Soal Imbalan Bunga PPh Badan, Ini Komentar Kadin

Bisnis.com, JAKARTA–Wakil Ketua Tetap Bidang Perpajakan Kadin sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Konsultan Praktisi Perpajakan Indonesia (Perkoppi) Herman Juwono menilai revisi imbalan bunga dalam Omnibus Law Perpajakan harus seimbang dengan penurunan PPh Badan.

Seperti diketahui, dalam Omnibus Law Perpajakan diusulkan agar PPh Badan diturunkan dari 25 persen menjadi 22 persen pada 2021 dan 2022 lalu turun lagi menjadi 20 persen pada 2023.

Di satu sisi, imbalan bunga pun diusulkan berdasarkan suku bunga acuan. Langkah ini dinilai bisa memitigasi perilaku WP yang hendak mencari keuntungan dari upaya hukum yang diajukan.

Imbalan bunga diberikan terhadap kelebihan pembayaran paling banyak sebesar jumlah lebih bayar yang disetujui oleh WP dalam pembahasan akhir.

Continue reading “Soal Imbalan Bunga PPh Badan, Ini Komentar Kadin”

Pemangkasan Suku Bunga Acuan Belum Berdampak Positif

Bisnis.com, JAKARTA – Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia menilai pemangkasan BI 7 Days (Reverse) Repo Rate hingga 100 basis poin sepanjang tahun 2019 belum efektif.

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Eric Alexander Sugandi menyatakan kebijakan BI yang memotong suku bunga acuan hingga pada level 5 persen tidak memiliki dampak signifikan untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit perbankan yang terhambat disebabkan oleh lemahnya permintaan kredit oleh debitur. Pelemahan ini, lanjutnya, dikarenakan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Continue reading “Pemangkasan Suku Bunga Acuan Belum Berdampak Positif”

BI tahan suku bunga acuan di level 5%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) di level 5,00% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Desember 2019 ini, setelah sebelumnya BI telah menurunkan suku bunga acuan dari Juli 2019 – Oktober 2019 hingga 100 basis poin (bps).

Selain mempertahankan suku bunga acuan, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 4,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,75%.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kebijakan moneter tersebut tetap akomodatif dan konsisten. Hal ini dengan menimbang kondisi inflasi yang tetap terkendali dan stabilitas eksternal yang tetap terjaga.

“Ini tetap merupakan upaya BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan menjaga stabilitas di tengah perkembangan ekonomi global yang melambat,” kata Perry dalam media briefing terkait hasil RDG BI, Kamis (19/12) di Jakarta.

Continue reading “BI tahan suku bunga acuan di level 5%”

Inflasi jinak, bunga acuan BI diperkirakan tetap 5%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Desember 2019. Sejumlah ekonom memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5%.

Menurut ekonom BCA David Sumual, BI akan mempertahankan suku bunga sebesar 5% didasari kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang juga menahan suku bunga acuan. Lagi pula, laju inflasi pun terkendali dan sesuai dengan target BI.

“Saya pikir moneter sudah cukup optimal. Tinggal menunggu dari sisi fiskalnya sehingga nanti pengaruhnya untuk ke pertumbuhan ekonomi bisa lebih besar,” kata David saat dihubungi Kontan.co.id.

David menyarankan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan countercyclical sehingga bisa mengimbangi kebijakan dari sisi moneter yang dikeluarkan oleh BI.

Senada , Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyebutkan, untuk saat ini belum ada alasan bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan. Bila BI menurunkan suku bunga saaat ini, bukan momen yang tepat.

“Akan lebih baik bila memberikan waktu bagi perbankan untuk merespons bauran kebijakan yang telah dilakukan BI sebelumnya,” kata Piter kepada Kontan.co.id, Rabu (18/12).

Sumber: Klik Disini

Cadangan Devisa November Stabil, BI Tahan Suku Bunga Acuan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diproyeksikan menahan suku bunga acuan pada Desember 2019.

Ekonom Bank BCA, David E. Sumual menyatakan cadangan devisa (cadev) pada November sebesar US$126,6 miliar masih stabil dari bulan sebelumnya US$126,7 miliar.

Menurut David kisaran ini masuk dalam rentang cadev ideal pada akhir tahun yakni US$125 miliar sampai US$127 miliar.

Selain itu, David menilai Bank Indonesia akan menahan suku bunga acuan setelah ada sinyal dari The Fed dalam kebijakan moneternya.

“Sejauh ini memang dilihat bagaimana sikap The Fed, apakah diturunkan. Tapi sepertinya masih ditahan,” ujar David saat dihubungi Bisnis, Minggu (8/12/2019).

David menilai sikap The Fed juga sangat berkaitan dengan hasil kebijakan penerapan tarif dari Amerika Serikat terhadap China.

Continue reading “Cadangan Devisa November Stabil, BI Tahan Suku Bunga Acuan”

BI yakin pertumbuhan ekonomi membaik di kuartal IV 2019, ini alasannya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kendati Bank Indonesia (BI) agresif melonggarkan kebijakan moneter, geliat perekonomian belum terlihat secara signifikan. 

Hal ini terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang justru melambat pada Agustus lalu, yaitu 8,59% year-on-year (yoy), dari sebelumnya 9,58% yoy pada Juli 2019.

Padahal, BI getol memangkas suku bunga acuan sejak Juli lalu. Teranyar, BI kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) sehingga suku bunga BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) berada pada level 5%. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan pertumbuhan kredit perbankan dipengaruhi oleh masih lambatnya transmisi kebijakan penurunan suku bunga acuan terhadap suku bunga kredit.

Continue reading “BI yakin pertumbuhan ekonomi membaik di kuartal IV 2019, ini alasannya”

Bunga acuan turun, biaya dana perbankan masih stabil

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan tiga kali sebanyak 75 basis poin sepanjang tahun ini menjadi 5,25%. Namun,  penurunan itu belum belum berdampak besar terhadap pengurangan biaya dana atau cost of fund (CoF) yang ditanggung bank.  

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk misalnya masih mencatatkan biaya dana stabil pada bulan Agustus dibanding posisi Juni 2019 lalu yakni 3,64%. “Proses penyesuaian suku bunga memang membutuhkan waktu,” kata Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI kepada Kontan.co.id, Selasa (2/10).

Sementara secara tahunan atau year on year (yoy) dan year to date atau sepanjang tahun ini, cost of fund BRI masih tercatat naik sebagai dampak dari kenaikan BI rate (BI7DRR) pada semester II-2018. Penurunan BI rate yang terjadi tahun ini baru dimulai pada Juli.

Meskipun belum akan signifikan, BRI tetap melihat penurunan suku bunga acuan akan membawa dampak pada penurunan biaya dana tahun ini. Haru perkirakan CoF akan turun ke level 3,60% di ujung tahun. 

Continue reading “Bunga acuan turun, biaya dana perbankan masih stabil”

Inflow dana asing ke Indonesia masih deras, terutama ke obligasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Arus dana asing yang masuk atau inflow ke Indonesia masih terbilang tinggi. Salah satu indikasinya adalah kenaikan net kewajiban dalam posisi investasi internasional (PII) Indonesia pada kuartal II-2019, terutama pada obligasi.

“Saat ini obligasi masih diminati karena tren suku bunga turun di Indonesia. Turunnya suku bunga menjadi indikasi bahwa harga masih akan naik, jadi orang-orang banyak membeli untuk mendapatkan capital gain,” ujar Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih pada Kontan.co.id, Minggu (29/9).

Lana menambahkan, ini juga terjadi karena spread antara suku bunga acuan Indonesia dengan suku bunga bank sentral Amerika (The Fed) masih terjaga.

Oleh karena itu, untuk menjaga PII, Bank Indonesia (BI) bisa dengan melakukan kembali pelonggaran suku bunga acuan. Namun, hal ini juga harus melihat langkah yang akan diambil oleh The Fed.

Continue reading “Inflow dana asing ke Indonesia masih deras, terutama ke obligasi”

Jika Suku Bunga BI Turun, Ekonomi 2020 Bisa Membaik

Bisnis.com, JAKARTA – Jika Bank Indonesia memangkas kembali suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate bulan ini, maka pertumbuhan ekonomi 2020 bisa lebih baik.

Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menyatakan, bulan ini Bank Indonesia punya ruang untuk memangkas suku bunga acuan ataupun melonggarkan kebijakan makroprudensial.

“Saya kira akan diturunkan lagi bulan ini sebagai antisipasi ekonomi global dan Indonesia yang melambat,” jelas Lana kepada Bisnis, Rabu (18/9/2019).

Lana memprediksi Bank Indonesia akan memangkas 25 basis poin lagi dan menjadi 5,25 persen.

Dengan tiga kali pemangkasan tahun ini, Lana memproyeksikan dampak ke sektor riil dan pertumbuhan ekonomi tidak akan dirasakan tahun ini. Apalagi mengingat hanya tersisa 3 bulan lagi menuju akhir 2019.

“Memang efek pemangkasan suku bunga ini baru akan dirasakan 6 bulan ke depan. Target BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi itu tercapai 2020 bukan 2019,” jelasnya lagi.

Continue reading “Jika Suku Bunga BI Turun, Ekonomi 2020 Bisa Membaik”

Penurunan suku bunga acuan bisa meningkatkan minat investor

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Samuel Aset Manajemen menilai Bank Indonesia (BI) masih memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke 5,25%. Penurunan suku bunga acuan ini nantinya akan meningkatkan minat investor untuk masuk ke Indonesia.

“Paling tidak untuk pasar obligasi. Akan ada kenaikan dari kepemilikan asing di obligasi hingga Rp 1.000 triliun lebih walau porsinya masih 48%. Tapi itu sudah rekor,” ujar Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih pada Kontan.co.id, Selasa (17/9).

Ini juga sebagai langkah BI untuk mencegah terjadinya perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Apalagi dengan prediksi Bank Dunia bahwa pertumbuhan perekonomian  Indonesia pada tahun 2020 bisa ada di bawah 5%.

Namun, langkah ini juga bukan satu-satunya penentu untuk menggenjot pertumbuhan Indonesia. Faktor lain yang bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi adalah ekspor. Namun, kinerja ekspor juga bergantung pada global. Sehingga pemerintah harus benar-benar mengusahakan ini.

Continue reading “Penurunan suku bunga acuan bisa meningkatkan minat investor”