur strategis dan konsistensi pemerintah menjalankan reformasi struktural, termasuk terobosan melalui hadirnya beberapa Omnibus Law.

“OJK optimis perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan yang positif akan berlanjut di 2020,” ujar Wimboh di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta pada Kamis (16/1).

Continue reading “OJK yakin perbaikan kinerja sektor jasa keuangan berlanjut di 2020, ini alasannya”

Jika RUU Perlindungan Data Pribadi disahkan, OJK akan revisi beleid data nasabah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana merevisi Peraturan OJK (POJK) terkait perlindungan konsumen sektor jasa keuangan jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Oh, iya pasti kami akan merevisi POJK. Belum ada UU pun kami sudah ada aturan itu,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara di Jakarta, Senin (9/12).

Jadi prinsip perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan ada lima, yang salah satunya perlindungan data nasabah. Kehadiran RUU tersebut justru baru mengatur secara umum, sementara OJK terbatas di sektor keuangan.

Dalam hal ini, OJK akan terus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait aturan yang mendukung sektor jasa keuangan. Misalnya saja, kerja sama dalam membrantas fintech ilegal, di mana sudah lebih dari 1.000 aplikasi fintech yang ditutup.

Continue reading “Jika RUU Perlindungan Data Pribadi disahkan, OJK akan revisi beleid data nasabah”

Semester I 2019, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Kinerja Intermediasi Positif dan Risiko Terkendali

Bisnis.com, JAKARTA — Stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor jasa  keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali.

Demikian hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan bulan Juli yang digelar Rabu ini di Jakarta.

Beberapa indikator terkini ekonomi global masih mengindikasikan perlambatan. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan pertumbuhan ekspor negara-negara ekonomi utama dunia terpantau masih melambat.

Kondisi tersebut semakin meningkatkan ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter global yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan, sehingga berdampak pada berkurangnya tekanan likuiditas di pasar keuangan global dan mendorong kembali masuknya arus modal ke pasar emerging markets.

Continue reading “Semester I 2019, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Kinerja Intermediasi Positif dan Risiko Terkendali”

OJK: Stabilitas industri jasa keuangan di semester I 2019 masih terjaga

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode sesmeter I-2019 menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan hal ini sejalan dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali. 

Demikian hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan bulan Juli yang digelar Rabu (24/7) ini di Jakarta.

“Beberapa indikator terkini ekonomi global masih mengindikasikan perlambatan. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan pertumbuhan ekspor negara-negara ekonomi utama dunia terpantau masih melambat,” kata Wimboh.

“Kondisi tersebut semakin meningkatkan ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter global yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan, sehingga berdampak pada berkurangnya tekanan likuiditas di pasar keuangan global dan mendorong kembali masuknya arus modal ke pasar emerging markets,” lanjut dia.

Continue reading “OJK: Stabilitas industri jasa keuangan di semester I 2019 masih terjaga”

Utang luar negeri swasta naik 10,8% menjadi US$ 193,1 miliar di Januari 2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) swasta di akhir Januari 2019 melonjak 10,8% year on year (yoy) dari US$ 174,2 miliar di Januari 2018 menjadi US$ 193,1 miliar.

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, posisi ULN swasta juga mengalami peningkatan sebesar 0,9%. Pada Desember 2018, tercatat posisi ULN swasta sebesar US$ 191,6 miliar.

BI dalam publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) mengatakan, meski ULN swasta meningkat di Januari ini tetapi pertumbuhannya menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang sebesar 11,5% (yoy).

“Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat,” tulis BI, Jumat (15/3). Continue reading “Utang luar negeri swasta naik 10,8% menjadi US$ 193,1 miliar di Januari 2019”

Kinerja Sektor Keuangan Positif, OJK Siapkan Lima Kebijakan Utama di 2019

SIARAN PERS

KINERJA SEKTOR KEUANGAN POSITIF, OJK SIAPKAN LIMA KEBIJAKAN UTAMA DI 2019

 

Jakarta, 11 Januari 2019. Otoritas Jasa Keuangan menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan selama 2018 dalam keadaan yang terjaga dan optimistis tren positif  kinerja sektor keuangan akan berlanjut di 2019.

Sepanjang tahun 2018, kondisi perekonomian nasional terpantau sehat dan stabil, yang tercermin di antaranya dari ekonomi nasional yang tumbuh sekitar 5,15% dan inflasi yang terkendali di level 3,13%. Sementara itu sektor jasa keuangan juga tercatat stabil dan sehat, yang merupakan modal penting bagi industri jasa keuangan untuk dapat tumbuh lebih baik dan meningkatkan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Continue reading “Kinerja Sektor Keuangan Positif, OJK Siapkan Lima Kebijakan Utama di 2019”

OJK Segera Terbitkan Aturan Baru Soal Pengaduan Konsumen

Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan akan menerbitkan peraturan baru yang mengatur tentang layanan pengaduan konsumen sektor jasa keuangan.

Deputi Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK Rela Ginting mengatakan aturan ini akan menggantikan aturan lama yang sudah ada sebelumnya. Harapannya, permasalahan yang sering timbul dalam menangani pengaduan konsumen akan dapat diselesaikan dengan lebih baik.

“Selama ini, ada beberapa kendala. Misalnya ketika menerima pengaduan konsumen, ternyata datanya kurang lengkap, PUJK [Pelaku Usaha Jasa Keuangan] harus meminta dan jangan diam saja,” ujarnya, Jumat (14/9/2018) malam.

Ginting menambahkan aturan itu sudah masuk pada tahap harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Dia menargetkan penerbitan POJK tersebut dapat terealisasi akhir bulan ini.

OJK, kata Ginting, merupakan lembaga negara yang independen dan dibentuk untuk menjamin terselenggaranya sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, baik perbankan, pasar modal, serta jasa keuangan non-bank seperti perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, reksadana, dan lembaga jasa keuangan dalam bentuk lainnya.
“Tugas OJK adalah melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap semua kegiatan jasa keuangan itu, termasuk melakukan pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen dan tindakan lain. OJK juga berwenang menetapkan sanksi bagi PUJK yang melakukan pelanggaran, tidak hanya sebatas sanksi administratif tapi bahkan bisa mencabut izin usahanya,” tegasnya. Continue reading “OJK Segera Terbitkan Aturan Baru Soal Pengaduan Konsumen”

RDK BULANAN: STABILITAS DAN LIKUIDITAS TERJAGA, PERTUMBUHAN KREDIT MENINGKAT

SP 40/DKNS/OJK/VI/2018

SIARAN PERS

RDK BULANAN: STABILITAS DAN LIKUIDITAS TERJAGA, PERTUMBUHAN KREDIT MENINGKAT

Jakarta, 29 Juni 2018. Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan dan kondisi likuiditas di pasar keuangan Indonesia masih dalam kondisi terjaga.

Indikator terkini menunjukkan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi global berlanjut, dengan negara maju menjadi motor penggerak utama terutama perekonomian Amerika Serikat (AS). Namun, momentum perbaikan perekonomian global dibayangi oleh kenaikan suku bunga kebijakan AS, krisis politik Italia dan kembali menguatnya tensi perang dagang, yang memberi sentimen negatif pada pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Continue reading “RDK BULANAN: STABILITAS DAN LIKUIDITAS TERJAGA, PERTUMBUHAN KREDIT MENINGKAT”

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 10,26% Per Mei 2018

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk pertama kalinya, pertumbuhan penyaluran kredit industri perbankan tembus dua digit sesuai ekspektasi pemerintah.

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan, kinerja intermediasi sektor jasa keuangan pada Mei 2018 terus menunjukkan perbaikan di tengah perkembangan pasar keuangan dan tekanan global.

Bahkan, untuk pertama kalinya dalam tahun ini, pertumbuhan kredit bank tembus dua digit, mendekati angka proyeksi sebesar 10%-12% secara tahunan.

“Kredit perbankan tumbuh sebesar 10,26% secara year on year [yoy], lebih tinggi dari pertumbuhan April 2018 sebesar 8,94% (yoy),” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis Dan Logistik OJK Anto Probowo, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/6/2018).

Selaras dengan itu, perbaikan kinerja intermediasi perbankan tersebut didukung oleh pertumbuhan positif Dana Pihak Ketiga (DPK). Dalam lima bulan pertama tahun ini, dana masyarakat yang dihimpun naik 6,47% (yoy). Continue reading “OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 10,26% Per Mei 2018”