Ditjen Pajak jabarkan sejumlah tantangan penerimaan pajak pada 2021

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi virus corona masih menjadi permasalahan utama ekonomi hingga saat ini. Namun, pemerintah tetap bergerak memberikan stimulus dan insentif fiskal agar ekonomi bisa bertahan. Hanya saja, langkah tersebut akan memberikan konsekuensi terhadap penerimaan pajak.

Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hestu Yoga Saksama mengatakan insentif pajak yang diberikan kepada para wajib pajak akan menjadi tantangan baru di tahun ini. Yoga mencatat, setidaknya ada dua poin besar yang akan memengaruhi penerimaan pajak.

Pertama, perpanjangan insentif pajak dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9/PMK.03/2021 tentang  Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019. Beleid ini memberikan enam insentif pajak hingga 30 Juni 2021.

Continue reading “Ditjen Pajak jabarkan sejumlah tantangan penerimaan pajak pada 2021”

Setelah Indonesia Resesi, Ancaman Depresi Ekonomi Semakin Dekat?

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonomi Indonesia dipastikan akan mengalami kontraksi pada kuartal ketiga tahun ini. Artinya, Indonesia akan memasuki fase resesi ekonomi. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 akan terkontraksi lebih dalam, pada kisaran -2,9 persen hingga -1,0 persen. 

Pemerintah pun memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada pada kisaran -1,7 persen hingga -0,6 persen. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi 2020 diperkirakan -1,1 persen, dengan batas atas masih positif 0,2 persen.

Sebagaimana diketahui, depresi ekonomi merupakan resesi yang terjadi selama lebih dari satu tahun. Depresi ekonomi terjadi jika kontraksi ekonomi terus berlanjut. Dampaknya pasti lebih besar dari resesi. Depresi pernah tercatat dalam sejarah, terjadi pada 1929-1934, di mana great depression berlangsung hingga 5 tahun.

Continue reading “Setelah Indonesia Resesi, Ancaman Depresi Ekonomi Semakin Dekat?”

Target setoran pajak 2020 kian sulit tercapai

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyadari, setoran pajak tahun ini makin sulit tercapai sesuai target akibat efek pandemi korona. 

Menkeu tetap berharap penerimaan pajak sesuai dengan Perpres 72/2020. “Meski ada risiko shortfall akibat pelemahan ekonomi yang lebih dalam,” kata Sri Mulyani saat Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI, Selasa (1/9).

Berdasarkan Perpres 72/2020 mengenai Perubahan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 1.198,82 triliun. Sampai akhir Juli realisasi penerimaannya  Rp 601,91 triliun. Hasil tersebut tumbuh negatif 14,67% year on year (yoy).

Pencapaian penerimaan pajak dalam tujuh bulan pertama di tahun ini, setara 50,21% dari total target akhir tahun. Dus, dalam waktu lima bulan pemerintah perlu mengejar sisa penerimaan pajak senilai Rp 596,91 triliun.

Continue reading “Target setoran pajak 2020 kian sulit tercapai”

Ikuti perkembangan ekonomi, perbankan revisi target kredit di tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) dipastikan bakal membuat pertumbuhan kredit perbankan tertekan tahun ini. Setelah sempat diramal mampu tumbuh dua digit, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan memprediksi kredit kemungkinan akan tumbuh maksimal 2%.

Malah, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam artikel yang dimuat Kontan.co.id (30/4) lalu menyebut ada kemungkinan kredit tidak tumbuh tahun ini alias stagnan. Bukan cuma OJK, Bank Indonesia (BI) pun juga hanya memperkirakan kredit tumbuh maksimal 6%-8% jauh dari proyeksi sebelumnya yang ditaksir sekitar 9%-11% tahun ini.

Continue reading “Ikuti perkembangan ekonomi, perbankan revisi target kredit di tahun ini”

Penerimaan pajak tertekan wabah corona, pajak digital jadi harapan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dampak penyebaran wabah virus corona (Covid-19) menggerus penerimaan negara, terlebih bagi pajak sebagai basis pendapatan terbesar. Melemahnya perekonomian domestik dan stimulus pajak dalam rangka penanganan Covid-19 bakal menekan penerimaan negara di tahun ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan penerimaan negara tahun ini akan kontraksi sebesar 10% year on year (yoy). Penurunan penerimaan negara ini akibat aktivitas ekonomi terganggu oleh merebaknya Covid-19 baik dari sisi penerimaa pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Bila hal tersebut terjadi pada penerimaan pajak, maka realisasi tahun ini hanya sekitar Rp 1.199 triliun, turun 10% bila dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak Rp 1.332,1 triliun. Angka tersebut semakin jauh dari target penerimaan pajak yang ditetapkan tahun ini senilai Rp 1.642,6 triliun. Dus, shortfall pajak tahun 2020 bisa senilai Rp 443,6 triliun.

“Penerimaan perpajakan turun akibat kondisi ekonomi yang melemah, dukungan insentif pajak dan penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) serta PNBP untuk turun dampak jatuhnya harga komoditas,” kata Menkeu, Rabu (1/4).

Continue reading “Penerimaan pajak tertekan wabah corona, pajak digital jadi harapan”

Penerimaan pajak awal tahun merosot menjadi Rp 80,2 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja penerimaan pajak di awal tahun 2020 nyatanya merosot seiring dengan pelemahan ekonomi yang masih berlanjut. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak pada Januari 2020 hanya Rp 80,2 triliun.

Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Januari 2020 menunjukkan realisasi pencapaian pajak tersebut terkontraksi 6,8%% yaer on year (yoy). Capaian tersebut jauh berbeda dengan kondisi periode sama tahun lalu yang moncer hingga Rp 86 triliun atau tumbuh 8,82% secara tahunan. 

Adapun pemerintah menargetkan total realisasi penerimaan pajak di tahun ini senilai Rp 1.642 triliun tumbuh 23,3% dari realisasi tahun lalu. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penerimaan pajak yang kontraksi mengonfirmasi tren profitabilitas korporasi yang melemah pada taun lalu. 

Continue reading “Penerimaan pajak awal tahun merosot menjadi Rp 80,2 triliun”

Pemerintah optimistis capai target inflasi dikisaran 3% pada 2020

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) yang dikomando oleh Kementerian Koordinator bidang Perekonomian meyakini tingkat inflasi sepanjang tahun ini bisa tetap terjaga rendah dalam kisaran target 3,0% ± 1%. 

Baik komponen inflasi inti, inflasi harga barang yang diatur pemerintah (administered prices), maupun inflasi harga bahan pangan bergejolak (volatile food), diperkirakan terkendali sehingga target inflasi umum yang rendah pun bisa tercapai.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, tingkat inflasi volatile food pada tahun lalu memang relatif tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 4,3% yoy. 

Continue reading “Pemerintah optimistis capai target inflasi dikisaran 3% pada 2020”

Berburu dana murah, begini strategi yang disiapkan bank BUMN tahun ini

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Bank pelat merah berkomitmen untuk terus mendorong penghimpunan dana murah dari masyarakat tahun ini. Hal itu ditujukan untuk menekan biaya dana. Sejumlah siasat pun sudah disiapkan bank untuk lebih leluasa dalam menjaring dana murah tersebut.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya menargetkan rasio dana murah atau Current Account Savings Accounts (CASA) bisa meningkat menjadi di tas 61% tahun 2020 ini. Tahun lalu, rasio CASA bank ini ada sedikit penurunan jadi 59,1% dari 61,8% pada tahun sebelumnya.

Penurunan rasio CASA perseroan tahun lalu itu akibat melambatnya giro 4,9%, khususnya dari segmen korporasi. Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan dana tabungan dan giro tahun ini.

Caranya, BRI akan agresif melakukan akuisisi dana dan meningkatkan transaksi nasabah. Bank ini akan mendorong transaksi melalui optimalisasi agen BRILink, peningkatan transaksi e-channel dan mobile dan internet banking (BRIMO), serta mengembangkan dan memaksimalkan transaksi melalui platform pembayaran untuk nasabah wholesale (BRISmart, BRIMola).

Continue reading “Berburu dana murah, begini strategi yang disiapkan bank BUMN tahun ini”

Akan ada tiga barang kena cukai baru di tahun ini, apa saja?

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mengkaji perluasan barang kena cukai di tahun ini. Rencananya ada tiga barang yang konsumsinya bakal dikendalikan pemerintah dengan mengenakan tarif cukai di tahun ini.

Pertama, cukai plastik yang sejak tahun lalu sudah dalam tahap pembahasan dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan kembali diagendakan di tahun ini. Namun, bukan menjadi program legislasi nasional (Prolegnas) 2020.

Kedua, cukai minuman berpemanis atau minuman bersoda yang sudah dalam kajian dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes).

Ketiga, cukai emisi karbon yang ditetapkan bahwa konsumsinya berdampak pada pencemaran lingkungan, ini berdasarkan hasil riset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Continue reading “Akan ada tiga barang kena cukai baru di tahun ini, apa saja?”

Ketentuan modal bakal ditingkatkan, bank-bank ini siap tambah modal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mendorong konsolidasi perbankan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mulai meningkatkan ketentuan modal bank umum tahun ini. Bank Umum Kegiatan Usaha 1 (BUKU) 1 akan jadi prioritas.

“Kita ingin mendongkrak modal BUKU I dulu, setelah itu bisa jadi BUKU lainnya juga ikut naik. Supaya konsolidasinya cepat,” kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo, Senin (13/1).

OJK disebut Slamet akan mulai meningkatkan modal minimum BUKU 1 menjadi Rp 1 triliun tahun ini. Secara bertahap ketentuan tersebut juga akan ditingkatkan hingga Rp 3 triliun.

Sebagai catatan, BUKU 1 sejatinya diklasifikasikan dengan modal inti kurang dari Rp 1 triliun. Sementara meskipun baru akan fokus ke BUKU 1, sejumlah BUKU 2 juga akan kena imbas, sebab masih banyak yang bermodal inti di bawah Rp 2 triliun.

Continue reading “Ketentuan modal bakal ditingkatkan, bank-bank ini siap tambah modal”